HaiBunda

PARENTING

Bunda, Cari Tahu Perkembangan Otak si Kecil Yuk

Melly Febrida   |   HaiBunda

Minggu, 26 Aug 2018 15:00 WIB
Bunda, Cari Tahu Perkembangan Otak si Kecil Yuk/ Foto: thinkstock
Dublin - Sebagai orang tua kita sering lupa memperlakukan anak, seakan mereka sudah paham dengan yang kita mau. Padahal, otak anak belum 'sematang' orang dewasa.

Menurut Fred Ehresmann, dosen senior di bidang kesehatan mental di University of the West of England, saat lahir, otak manusia yang terbentuk itu ibaratnya baru separuh yang disatukan. Sisanya masih perlu dirakit, Bun.

Fred bilang proses membangun otak dari potongan-potongan yang tersisa inilah yang menjadi proses trial and error untuk mencoba sel otak. Selain itu mencari koneksi terkuat serta terefektif, dan mana yang tidak.


"Hubungan ini terjadi dengan kecepatan sekitar dua juta per detik dalam dua tahun pertama kehidupan. Pada akhir fase ini otak memiliki seratus triliun koneksi di seluruh selnya, kira-kira dua kali jumlah yang dibutuhkan dalam kehidupan dewasa," kata Fred seperti dilansir IrishTimes.

Seperti dikutip dari detikHealth, berat otak anak saat baru lahir sekitar 25 persen dari otak orang dewasa dan memiliki 100 miliar sel-sel otak yang belum terhubung dengan baik dan kuat. Sedangkan saat usia 6 tahun berat otak anak 95 persen otak orang dewasa.

Sebenarnya, cikal bakal otak anak awalnya hanya sebuah lempengan yang mulai terbentuk saat usia kehamilan 18 hari atau saat seseorang terlambat mendapatkan menstruasi 3 minggu. Pembentukan sel-sel otak ini mencapai puncak saat kehamilan 4-6 bulan.

Bunda, Cari Tahu Perkembangan Otak si Kecil Yuk/ Foto: thinkstock


Terlepas dari semua potensi di atas, kata Fred, itulah mengapa anak usia dua tahu belum memiliki pengalaman hidup yang cukup bagi otak untuk mengetahui apa yang harus dilakukan.

Menurutnya, manusia itu memiliki bentuk otak yang sudah matang ketika berusia 25 tahun, Bun. Jadi, otak manusia itu butuh waktu 25 tahun untuk berfungsi penuh untuk mengatasi kompleksitas kehidupan orang dewasa. Tapi meskipun struktur dasar otak lengkap pada usia 25 tahun, ia terus menyempurnakan dan beradaptasi sampai kita tutup usia.

Kata Fred, saat kita menghadapi tantangan dalam hidup, otak dengan dirinya sendiri terus-menerus memeriksa dan membuat perubahan saat belajar darinya. Saat itulah orang tua bisa mengajarkan trik-trik baru, karena biasanya trik itu dipelajari dalam keadaan sulit.

"Sebagai orang tua, kita benar-benar perlu mengetahui hal ini. Karena ini akan memberi salah satu kunci penting untuk menangani hal-hal dengan sukses," jelasnya.

Ada penelitian yang mengidentifikasi bahwa otak adalah organ sosial. Maksudnya, otak kita tumbuh, berkembang, dan belajar bercampur dengan hubungan sosial yang kaya pengalaman seumur hidup. Dengan kata lain, otak membutuhkan otak lainnya.

Fred bilang otak juga nggak sama dengan organ tubuh penting lainnya. Otak membutuhkan masukan dari dunia luar pada umumnya, dan orang lain khususnya, sehingga koneksi dan strukturnya berkembang untuk melakukan tugasnya dan membantu berfungsi secara sosial.

(nwy)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Ciri Kepribadian Orang Berkarakter Kuat, Sering Menolak Lakukan Hal Ini

Mom's Life Amira Salsabila

Terpopuler: Potret Bridal Shower Gisela Cindy Jelang Nikah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kadar Hormon di Awal Kehamilan Diduga Berkaitan dengan IQ Anak

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Cara Mengenali Orang dengan 'Energy Vampire' yang Bikin Lelah saat Menghadapinya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang Santai dan Menyenangkan untuk Diajak Berteman Menurut Piskologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Tampan Zhang Linghe di Balik Layar Drama China 'Overdo'

Kadar Hormon di Awal Kehamilan Diduga Berkaitan dengan IQ Anak

7 Ciri Kepribadian Orang Berkarakter Kuat, Sering Menolak Lakukan Hal Ini

Terpopuler: Potret Bridal Shower Gisela Cindy Jelang Nikah

Cara Mengenali Orang dengan 'Energy Vampire' yang Bikin Lelah saat Menghadapinya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK