parenting

Penyebab Bayi di Inggris Cenderung Lebih Banyak Laki-laki

Melly Febrida Senin, 31 Dec 2018 21:36 WIB
Penyebab Bayi di Inggris Cenderung Lebih Banyak Laki-laki
London - Jumlah bayi laki-laki di London ternyata lebih tinggi dibanding perempuan lho, Bun. Ya, sejak 1838, kelahiran bayi laki-laki di Inggris dan Wales jumlahnya lebih banyak. Pada 2017, di Inggris dan Wales, ada 348.071 kelahiran laki-laki hidup dan 331.035 kelahiran perempuan hidup.

Kok bisa? Dilansir BBC, tiap tahun jumlah kelahiran bayi laki-laki lebih banyak. Walaupun secara konsisten di beberapa negara seperti China dan India bayi laki-laki memang lebih diinginkan. Ada beberapa teori yang muncul terkait penyebabnya, Bun.

Teori evolusi menyebutkan, agar jumlah pria dan wanita sama ketika usia dewasa, maka jumlah laki-laki yang dilahirkan harus lebih banyak. Maksudnya, laki-laki lebih mungkin meninggal daripada perempuan pada masa kanak-kanak. Pasalnya, ada masalah kecelakaan, risiko kesehatan, dan bunuh diri.

"Pada setiap usia, di hampir setiap waktu dan tempat, seorang pria lebih mungkin meninggal daripada seorang wanita," kata Prof David Steinsaltz, profesor statistik di University of Oxford.

Kemudian, teori evolusi memaparkan, jumlah pria yang lahir harus lebih banyak dan kenyataannya memang begitu. Ada banyak faktor berbeda yang bisa menentukan apakah sperma pria (membawa kromosom Y) atau kromosom X yang pertama berlomba membuahi sel telur.

ilustrasi bayi laki-lakiilustrasi bayi laki-laki/ Foto: Instagram
Ini termasuk usia orang tua, siklus ovulasi wanita, tingkat stres, diet, dan posisi seksual. Salah satu teori yang populer adalah meningkatnya kemungkinan memiliki anak perempuan dengan melakukan hubungan seks beberapa hari sebelum ovulasi. Kemudian kromosom X yang hidup lebih lama, tetapi berenang lebih lambat daripada sperma, yang bertahan lebih lama dari rekan-rekan mereka.


"Kita perlu tahu, sperma perenang terbaik tetapi sel telur hidup lebih lama. Apabila hubungan seks terjadi lebih dekat dengan ovulasi atau setelahnya, perenang terbaik yang lebih dulu sampai ke telur dan anak laki-laki yang dihasilkan," tutur David.

Ada juga beberapa penelitian yang menunjukkan stres pada orang tua bisa menyebabkan lebih banyak kelahiran anak perempuan. Beberapa penelitian menunjukkan perempuan lebih mungkin hilang di dalam rahim selama awal kehamilan. Tetapi, penelitian lain menunjukkan, janin laki-laki lebih rapuh di akhir kehamilan dan menyebabkan lebih banyak bayi yang lahir mati.

Rasio jumlah penduduk laki-laki dan perempuan saat ini sudah tidak ideal lagi karena jumlah laki-laki makin banyak. Para ahli memperingatkan rasio jenis kelamin yang timpang bisa menyulut munculnya masyarakat yang didominasi para pria.

Ilmuwan politik Valerie Hudson dan Andrea den Boer, pernah mengumumkan kekhawatiran ini beberapa tahun lalu. Mereka menulis negara-negara Asia dengan jumlah laki-laki yang terlalu banyak akan menimbulkan ancaman keamanan di negara Barat.

"Tingginya perbandingan jenis kelamin di masyarakat hanya bisa dikuasai oleh rezim otoriter yang mampu menekan kekerasan di dalam negeri dan mengekspornya ke luar negeri melalui penjajahan atau perang," kata Hudson dan Boer, dikutip dari detikcom.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi