kehamilan

Diet Agar Badan Nggak Melebar Saat Hamil, Aman Nggak Ya?

Amelia Sewaka 13 Des 2017
Diet Agar Badan Nggak Melebar Saat Hamil, Aman Nggak Ya?  (Foto: Thinkstock) Diet Agar Badan Nggak Melebar Saat Hamil, Aman Nggak Ya? (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ketika hamil, ada beberapa ibu yang menjalankan diet dengan tujuan supaya badannya nggak kebablasan melebar. Tapi, apakah boleh ibu hamil menjalankan diet?

"Diet sendiri pengertiannya bukan tidak boleh makan, melainkan pengaturan pola makan dan paling tidak tidak makan sampai kenyang itu adalah diet," papar dr Michael Triangto, SpKO, yang ditemui di Rumah Sakit Mitra Kemayoran beberapa waktu lalu.

dr Michael mengatakan dalam keadaan hamil tentunya ibu mengonsumsi makanan tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk kesehatan janinnya. Dengan demikian diet ketat dengan membatasi semua asupan tidak dianjurkan untuk dilakukan.


"Tapi tidak berarti juga boleh makan sebanyak-banyaknya. Jadi makan dalam porsi dan jumlah yang cukup aja," ungkap dr Michael.

Nggak cuma saat hamil, terkadang para bunda yang sudah melahirkan atau lagi menyusui juga ingin menurunkan berat badannya seperti semula lho. Kalau membatasi asupan makanan setelah melahirkan gimana, Dok?

"Sebenarnya sah aja dan justru dalam waktu 3 bulan pertama itu paling mungkin untuk mengembalikan fisik ke keadaan semula," ujar dr Michael.

Kata dr Michael, walaupun ibu sedang menyusui namun bukan berarti nggak boleh berolahraga. Nah, kadang pengertian olahraga inilah yang suka salah di mata mereka yang sedang ingin menurunkan berat badan.

"Kebanyakan orang pikir olahraga itu harus berat, no pain no gain. Padahal nggak segitunya dan itu bisa jadi berlaku hanya untuk orang biasa (bukan untuk ibu hamil dan menyusui) dan atlet," ungkap dr Michael.

Sebenarnya ada olahraga yang bisa dilakukan untuk para ibu hamil dan menyusui, yaitu sport therapy. "Olahraga yang kita lakukan tujuannya untuk sehat. Misal lagi ASI, payudara besar dan ibu tersebut disuruh lari, terguncanglah payudaranya dan membuat puting tergesek bikin sakit. Tapi kalau yang biasa saya anjurkan ke pasien saya pakai mini cycle seperti ini, nggak masalah," papar dr Michael.



Si ibu tidak akan mengalami guncangan apa-apa namun tetap latihan kardio. Ibu tetap melakukan gerakan namun tidak berlebihan.

"Banyak melakukan gerakan yang berlebihan yang membuat panggul dan sendi jadi lebih longgar, sebenarnya itu yang bikin bisa cedera. Selama semua gerakannya tidak agresif sebetulnya tidak masalah ibu hamil untuk berolahraga," tutur dr Michael.

Sementara untuk ibu menyusui, olahraga high impact, olahraga ekstrem, atau zumba sekalipun lebih baik dihindari. Kenapa? Karena dikhawatirkan nanti ada ketidakseimbangan pada otot-otot yang bila dilakukan suatu gerakan agresif akan berpotensi menimbulkan cedera. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi