HaiBunda

PARENTING

Mengajarkan Konsep 'Sudah Besar' dan 'Masih Kecil' pada Anak

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Sabtu, 07 Jul 2018 19:05 WIB
Mengajarkan Konsep 'Sudah Besar' dan 'Masih Kecil' pada Anak/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Anak-anak terlebih usia balita biasanya udah mulai bisa menyahuti ketika kita bicara sesuatu. Misalnya aja terkait konsep 'masih kecil' dan 'sudah besar'. Pernah bingung saat mengajarkan konsep ini, Bun?

Contohnya seperti yang saya rasakan, Bun. Keponakan yang usianya balita saya mintai tolong mengambil sesuatu. Saat dia menolak saya berusaha merayunya nih dengan bilang, 'Kamu kan udah besar, bisa dong bantuin tante.' Benar aja, keponakan saya langsung mau membantu saya.

Tapi, suatu saat dia menolak ketika tablet PC-nya saya ambil karena udah terlalu lama memainkannya. 'Kan kamu masih kecil, main tab-nya nggak boleh lama-lama', kalimat itu keluar dari mulut saya. Eh tapi tahu nggak, Bun, apa yang disampaikan keponakan saya?




"Aku kan udah besar. Waktu itu tante bilang aku udah besar, kok sekarang aku dibilang masih kecil," ucapnya. Wah, mati kutu saya dibuatnya. Soal konsep besar dan kecil ini lantas saya tanyakan ke psikolog anak dari Tiga Generasi Fathya Artha Utami.

Kata Fathya, pada anak terutama di bawah usia 8 tahun konsep besar dan kecil untuk diri sendiri masih sulit dibayangkan oleh anak. Lalu, penjelasan yang nggak konsisten seperti kadang-kadang anak dibilang sudah besar tetapi di situasi lain dibilang masih kecil tentu biki anak bingung.

Hmm, jangankan anak, kata Fathya kadang aja kita orang dewasa saat menemui hal yang nggak konsisten pun pasti bingung kan, Bun? Untuk itu, sebaiknya ketika ingin mengenalkan atau memberi peraturan pada anak langsung pada perilaku apa yang diharapkan dan konsekuensi yang didapat dan menggunakan konteks usia yang konsisten.

"Misalnya soal tontonan, orang tua bisa mengatakan bahwa film tersebut belum sesuai sam umurnya adek, adek kan masih 4 tahun. Nah filmnya untuk anak usia 13 tahun, masih kurang banyak ya umurnya? Sabar ya kita nonton film lain yang untuk usia adek," kata Fathya.

Kemudian, misalnya ketika ia harus membereskan mainan, Fathya lebih menyarankan dibanding bilang ke anak dia sudah besar dan sudah semestinya membereskan mainannya, lebih baik katakan, "Habis main yuk kita beresin sama-sama mainannya supaya rapi dan adek bisa main yang lain".

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Kehamilan Amrikh Palupi

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

Mom's Life Amira Salsabila

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Parenting Asri Ediyati

Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya

Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu

Warga RI Usia 17 Tahun Akan Dapat Saldo Rp50 Ribu di Rekening, Ini Alasannya

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK