parenting

Ralph Breaks The Internet, Ajari Anak Ikhlas Hadapi Perpisahan

Zika Zakiya Minggu, 25 Nov 2018 09:56 WIB
Ralph Breaks The Internet, Ajari Anak Ikhlas Hadapi Perpisahan
Jakarta -

Wreck It Ralph 2: Ralph Breaks The Internet sudah tayang di bioskop nih Bun. Sudah siapkah mengajak si kecil bertualang bersama Ralph dan Vanellope Van Schweetz?

Seperti layaknya film keluaran Disney, Ralph Breaks The Internet mengajarkan pentingnya sahabat dan apa nilai-nilai yang membuat mereka bahagia. Cerita dimulai dengan kejenuhan Vanellope (Sarah Silverman). Di mata pembalap cilik ini, hidupnya di arcade Sugar Rush sudah sangat menjemukan. Tidak ada lagi tantangan berarti dan semua terasa datar.

[Gambas:Instagram]

Sebaliknya, Ralph (John C.Reilly) sudah merasa bahagia menjalani rutinitas harian sebagai tokoh arcade. Bagi pria perkasa itu, rutinitas sosok arcade, ditambah adanya sahabat macam Vanellope, sudah lengkaplah semuanya.


Namun, semua itu berubah dengan kehadiran Wi-Fi, si penghubung ke dunia maya. Akibat suatu peristiwa kerusakan, Ralph dan Vanellope akhirnya berkunjung ke internet. Nah, di sinilah menariknya penjabaran Disney agar anak mengerti isi sebuah jaringan internet.

Jaringan internet digambarkan sebagai sebuah kota besar nan elusif. Para pengguna diceritakan sebagai kendaraan yang lalu-lalang. Sementara platform ternama macam Google, Snapchat, Amazon, dan Ebay, digambarkan sebagai gedung raksasa nan megah.

Ralph Breaks The InternetRalph Breaks The Internet Foto: Instagram/wreckitralph


Saat bertualang, Ralph dan Vanellope bertemu Shank (Gal Gadot) di arcade Slaughter Race. Shank adalah sosok yang cantik, seksi, cerdas, dan jago balap. Karakter Shank yang keren membuat Vanellope mengidolakannya. Bahkan rela pindah unit game demi bisa membalap bersama di Slaughter Race.


Konflik dimulai! Ralph tidak rela kehilangan sahabat. Baginya, sahabat harus selalu bersama. Sebegitu posesifnya, Ralph sampai melepaskan virus ke Slaughter Race yang akhirnya malah terlepas ke seluruh jaringan.

[Gambas:Instagram]

Rekonsiliasi terjadi dengan Vanellope meminta Ralph belajar melepaskannya, "Sahabat yang baik tidak akan menghalangi mimpi sahabatnya," demikian kurang lebih penjelasan nilai yang ditegaskan.

Berat, tapi harus dilakukan. Namun, Ralph dan Vanellope mengajarkan bahwa anak harus bisa belajar ikhlas. Jalan hidup memang akan mempertemukan kita dengan mereka yang bakal jadi sahabat terbaik. Tapi bukan artinya sahabat harus selalu hadir dalam waktu dan tempat yang sama.

Jika perpisahan harus terjadi, maka ikhlas adalah jawabannya. Menggunakan kalimat kesukaan penulis Seno Gumira Ajidarma, maka iklhas, sangat ikhlas, bagaikan tiada lagi yang bisa lebih ikhlas.

Proses mengikhlaskan sahabat dipandu Disney dengan sangat apik. Apalagi ditambah dengan kehadiran para tokoh Princess jagoan Disney: Sleeping Beauty, Snow Shite, Pocahontas, Mulan, Elza dan Anna dari Frozen, hingga Rapunzel.

[Gambas:Instagram]

Semuanya hadir untuk memberi dukungan pada Vanellope yang sedang gundah. Para Princess juga tidak lagi digambarkan sebagai sosok yang butuh diselamatkan dan ringkih. Tapi sudah menjadi sosok-sosok perempuan kuat dan independen. Di film ini, Cinderella bahkan sampai memecahkan sepatu kacanya untuk mempertahankan diri.

Malah di akhir cerita, merekalah yang menyelamatkan Ralph jatuh dari ketinggian. Proses penyelamatan dilakukan dengan kekuatan masing-masing para Princess, lengkap dengan potongan soundtrack dari film mereka.

Secara keseluruhan, Ralph Breaks The Internet lucu, atraktif, dan penuh nilai moral. Tidak salah jika film arahan Rich Moore dan Phil Johnston ini mendapat pujian positif dari media-media Amerika Serikat.

[Gambas:Youtube]

(ziz/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi