parenting

Kanker Otak Membuat Anak 7 Tahun Ini Kehilangan Kelincahannya

Nurvita Indarini Selasa, 26 Jun 2018 15:50 WIB
Kanker Otak Membuat Anak 7 Tahun Ini Kehilangan Kelincahannya
Jakarta - Penyakit serius nggak ada yang tahu, Bun, bagaimana datangnya. Ya, nggak akan ada yang menyangka anak yang lahir sehat dan tumbuh lincah ini akan kehilangan kemampuan motorik kasarnya.

Sungguh seperti petir di siang hari anak yang dulunya lincah berlari ke sana ke mari seperti anak-anak lainnya itu kehilangan kemampuannya. Itu terjadi karena kanker otak yang dialami bocah bernama Andra itu.

Sang bunda, May, menuturkan saat Andra berusia tiga tahun, tiba-tiba mengalami demam dan muntah. Selain itu, jalan Andra juga miring seperti hilang keseimbangan.





Semua berjalan begitu cepat. Dari hasil pemeriksaan dan CT scan, ternyata Andra mengalami kanker otak di bagian cerebellum atau otak kecilnya bernama medulloblastoma grade IV dan cairan menumpuk di kepala (hidrocepalus). Operasi pengangkatan tumor pun harus segera dilakukan.

Setelah operasi, Andra kecil dirawat di PICU. Kala itu Andra tidak memberikan respons saat tangannya dipegang oleh ibunya. May berusaha keras tidak menangis di depan anaknya.

"Langsung sepintas lewat di pikiran masa-masa Abang Andra masih bisa berdiri, berjalan dan berlari-lari lincah, salah satunya setiap pulang kerja Abang Andra selalu berlari senang menyambut," tutur May pilu.

[Gambas:Instagram]



Melihat kondisi anaknya, May lantas merasa sangat bersalah. Ya, ibu mana sih yang tega melihat buah hatinya terbaring sakit, apalagi sakitnya serius.

Singkat cerita, Andra harus menjalani sejumlah operasi. Misalnya saja, dia harus menjalani operasi pemasangan pompa VP Shunt di kepala untuk membantu menyedot cairan berlebih di kepalanya.

Di usia yang masih balita, Andra harus menjalani radioterapi selama 30 kali. Kala itu, biaya operasi dan radioterapi menggunakan dana pribadi. Sebab saat itu belum ada BPJS dan kondisinya mendesak. May menggunakan berbagai cara untuk membiayai pengobatan anaknya, dari menggunakan tabungan hingga menjual aset dan meminjam uang dari tempat kerja.




Meski tumor ganas di otak kecil Andra sudah diangkat, tapi hal itu membuatnya menjadi seperti bayi lagi. Dia tidak bisa duduk, berdiri, maupun berjalan sendiri. Alhasil Andra harus menjalani sejumlah terapi.

"Total sudah 4 tahun Andra berjuang dan semangat menjalani terapi-terapinya secara rutin. Namun sampai sekarang Andra belum bisa berdiri dan berjalan sendiri lagi," sambung May.

Sejauh ini, Andra sudah bisa duduk sendiri meskipun belum stabil. Nggak cuma itu, pasca operasi, mata Andra juga jadi juling dan tidak fokus. Karena itulah Andra harus rutin kontrol ke dokter mata anak.

[Gambas:Instagram]



Seharusnya terapi dan kunjungan ke dokter spesialis tidak berhenti. Soalnya kalau berhenti maka motorik Andra akan mundur kembali. Nah, ini jadi tantangan sendiri bagi keluarga, karena ada yang tidak bisa pakai BPJS.

Meski sakit serius, tapi semangat Andra layak diacungi jempol lho. Andra minta sekolah di TK umum, meskipun kebanyakan aktivitasnya lebih banyak duduk di dalam kelas. Andra juga nggak minder walaupun harus dipegangi dan dibantu saat berdiri dan berjalan. Hebat, Andra!

Nah, bagi Bunda yang ingin membantu terapi Andra, bisa turut menyalurkannya di sini. Update perkembangan Andra bisa disimak di Instagram sang bunda: @may_andraganin (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi