HaiBunda

PARENTING

8 Fakta Diet Bebas Gluten dan Kasein untuk Anak Autis

SIti Hafadzoh   |   HaiBunda

Kamis, 20 Sep 2018 08:57 WIB
8 Fakta Diet Bebas Gluten dan Kasein untuk Anak Autis/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Diet untuk anak autis jadi salah satu hal yang perlu diperhatikan orang tua dengan anak autisme. Soal diet untuk anak autis salah satu hal yang sering didengar adalah anak autis harus menghindari makanan yang mengandung gluten dan kasein.

Ternyata diet ini tidak mudah dilakukan lho, Bun. Ditambah lagi, beberapa ahli berpendapat, diet gluten dan Kasein untuk anak autis tidak sepenuhnya efektif.

"Terapi biomedik termasuk diet bebas kasein, bebas gluten, bebas gula, hiperbarik, vitamin dan suplemen seperti vitamin B6, B12, magnesium, dan omega free fatty acid belum didukung bukti ilmiah yang kuat untuk direkomendasikan sebagai pengobatan gangguan sindrom autistik (GSA)," tegas psikiater anak dan remaja di Klinik Tumbuh Kembang & Edukasi Terpadu RS Pondok Indah, dr Ika Widyawati SpKJ(K) kepada detikHealth.


Dilansir Parents, ada diet untuk anak autis yaitu Gluten-Free Cassein-Free Diet (GFCF). Dalam diet ini, anak dengan autisme diminta menghindari makanan mengandung gluten dan kasein. Nah, berikut ini 8 fakta tentang GFCF yang perlu Bunda tahu.

8 Fakta Diet Bebas Gluten dan Kasein untuk Anak Autis /Foto: Shutterstock
1. Diet ini Sangat Ketat

Jika Bunda memilih diet jenis ini untuk si kecil, artinya si kecil sama sekali tidak boleh mengonsumsi makanan yang mengandung gluten dan kasein. Apa saja sih makanan itu? Gluten ada pada makanan yang terbuat dari tepung, seperti roti. Kasein ada dalam produk susu seperti margarin, keju, es krim. Terdengar agak repot ya, Bun?

2. Penelitiannya Beragam

Penelitian di tahun 2009 tidak menunjukkan ada bukti kuat terkait diet ini. Sedangkan, penelitian di tahun 2010 yang dilakukan di Denmark menunjukkan perkembangan yang signifikan pada anak dengan autisme usia 4-11 tahun setelah 8, 12, dan 14 bulan menjalani diet ini.

3. Tidak Ada yang Tahu Bagaimana Diet ini Bisa Membantu

Salah satu teori menyebutkan anak dengan autisme tidak dapat mencerna gluten dan kasein dengan baik. Tapi beberapa dokter tidak setuju dengan teori ini. Teori lain mengatakan anak-anak autis hanya tidak nyaman dengan intoleransi gluten dan Kasein.

8 Fakta Diet Bebas Gluten dan Kasein untuk Anak Autis /Foto: Thinkstock
4. Tidak Semua Anak Berhasil Jalani Diet GFCF

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Autism Speaks, sebagian anak dengan autisme mengalami beberapa jenis gejala pencernaan. Mungkin kasein dan gluten dapat menyebabkan peradangan saluran pencernaan dan alergi pencernaan yang dapat memperburuk kondisi mereka. Anak-anak yang mengalami alergi dan gejala pencernaan kronis sepertinya akan terbantu dengan diet ini, Bun.



5. Coba Tanyakan Pada Ahli

Bunda, coba konsultasikan pada praktisi kesehatan tentang diet untuk anak autis. Dokter dapat membantu Bunda untuk mengetahui apakah si kecil membutuhkan asupan nutrisi lain juga membantu mengatur pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi si kecil.

8 Fakta Diet Bebas Gluten dan Kasein untuk Anak Autis /Foto: thinkstock
6. Awalnya Akan Terasa Sulit

Menghindarkan si kecil dari makanan mengandung gluten dan kasein bukan hal yang mudah lho, Bun. Apalagi, makanan yang disukai anak-anak seperti es krim, kue, keju, cokelat, dan lain-lain sebagian besar mengandung gluten dan kasein. Solusinya, Bunda bisa mengenalkan makanan pengganti pada anak misalnya roti bebas gluten.

7. Bunda Harus Bersabar Ya

Mungkin pada beberapa anak dengan autisme, perubahan langsung terlihat setelah melakukan diet ini selama beberapa minggu. Jika diet ini belum berhasil pada si kecil setelah berbulan-bulan, Bunda perlu bersabar senggaknya selama 6 bulan.

8. Belum Tentu Cocok untuk Anak

Sebelum anak dengan autisme menerapkan diet ini, ada baiknya Bunda mencatat perilaku anak lebih dulu misalnya berapa kata yang diucapkan anak dan seberapa sering dia tantrum? Kemudian, setelah melakukan diet, lihat perkembangan mereka. Jika nggak ada perubahan, mungkin diet ini tidak cocok untuk si kecil, Bun.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Terbaru Ashanty Mantap Berhijab Usai Naik Haji, Curi Perhatian Publik

Mom's Life Amira Salsabila

7 Potret Rumah Baru Aaliyah & Thariq Halilintar, Hangat & Homey Banget

Mom's Life Amrikh Palupi

150 Nama Bayi Terinspirasi Musim dan Artinya untuk Anak Laki-laki & Perempuan

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Skin to Skin Usai Melahirkan Bantu Tenangkan Bayi, tapi Tak Turunkan Risiko Kuning

Kehamilan Amrikh Palupi

Dampak Psikologis di Balik Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali

Parenting Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Anak Mulai Berkata Kasar? Begini Cara Menyikapinya Menurut Harvard

Dampak Psikologis di Balik Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali

5 Potret Terbaru Ashanty Mantap Berhijab Usai Naik Haji, Curi Perhatian Publik

Skin to Skin Usai Melahirkan Bantu Tenangkan Bayi, tapi Tak Turunkan Risiko Kuning

7 Rekomendasi Dispenser Air Dingin Hemat Listrik, Praktis untuk Cuaca Panas

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK