HaiBunda

PARENTING

Mendidik Anak dengan 'Keras' agar Berprestasi, Yes or No?

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Kamis, 13 Sep 2018 17:00 WIB
Mendidik Anak dengan 'Keras' agar Berprestasi, Yes or No?/Foto: Istock
Jakarta - Semua orang tua pasti ingin anaknya berprestasi. Hanya kadang, berbagai cara dilakukan untuk mencapai itu termasuk bersikap 'keras' pada anak. Misalnya, anak dipaksa ikut les ini itu atau berlatih sesuatu padahal anak melakukannya dengan setengah hati. Dengan kata lain anak harus mengikuti semua kata orang tuanya.

Memang ini kembali lagi ke masing-masing orang tua. Ada yang bertindak 'keras' ke anak supaya mereka jadi orang yang tangguh tapi ada juga orang tua yang nggak mau 'menggembleng' anak berlebihan. Psikolog anak, remaja, dan keluarga dari Tiga Generasi, Samanta Ananta, mengatakan mendidik anak dengan 'keras' demi jadi orang yang berprestasi dan membanggakan orang tua memang masih jadi perdebatan, ada yang pro namun tidak sedikit yang kontra.

"Pada beberapa budaya, dipercaya untuk membentuk karakter anak dapat diraih dengan disiplin yang sangat keras. Bahkan tak jarang ada yang menggunakan kekerasan fisik juga," papar Samanta saat ngobrol dengan HaiBunda.



Namun, kata Samanta beberapa hasil penelitian menyatakan pola pendisiplinan yang paling efektif adalah disiplin positif. Disiplin positif berfokus pada penguatan positif (positive reinforcement) di mana orang tua fokus pada perilaku yang ingin ditampilkan anak dengan menghindari hukuman fisik.

"Sebab hukuman fisik tidak efektif dalam pembentukan perilaku apalagi karakter anak. Anak-anak yang besar dengan mengalami pola pendisiplinan yang diterapkan dengan penggunaan hukuman fisik cenderung lebih rentan stres," tutur Samanta.

Ya memang sih, orang tua mana yang nggak bangga saat melihat anaknya cerdas dan berprestasi. Tapi jangan sampai karena ambisi kita sebagai orang tua, anak berprestasi karena terpaksa ya, Bun. Psikolog pendidikan Mia Marissa Kumala beberapa waktu lalu bilang anak punya kecerdasan yang bervariasi.

Kata Mia, menurut Howard Gardner ada kecerdasan logis-matematis, kecerdasan interpersonal, kecerdasan linguistik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan spasial, kecerdasan musikal, kecerdasan naturalis, dan kecerdasan kinestetis. Sebagai orang tua nggak sepatutnya kita memaksa anak supaya punya kecerdasan sama dengan orang tuanya. Karena ingat, tiap anak unik dan punya kemampuan masing-masing.

"Sebaiknya orang tua memahami bahwa kecerdasan anak bervariasi. Bisa dikembangkan di aspek yang lain. Kita sebagai orang tua perlu menerima dan menghargai kemapuan anak. Anak jangan sampai jadi ambisi orang tuanya," saran Mia.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A

Mom's Life Melly Febrida

Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya

Parenting Annisa Karnesyia

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Kehamilan Amrikh Palupi

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A

Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya

Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu

Warga RI Usia 17 Tahun Akan Dapat Saldo Rp50 Ribu di Rekening, Ini Alasannya

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK