parenting

Ini Risiko Jika Pangku Anak Saat Main Perosotan

Amelia Sewaka Kamis, 28 Jun 2018 13:52 WIB
Ini Risiko Jika Pangku Anak Saat Main Perosotan
New York, AS - Saat di taman bermain, perosotan bisa jadi salah satu permainan yang disukai anak-anak. Meluncur dari ketinggian pastinya bikin si kecil happy. Cuma, ketika anak masih balita sering banget para bunda juga ikut meluncur di perosotan dengan memangku si kecil.

Ini pula yang dilakukan ibu dari New York, Heather Clare. Di tahun 2015, Heather dan si kecil Meadow yang saat itu berusia satu tahun main perosotan. Nggak diduga, kaki Meadow tertekuk hingga dia mengalami patah tulang kaki. Nggak ingin kondisi ini dialami anak lainnya, tiap tahun Heather selalu membicarakan lagi peristiwa yang pernah dia alami. Baru-baru ini, Heather mengunggah fotonya bersama Meadow sedang asyik main perosotan.

Di foto itu, kelihatan jelas kaki Meadow terjepit di antara paha sang bunda dan tepi perosotan tertekuk ke belakang. Duh, ngilu banget deh melihatnya, Bun. Dalam keterangan fotonya, Heather mengatakan apa yang dialami Meadow adalah cedera umum yang terjadi ketika orang tua memangku anak dan bermain perosotan. Sebelumnya Heather sempat melakukan hal serupa bersama anak pertamanya, Matthew. Untungnya, insiden nggak menimpa si sulung.






"Foto ini ketika kaki Meadow patah dan dia masih tetap tersenyum. Ya, karena momen itu terjadi tepat saat foto itu diambil," tulis Heather di Facebook-nya.

Setelah sadar ada yang salah dengan kaki Meadow, Heather segera pergi ke UGD. Dokter mengatakan cedera yang dialami Meadow umum sekali terjadi. Heather sendiri terkesiap karena setahu dia, memangku anak saat bermain perosotan sering banget dilakukan orang tua.

"Saya rasa tiap taman bermain harus memiliki tanda peringatan meskipun saya belum pernah melihatnya di taman bermain yang saya kunjungi. Tiap tahun saya berbagi foto ini dengan harapan rasa sakit yang dialami Meadow nggak terulang pada anak lain. Jangan pernah meluncur dari perosotan dengan anak di pangkuanmu. Itu tidak aman dan ini salah satu dari tiga alasan utama anak-anak masuk UGD pada musim semi dan musim panas," tutur Heather.

Sejak kejadian itu Heather memang lebih giat berkampanye supaya dipasang tanda peringatan orang tua nggak memangku anaknya ketika main perosotan di taman bermain. Tahun lalu sebuah penelitian menggunakan data dari National Electronic Injury Surveillance System (NEISS) yang mengumpulkan informasi dari penerimaan departemen gawat darurat di AS.

Disebutkan 352.698 anak di bawah usia enam tahun terluka saat bermain di perosotan di AS antara tahun 2005-2015. Sedangkan anak-anak berusia antara satu dan dua tahun berada pada risiko cedera tertinggi dan patah tulang kaki bawah adalah yang paling umum. Peneliti utama Charles Jennissen mengakui bahwa kebanyakan orang tua tidak sadar akan bahaya memangku anak saat di perosotan.



"Banyak orang tua dan pengasuh turun dengan anak kecil di pangkuan mereka tanpa memikirkannya lagi. Dalam banyak kasus yang pernah saya lihat, orang tua tidak tahu bahwa melakukan hal itu dapat memberi anak mereka luka yang signifikan. Mereka sering mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah melakukannya jika mereka tahu," kata Charles dilansir Essential Baby.

Wahyu Minarto dari Komunitas Safe Kids Indonesia juga memberikan poin penting nih, Bun, biar anak tetap aman dan nyaman saat bermain di playground atau taman bermain yaitu seperti mereview playground, amati kembali playground misalnya, kita cek lagi apakah perosotannya retak atau nggak, adakah ayunan yang talinya udah kurang layak dimainkan, lalu jangan lupa, lihat cuaca apakah terlalu panas atau mau hujan atau nggak.

Serta ketika tahu anak akan bermain di playground baik indoor atau outdoor, pilihkan pakaian yang sesuai ya, Bun. (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi