HaiBunda

PARENTING

Hal Simpel yang Bisa Jadi Bentuk Stimulasi untuk Anak

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Sabtu, 04 Aug 2018 15:00 WIB
Hal Simpel yang Bisa Jadi Bentuk Stimulai untuk Anak/ Foto: Dani Irawan
Jakarta -

Kita semua tahu stimulasi adalah salah satu bagian penting dalam perkembangan anak. Nah, sebenarnya hal-hal kecil yang dilakukan di rumah sudah bisa jadi bentuk stimulasi buat anak lho, Bun.

"Stimulasi itu bisa dibuat dengan cara yang sederhana dan bisa dilakukan sehari-hari di rumah. Ibu ngajak ngobrol anak itu hal yang paling dasar sekali. Lalu, kita bisa bermain dengan anak, nggak harus ada mainannya tapi bisa diajak bercerita, main tebak-tebakan," kata penggiat anak usia dini dari Rumah Dandelion, Carmelia Riyadhni SPsi di acara Media Gathering Buumi Playscape '1000 Hari Kehidupan Pertama Anak', di Buumi Playscape, Pacific Place, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

"Kadang orang tua bingung gimana sih cara mengajak main bayi baru lahir? Padahal, kita ngobrol, ajak nyanyi bayi aja udah bisa dibilang main dan tentunya stimulasi," tambah wanita yang akrab disapa Carmelia ini.

Dengan melakukan hal-hal kecil seperti itu otomatis kita bisa membantu anak memecahkan masalahnya sendiri (problem solving), bagaimana pola pikirnya dan cara ia berkomunikasi dengan orang lain. Contohnya, saat anak menangis, lalu membuka tangan biasanya dia minta gendong. Hal-hal seperti itu sebenarnya tanda anak sudah bisa berkomunikasi.


"Nah kalau kita aktif bermain, mau di playground atau di rumah, tentu hal tersebut akan membantu perkembangan anak dalam artian kalau misalnya stimulasi kita rajin lakukan untuk anak maka perkembangannya akan optimal. Optimal berarti sesuai dengan perkembangan di range usianya," tutur Carmelia.

Akan tetapi, Carmelia mengingatkan di samping stimulasi yang tepat, perkembangan anak yang optimal juga mesti didukung dengan asupan gizinya. Dua hal, gizi dan stimulasi itu selalu berdampingan.

Di kesempatan yang sama, dr Juwalita Surapsari SpGK menambahkan, stimulus yang diberi ke anak akan menambahkan sinapsis. Semakin banyak dan semakin kuat sinapsisnya maka perkembangan otak anak semakin bagus.

"Jadi jika anak diberikan stimulasi secara aktif, maka perkembangan otaknya akan optimal karena semakin kuat sinapsisnya," kata dr Juwalita.


(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Pulang dari Australia, Rini Yulianti Langsung Kumpul dan Kompak Lari Bareng Ririn Ekawati

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A

Mom's Life Melly Febrida

Bolehkah Sengaja Menanam Tanaman di Atas Kuburan?

Mom's Life Arina Yulistara

Potret Baby Kian, Anak Hanggini & Luthfi Aulia yang Wajahnya Masih Dirahasiakan

Parenting Annisa Karnesyia

Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Pulang dari Australia, Rini Yulianti Langsung Kumpul dan Kompak Lari Bareng Ririn Ekawati

Bolehkah Sengaja Menanam Tanaman di Atas Kuburan?

Potret Baby Kian, Anak Hanggini & Luthfi Aulia yang Wajahnya Masih Dirahasiakan

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A

Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK