parenting

Kisah Bocah 8 Tahun yang Tetap Ceria Meski Tak Punya Kaki

Asri Ediyati Kamis, 31 May 2018 04:03 WIB
Kisah Bocah 8 Tahun yang Tetap Ceria Meski Tak Punya Kaki
Ohio, AS - Keterbatasan fisik memang bukan halangan bagi siapapun untuk bisa bahagia dan berkarya. Seperti gadis cilik berusia delapan tahun bernama La'Mareea ini. Meski lahir tanpa kaki yang normal, ia bisa bermain dan ceria seperti anak-anak lainnya.

"Saya diberitahu dokter pada usia 16 minggu kehamilan bahwa La'Mareea akan lahir dengan sindromr regresi kaudal. Emosi saya saat itu begitu kacau. Saya diberitahu bahwa anak saya tidak akan memiliki kaki saat saya menjalani USG. Saya memandang ibu saya yang menemani saya dan kami mulai menangis. Tidak ada waktu untuk berpikir, mereka menawari saya aborsi kemudian dan jelas saya menolaknya," kata ibu La'Mareea, Angela Neal, dikutip dari Love What Matters.

Menurut National Organization of Rare Disease (NORD), sindrom regresi kaudal adalah istilah luas untuk gangguan kompleks langka yang ditandai dengan perkembangan abnormal ujung tulang belakang bagian bawah (kaudal). Sindrom regresi kaudal bisa menyebabkan kasus penyakit dengan gejala ringan hingga kasus dengan komplikasi berat, melumpuhkan atau berpotensi mengancam nyawa. Dalam kasus La'Mareea, ia nggak memiliki tulang paha di satu sisi, tulang betis, tulang ekor, dan mengalami skoliosis berat serta kelainan pada lengannya.


Setelah dilahirkan, dari tahap awal La'Mareea punya masalah dengan makan serta mengalami sakit kuning dan refluks. Ketika tumbuh lebih besar, La'Mareea membutuhkan operasi pembedahan usus karena dia terus sembelit sampai nggak bisa buang air besar. Ia juga mengalami muntah hebat.

Kisah Bocah 8 Tahun yang Tetap Ceria Meski Tak Punya Kaki/ Kisah Bocah 8 Tahun yang Tetap Ceria Meski Tak Punya Kaki/ Foto: Angela Neal via Love What Matters


Pada usia 3 tahun La'Mareea mulai merasakan sakit dan dia didiagnosis mengalami penyumbatan di empedu dan pankreatitis. Ia mengalami penyumbatan berbahaya yang disebut kista koledokal. Dengan berat badan hanya 10 kg di umur hampir 4 tahun La'Mareea disebut gagal tumbuh. Dokter pun memutuskan La'Mareea harus dioperasi saat usianya 3 tahun.

"Karena ketidakmampuannya untuk berkembang, kami harus menunggu operasi atau mengambil risiko besar. Kesehatannya yang nggak baik menyebabkan keterlambatan operasi. Kami menghabiskan waktu enam bulan di Rumah Sakit Anak Columbus menunggu bolak-balik untuk mencari penyebab sakitnya La'Mareea, menjalani operasi dan memulihkan diri," tutur Angela.



Kakak lelaki La'Mareea, Nathaniel menjadi bagian penting dari pertumbuhan La'Mareea. Dia menjadi pelindung dan menolong ketika adik kecilnya itu nggak bisa melakukan sesuatu sendiri. So sweet banget ya, Bun. Terlebih menjadi saudara kandung anak berkebutuhan khusus pastinya bukan sesuatu yang mudah buat bocah tersebut.

Kisah Bocah 8 Tahun yang Tetap Ceria Meski Tak Punya Kaki/ Kisah Bocah 8 Tahun yang Tetap Ceria Meski Tak Punya Kaki/ Foto: Angela Neal via Love What Matters


"La'Mareea telah berkali-kali mengunjungi Rumah Sakit Anak sejak kelahirannya. Dia sekarang adalah seorang gadis cilik 8 tahun dengan banyak cerita positif dan beberapa yang sedih. Dua operasi, dua transfusi darah, dan lebih dari lima tahun kunjungan bolak-balik ke rumah sakit. Ia melakukannya lebih baik daripada yang bisa kami bayangkan. Musim dingin adalah yang paling menakutkan bagi kita, virus mana pun mengirimnya kembali ke rumah sakit dan menyebabkan masalah pada pankreas, tetapi kita berhasil melewati musim dingin lalu tanpa kunjungan ke UGD," kata sang ibu.

Angela bilang, anaknya itu pernah sedih dan bertanya mengapa dia nggak bisa memiliki kaki atau melakukan semua hal yang dapat dilakukan teman-temannya. Akan tetapi La'Mareea selalu menghibur dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa ketika dia tiba di surga, dia akan menjadi sempurna dan Tuhan akan memberikan kakinya. Hiks.

"Dia telah menahan rasa sakit dari kata-kata orang yang mengejeknya di sekolah karena tidak memiliki kaki. Dia mengatakan kepada saya bahwa seorang anak laki-laki bilang kepadanya bahwa dia tidak dapat melakukan apa-apa karena dia tidak memiliki kaki, tentu saja itu menyakitkan," kata Angela.

Namun, bagaimana pun Angela selalu memberi pengertian ke gadis ciliknya itu bahwa akan ada kelebihan yang lain yang dimiliki La'Maree meski ia tak punya kaki yang sempurna.

"Saya tidak pernah melihat putri saya berbeda, saya selalu menganggapnya luar biasa. Saya tidak membiarkan dia menyerah tentang apa yang tidak dia miliki. Sungguh menakjubkan bagi saya bahwa beberapa anak yang paling bijaksana dan penuh kasih adalah mereka yang paling menderita," lanjut Angela.

La'Mareea adalah anak yang spesial. Dia baru-baru ini diterima di Muskingum County Performing Arts yang akan meneruskan transkrip sekolah menengahnya untuk kuliahnya kelak. Dia telah dipilih beberapa tahun terakhir untuk bernyanyi di kontes bakat di sekolah.

"Dia memiliki semangat seorang pemimpin dan seorang pemenang. Saya tidak hanya mengatakan ini sebagai ibunya. Saya melawan rasa sakit yang kadang-kadang muncul sebagai kemarahan, karena dia tidak memiliki kehidupan yang mudah. Dia belum pernah bertemu ayahnya, dia bi-rasial dan dia tidak memiliki kaki. Dunia ini bisa sangat kejam, tetapi tidak peduli apa yang dia alami, dia selalu memiliki senyum di wajahnya," tutup Angela.

(aci/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi