parenting
Kenapa Anak Remaja Perempuan Mudah Marah? Kenali Penyebab dan Cara Membantunya
HaiBunda
Selasa, 03 Feb 2026 15:21 WIB
Daftar Isi
Bagi Bunda yang memiliki anak perempuan, pernahkah merasa saat mereka beranjak remaja, mereka menjadi lebih emosional dan mudah marah? Bisa jadi, ada penyebab tertentu di balik itu semua.
Menurut para ahli dari Newport Academy, perubahan emosional dan rasa marah merupakan hal yang wajar terjadi pada anak remaja. Terutama bagi perempuan, yang tak jarang emosinya akan menjadi tidak stabil diakibatkan oleh berbagai tekanan internal maupun eksternal.
Ya, anak remaja perempuan rentan sekali untuk lebih emosional. Pasalnya, banyak tekanan dari luar dan dalam yang mereka rasakan, seperti sosial dan lingkungan, perubahan hormon, perubahan suasana hati, serta insecurities.
Oleh karena itu, setidaknya penting bagi Bunda untuk mengetahui apa yang membuat anak perempuan remaja menjadi cepat emosi dan mudah marah. Dengan begitu, Bunda bisa membantunya, mengajarinya cara mengatur emosi, serta mampu mendukungnya secara emosional.
Mengenal emosi yang terjadi saat anak perempuan beranjak remaja
Anak remaja memiliki kaitan erat dengan masa pubertas. Nah, di masa inilah banyak terjadi perubahan yang terjadi pada tubuhnya, baik secara fisik maupun mental. Perubahan hormon testosteron dan estrogen pun mampu membuat suasana hati anak kian berubah-ubah.
Akibatnya, anak remaja perempuan, ataupun laki-laki, kerap merasa mudah tersinggung atau bereaksi berlebihan terhadap masalah kecil, tanpa alasan yang jelas. Terkadang, mereka juga akan merasa frustrasi dengan apa yang mereka inginkan serta keputusan yang mereka pilih.
Namun, dalam beberapa kasus di masyarakat, sifat emosional anak remaja laki-laki lebih diterima dibandingkan anak remaja perempuan. Mereka berpikir bahwa kemarahan pada anak laki-laki lebih valid, sementara pada anak perempuan itu hanya menunjukkan sikap yang tidak sopan.
Oleh karenanya, tak sedikit anak perempuan remaja memilih untuk memendam sedalam mungkin emosi mereka agar diterima di lingkungan dengan image “anak yang baik”. Mungkin itulah salah satu alasan mengapa sewaktu-waktu emosi mereka bisa meledak.
Penyebab anak remaja perempuan menjadi mudah marah
Nah, karena anak perempuan remaja mengalami banyak perubahan selama masa pubertas, memahami penyebab kemarahan mereka dapat membantu orang tua memberikan dukungan yang tepat. Berikut adalah penyebab umum kemarahan anak perempuan remaja, dilansir dari laman Nexus Teen Academy:
1. Faktor internal
Kecemasan anak dalam menghadapi lingkungan sekitar menjadi salah satu penyebab fatal terhadap perubahan emosionalnya. Mereka harus menghadapi berbagai macam ekspektasi orang di luar sana, yang membuat mereka khawatir, tertekan, depresi, bahkan sedih.
Rendahnya kepercayaan diri juga bisa memperburuk kondisi emosi anak remaja perempuan. Perasaan malu dan tidak dihargai, tak jarang akan melukai hati mereka, sehingga muncul kemarahan sebagai bentuk pelampiasan dari kesedihan yang terpendam.
Selain itu, trauma masa lalu juga bisa memicu kemarahan. Jika anak remaja perempuan pernah mengalami peristiwa kurang menyenangkan yang membekas dalam pikiran dan hatinya, mereka menjadi lebih mudah emosi saat menghadapi situasi yang terasa serupa.
2. Faktor eksternal
Prestasi akademik, nilai sekolah, dan ekspektasi akademik lainnya sering kali dibebankan kepada anak remaja perempuan. Lingkungan sekitar seolah menuntut sebagai perempuan harus sempurna di berbagai sisi, yang akhirnya membuat mereka stres dan frustrasi.
Begitu pula dengan masalah pertemanan yang tak jarang menimbulkan luka emosional. Saat mereka tak punya tempat untuk berbagi, mereka akan memilih marah untuk melampiaskan kekesalan yang dialaminya.
Selain itu, lingkungan rumah yang kurang ramah bagi mereka juga bisa memicu kemarahan. Pengabaian, perlakuan kasar, atau kekerasan dalam rumah tangga bisa berakibat sangat fatal dan mampu memengaruhi kondisi emosional anak remaja.
Pertengkaran orang tua dan perceraian juga bisa mengguncang hati dan rasa aman pada anak. Mereka merasa seolah-olah tak ada lagi tempat aman untuk berlindung, yang akhirnya berdampak pada bagaimana cara mereka menyalurkan emosi-emosi tersebut.
Cara orang tua menghadapi anak remaja perempuan yang mudah emosi
Menghadapi anak remaja perempuan yang sedang dalam masa pubertas dan rentan emosi, membuat tak sedikit orang tua merasa kebingungan. Meski begitu, penting bagi orang tua untuk terus melakukan komunikasi yang terbuka dan penuh empati.
Sebagai anak, penting untuk memahami bahwa tidak semua orang tua yang membenarkan berbagai bentuk pelampiasan amarah yang tidak sehat. Oleh karenanya, orang tua pun juga ingin membantu anak mereka dalam mengelolanya emosinya dengan cara yang lebih sehat.
Berikut beberapa langkah yang dapat membantu orang tua untuk mengatasi dan memperbaiki emosional pada anak remaja perempuan yang mudah marah:
1. Terus terlibat di berbagai kondisi anak
Bagi orang tua, mungkin agak sulit untuk harus terus bersabar dalam menghadapi anak remaja yang sulit diatur dan emosional. Namun, ketahuilah bahwa mereka sangat ingin orang tua selalu ada di sampingnya.
2. Menjadi pendengar yang baik
Orang tua bisa mengajak mereka berbincang santai, berbagi keluh kesah, serta memberikan dukungan agar mereka tidak merasa sendirian. Dengan begitu, mereka akan lebih percaya diri, merasa aman, dan tumbuh lebih kuat.
3. Bantu mereka salurkan emosi ke hal yang positif
Orang tua bisa membantu mencarikan anak aktivitas yang bisa meningkatkan produktivitas mereka. Tetapi, penting diingat aktivitas tersebut harus sesuai dengan minat mereka, ya. Dari sini, anak bisa mengekspresikan emosi lebih positif dan menjalin koneksi sosial.
4. Libatkan mereka dalam kegiatan yang menyenangkan
Berkumpul, bermain, dan bersenda gurau bersama anak perempuan lain akan membuat mereka lebih bahagia dan melepaskan stres yang membebaninya. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan dan membantu anak remaja mengelola emosi mereka.
5. Tetapkan batasan screen time
Media sosial kini menjadi salah satu budaya yang melekat pada anak remaja. Dampak negatif dari media sosial pun tak dipungkiri bisa memicu emosi yang tidak stabil, Bunda. Karenanya, penting untuk memberikan batasan agar anak tidak terlalu terpapar dan membuat mereka frustrasi.
6. Berkonsultasi dengan profesional
Ini merupakan langkah terakhir bila orang tua sulit untuk membantu mereka. Para profesional akan memberikan solusi dari berbagai perspektif, sehingga mungkin jauh memahami apa yang dirasakan oleh anak remaja perempuan.
Demikian informasi mengenai penyebab anak perempuan yang beranjak sangat mudah marah. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan orang tua tentang penyebab dan bagaimana menyikapi anak remaja perempuan yang sedang di kondisi ini.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Jelang Ujian Semester, Ajari Si Kecil Doa Memohon Ilmu Bermanfaat
Parenting
Anak Sudah Kenal Huruf, Cynthia Lamusu Bahagia tapi Bingung
Parenting
Daur Hidup Lalat dari Telur hingga Pupa, Yuk Ajak Si Kecil Mempelajarinya
Parenting
Perbedaan Usia Anak Terpaut Jauh, Ini Cara Mona Ratuliu Lakukan Bonding Time
Parenting
Berapa Usia Ideal Anak Masuk TK A? Bunda Perlu Tahu Nih
7 Foto
Parenting
7 Potret Natarina Anak Taufik Hidayat yang Kini Beranjak Dewasa
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
9 Tanda Orang Tua Terlalu Keras kepada Anak Menurut Psikolog
Tanda-tanda Anak Mengalami Kecemasan, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Anak Sering Menangisi Hal Kecil? Ketahui Penyebab & Cara Mengatasinya