Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Anak Bertanya Kenapa Semua Harga Barang Naik? Ini Cara Menjelaskannya

Kinan   |   HaiBunda

Sabtu, 07 Mar 2026 16:15 WIB

Tips Memahami Gaya Belajar Anak
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Jacob Wackerhausen
Daftar Isi
Jakarta -

Pernahkah Si Kecil bertanya pada Bunda tentang kenapa harga-harga barang bisa naik? Ada cara sederhana untuk menjelaskan tentang inflasi dan dampak pada kenaikan harga barang lho, Bunda. 

Ya, sebenarnya anak-anak mungkin belum bisa memahami sepenuhnya tentang arti inflasi. Namun mereka dapat melihat dampak yang ditunjukkan oleh orang tua, termasuk membuat stres, serta mengurangi anggaran belanja bulanan dan uang saku anak. 

Meskipun dampak ekonomi dari inflasi terasa berat, situasi ini juga menjadi kesempatan untuk membantu anak memahami perekonomian dan pentingnya menerapkan perencanaan keuangan yang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mungkin tidak ada cara yang benar-benar sempurna untuk menjelaskan tentang inflasi kepada anak, tetapi para ahli meyakini bahwa memulai percakapan tentang uang sejak dini bisa sangat bermanfaat.

Penulis buku The Everything Kids' Money Book, Brette Sember mengatakan bahwa diskusi tentang inflasi dapat membantu anak-anak lebih memahami kesulitan keuangan yang dialami keluarga.

"Anak-anak mungkin pernah melihat orang tua mereka stres atau khawatir tentang uang. Menjelaskan tentang inflasi pun dapat membantu mereka memberi nama pada situasi tersebut dan memahami apa yang sedang terjadi," ungkap Sember, dikutip dari Parents.

Apa itu inflasi?

Dari laman resmi Bank Indonesia (BI), disebutkan bahwa inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.

Jadi, kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya. 

Di Indonesia, perhitungan inflasi dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). BPS melakukan survei untuk mengumpulkan data harga dari berbagai macam barang dan jasa yang dianggap mewakili belanja konsumsi masyarakat.

Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung tingkat inflasi dengan membandingkan harga-harga saat ini dengan periode sebelumnya.

Dampak inflasi terhadap keseharian anak

Menjelaskan tentang inflasi dan kenaikan harga pada anak sering kali tidak bisa menggunakan data ekonomi dan angka-angka yang rumit. 

Sebaliknya, Sember menyarankan orang tua untuk memulai percakapan dari hal-hal yang dipahami oleh anak. Termasuk seperti bagaimana inflasi memengaruhi kehidupan sehari-hari keluarga. Misalnya, liburan keluarga yang batal dan anggaran belanja bahan makanan yang dikurangi.

Sember menambahkan bahwa menggunakan contoh harga barang yang umum, seperti bensin, dan mengaitkannya dengan perubahan dalam kehidupan keluarga juga dapat menjadi cara yang baik untuk mulai menjelaskan inflasi kepada anak.

"Harga bensin naik dan membuat biaya mengendarai mobil menjadi lebih mahal, jadi kita mungkin akan lebih sering berjalan kaki," imbuh Sember. 

Menurutnya, bensin merupakan salah satu contoh kenaikan harga yang memengaruhi banyak lingkup, termasuk dalam keluarga.

"Jelaskan bahwa keluarga mungkin akan berusaha mengurangi penggunaan bensin. Jadi mungkin keluarga akan mencoba sesekali naik kendaraan umum, atau mungkin ada hari-hari tertentu ketika kita memutuskan untuk tidak bepergian sama sekali," ujarnya.

Apa penyebab inflasi?

Laman BI menyebutkan bahwa jika anak ingin mengetahui lebih banyak tentang inflasi, Bunda dapat memberikan penjelasan tambahan tentang apa yang menyebabkan inflasi dan bagaimana dampaknya terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Inflasi terjadi karena berbagai alasan, tetapi secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori utama: 

1. Demand-pull inflation

Hal ini terjadi ketika inflasi disebabkan oleh tekanan dari sisi permintaan atau meningkatnya permintaan barang dan jasa relatif terhadap ketersediaannya.

Dengan kata lain, hal ini terjadi ketika pasokan produk atau jasa tidak mampu memenuhi permintaan. Sebagai contoh, ada 9 anak yang ingin membeli es krim, tetapi hanya tersedia cukup es krim untuk membuat 5 porsi.

Toko es krim mungkin akan menaikkan harga karena jumlah produk yang bisa dijual lebih sedikit, karena mereka tahu bahwa beberapa pelanggan bersedia membayar lebih demi keinginan makan es krim. 

2. Cost-push inflation

Cost-push inflation terjadi ketika ada tekanan dari sisi penawaran atau peningkatan biaya produksi.

Beberapa faktor penyebabnya meliputi nilai tukar mata uang, dampak inflasi luar negeri, peningkatan harga komoditas yang diatur pemerintah, serta negative supply shocks karena bencana alam atau gangguan dalam distribusi.

Dalam contoh toko es krim tadi, cost-push inflation bisa terjadi jika harga bahan baku seperti susu dan gula meningkat, sehingga pemilik toko es krim harus menaikkan harga agar tetap memperoleh keuntungan.

3. Ekspektasi inflasi

Ekspektasi inflasi adalah faktor yang dipengaruhi oleh persepsi dan harapan masyarakat serta pelaku ekonomi terhadap tingkat inflasi di masa depan. Faktor ini dapat memengaruhi keputusan konsumen, investor, dan pelaku ekonomi lainnya.

Cara menjelaskan inflasi kepada anak

Untuk menjelaskan tentang inflasi dan kenaikan harga barang kepada anak sebaiknya dilakukan dengan bahasa sederhana ya, Bunda. 

Selain menggunakan perumpamaan dengan toko es krim tadi, ada beberapa cara lain yang bisa Bunda gunakan:

1. Mulai dari contoh yang dekat dengan kehidupan anak

Gunakan contoh yang sering anak rasakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk harga jajanan yang naik. Dengan contoh nyata, anak akan lebih mudah memahami bahwa perubahan harga sangat umum terjadi.

2. Gunakan bahasa sederhana

Untuk anak yang usianya masih kecil, Bunda bisa menjelaskan tentang arti inflasi dengan bahasa yang mudah dimengerti. Misalnya, cukup sampaikan bahwa inflasi adalah keadaan ketika harga banyak barang menjadi lebih mahal dari sebelumnya.

Sebaiknya untuk anak-anak, hindari penggunaan istilah ekonomi yang terlalu rumit.

3. Kaitkan dengan kehidupan keluarga

Jelaskan juga bagaimana kenaikan harga memengaruhi kehidupan sehari-hari keluarga. Bunda bisa mengatakan bahwa naiknya harga-harga barang membuat keseharian di rumah perlu lebih hemat, termasuk saat belanja bulanan.

Hal ini membantu anak memahami situasi keluarga tanpa membuat mereka merasa takut.

Tapi, tetap tekankan bahwa harga barang naik adalah hal yang wajar dalam kehidupan ekonomi. Penjelasan ini membantu anak tidak merasa cemas berlebihan.

4. Ajarkan cara menyikapi inflasi

Gunakan kesempatan ini untuk mengajarkan anak tentang kebiasaan finansial yang baik sejak dini. Termasuk rutin menabung, mengatur uang saku serta lebih memilih-milih mana barang yang perlu dibeli dan tidak.

5. Libatkan anak untuk belajar hemat

Ada baiknya Bunda mulai mengajak anak untuk belajar berhemat sejak dini, tapi tak perlu terlalu berlebihan. 

Cara ini termasuk seperti belanja di pasar bersama dan memasak di rumah, membuat catatan sebelum pergi belanja, serta membandingkan harga sebelum membeli sesuatu. Dengan begitu, anak tidak hanya memahami inflasi tetapi juga belajar mengelola uang dengan bijak sejak dini.

"Ajak anak-anak terlibat dalam mencari cara untuk menghemat uang atau mengurangi pengeluaran. Hal-hal yang bisa mereka bantu akan terasa tidak terlalu menakutkan," pesan Sember.

Itulah penjelasan tentang cara menjelaskan saat anak bertanya kenapa semua harga barang naik. Semoga bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda