HaiBunda

PARENTING

Ini tentang Mengajak Anak Salat Berjamaah di Masjid

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Jumat, 15 Jun 2018 16:43 WIB
Ini tentang Mengajak Anak Salat Berjamaah di Masjid/ Foto: AFP Photo/Joel Saget
Jakarta - Bunda pernah nggak mengalami momen bimbang mau ajak anak salat Ied saat Idul Fitri atau Idul Adha tapi khawatir anak rewel. Ya, soalnya anak masih balita dan kita khawatir rewelnya si kecil bisa mengganggu orang lain.

Hmm, sebenarnya kalau dari sisi perkembangan anak, di usia berapa ya si kecil udah bisa diajak salat Ied misalnya saat hari raya Idul Fitri? Menurut psikolog anak dari Tiga Generasi, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, salat Idul Fitri tak jarang dilakukan di lapangan terbuka atau masjid dan memakan waktu yang nggak sebentar karena ceramah dan lainnya. Nah, kondisi ini mungkin dapat memengaruhi kenyamanan anak terutama yang masih berusia balita.

"Karena itu orang tua sebaiknya mempertimbangkan hal ini, selain ada kemungkinan membuat anak tidak nyaman dan juga mengganggu orang lain. Pengalaman ibadah yang menyenangkan bagi anak akan membentuk sikap positif anak terhadap momen ibadah tersebut dan begitu pula sebaliknya," papar Vera saat ngobrol dengan HaiBunda.




Sedangkan menurut psikolog pendidikan, Orissa Anggita Rinjani sebenarnya ini bukan hanya terkait salat Idul Fitri aja, Bun, tetapi bagaimana orang tua mengajak anak ke masjid atau beribadah secara umum. di satu sisi, kita mau anak dekat dengan tempat ibadah dan Tuhannya. Di sisi lain namanya anak-anak pasti lebih sulit duduk tenang atau tidak berisik jika dibandingkan orang dewasa.

"Jalan tengahnya adalah bagi orang tua yang ingin bawa anaknya beribadah di tempat umum seperti salat Ied dan lainnya. Disarankan latih dulu adab untuk salat di rumah. Apa sudah bisa belum di rumah mengikuti gerakan salat dan diminta tenang untuk beberapa waktu? Kalau udah bisa baru kita ajak salat yang lainnya," papar psikolog yang akrab disapa Ori ini.

Coba deh salat berdampingan dengan si kecil, senantiasa ingatkan adab salat dan adab salat di mesjid seperti apa. Psikolog dari Rumah Dandelion ini lebih menyarankan pilih tempat yang agak belakang atau dekat dengan pintu keluar ketika mengajak anak salat di tempat umum, Bun.

"Jadi kalau sampai nangis atau teriak-teriak anak lebih mudah dialihkan. Namun, di sisi lain orang dewasa lain yang berada di sekitar orang tua anak tersebut juga perlu toleransi," tutur Ori.

Misal nih, ketika kita lagi salat ada anak lalu lalang, menangis, mondar-mandir dengan temannya dan berteriak kita pun harus sabar menghadapinya. Karena, bagaimanapun mereka masihanak-anak ya? Bun, yang masih belajar dan meraba semua hal.
(aml/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK