parenting

Aturan Pemakaian Gadget untuk Anak

dr Jolinda Johary Minggu, 07 Oct 2018 11:04 WIB
Aturan Pemakaian Gadget untuk Anak
Jakarta - Di zaman yang serba modern ini, penggunaan gadget sudah tidak bisa dipisahkah dari kehidupan sehari-hari. Jika tidak menggunakan gadget sehari saja seperti ada yang kurang ya, Bun. Bahkan, hampir semua kegiatan yang dilakukan membutuhkan penggunaan teknlogi yang satu ini.

Dengan beragam fitur yang ditawarkan di gadget banyak orang tua membiarkan anak-anaknya memakai gadget. Memang, nggak salah memberi gadget ke anak karena dengan begitu anak akan lebih melek teknologi. Kemudian, minat belajarnya pun bisa dipancing melalui berbagai fitur di gadget.

Namun, di balik manfaat tersebut tentunya ada dampak yang kurang baik dari penggunaan gadget. Tugas Bunda dan Ayah sebagai orang tua pastinya selalu memantau dan memberi gadget pada anak di waktu yang tepat. Untuk lebih memahami tentang usia tepat anak dibolehkan main gadget, simak penjelasaanya berikut ini ya, Bun.




0-2 Tahun

Ilustrasi anak pakai gadgetIlustrasi anak pakai gadget Foto: dok.HaiBunda
Menurut penilitian, anak usia 0-2 tahun tidak boleh diperkenalkan dengan gadget. Kenapa? Karena sinar biru yang dihasilkan layar gadget dapat membahayakan otak anak. Ada baiknya, di 2 tahun pertama tumbuh kembang si kecil orang tua lebih sering mengajak anak berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitarnya. Ini bertujuan untuk membentuk serta mengembangkan potensi, rasa percaya diri, serta inisiatif anak di kemudian hari.

2-4 Tahun

Ilustrasi anak pakai gadgetIlustrasi anak pakai gadget/ Foto: Thinkstock
Anak dengan rentang usia ini sudah mulai boleh dikenalkan dengan gadget. Tapi ingat, Bun, sesuaikan konten yang diberi agar tetap mengandung nilai edukasi. Pilihlah aplikasi atau permainan yang mengenalkan serta mengajarkan ragam bentuk, warna, hingga suara. Hal ini ditujukan untuk mengasah kemampuan visiomotorik buah hati.

Selain itu, Bunda juga wajib membatasi waktu penggunaan gadget pada anak maksimal 1 jam per hari. Soalnya, gadget dapat menstimulus produksi hormon endorphin di otak anak, sehingga jika penggunaannya tidak diawasi, anak akan menunjukkan gejala-gejala kecanduan. Mengerikan, bukan?

4-7 Tahun

Ilustrasi anak pakai gadgetIlustrasi anak pakai gadget/ Foto: Thinkstock
Di usia 4-7 tahun anak mulai berinisiatif mengeskplor segala sesuatu secara mandiri. Bunda bisa memberi gadget untuk mengetahui bakat anak yang bisa dikembangkan. Namun, tetap kita mesti memberi peraturan dan batasan yang jelas tentang sebarapa lama gadget boleh digunakan. Jangan biarkan anak bermain gadget lebih dari 2 jam setiap hari karena selain dapat memengaruhi perkembangan emosinya, radiasi dari layar smartphone atau tablet juga akan mengganggu perkembangan saraf neuron anak.

7-10 tahun

Ilustrasi anak pakai gadgetIlustrasi anak pakai gadget/ Foto: Thinkstock
Pada usia ini, anak mulai memiliki komunitasnya sendiri dan cenderung akan meminta waktu lebih untuk menggunakan tablet atau komputer pribadi. Meskipun begitu, orang tua tetap harus bersikap tegas dengan terus membatasi waktu penggunaan gadget.

Jika anak menolak peraturan pemakaian gadget, beri penjelasan logis agar anak tidak tumbuh jadi sosok pemberontak. Jangan lupa terapkan sistem reward setiap kali si kecil mematuhi jadwal yang Bunda tetapkan. Misalnya, jika anak bisa nggak main gadget lebih dari dua jam sehari dia bisa main gadget lebih lama di akhir pekan.

Jadi, mulai sekarang bijaklah dalam memberikan gadget pada anak ya, Bun!

*dr Jolinda Johary saat ini bergabung dengan go dok


(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi