parenting

Kisah Menyentuh Ibu Saat Anaknya Malu Punya Bekas Luka Kanker

Annisa Karnesyia Rabu, 06 Feb 2019 15:26 WIB
Kisah Menyentuh Ibu Saat Anaknya Malu Punya Bekas Luka Kanker
Jakarta - Michelle Russell, seorang ibu yang baru-baru ini menulis kisah anak perempuannya, Claire Russell, kemudian menjadi viral. Dilansir Health, Claire didiagnosa mengidap kanker tulang atau Ewings sarcoma, saat berusia empat tahun.

Michelle menceritakan, sejak saat itu, Claire kehilangan masa kecilnya. Claire tidak pernah tahu bagaimana mengendarai sepeda, tidak pernah menginjakkan kakinya ke kelas dan waktunya dihabisakan untuk perawatan saja. Di tahun-tahun berikutnya, Claire harus menahan sakit yang bahkan tidak pernah orang dewasa rasakan.

Syukurlah, saat ini, Claire sudah terbebas dari kanker, meskipun bukan berarti terbebas dari rasa sakit lainnya. Suatu hari, Michelle meminta Claire untuk berpakaian dengan memberikannya celana pendek dan tank top.


Namun, Claire pelan-pelan meminta ibunya untuk memberikan pakaian yang lain. Karena terburu-buru, Michelle bertanya, "Kenapa? Bukankah kamu menyukai pakaian yang itu. Cepat kenakanlah pakaiannya karena kita sedang terburu-buru," kata Michelle, dikutip dari Health.


"Seorang anak laki-laki di perkemahan memberitahuku untuk tidak mengenakan pakaian yang memperlihatkan bekas lukaku. Dia bilang itu mengerikan," jawab Claire pada ibunya.

Saat itu, Michelle berpikir untuk mencari anak laki-laki itu untuk membalas perkataannya. Tapi, dengan cepat sang bunda menyadarinya. Ia berpikir, mungkin saja anak laki-laki itu tidak mengetahui apa yang anak perempuannya alami.

Ilustrasi ibu dan anak/Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: iStock
Menurut Michelle, sebenarnya Claire adalah anak yang kuat. Selalu bangga dengan apa yang telah dialami, Claire bahkan tidak sungkan untuk memperlihatkan bekas lukanya kepada orang lain. Mungkin saja perkataan anak laki-laki itu adalah hal negatif pertama yang didengar Claire, sehingga terasa menyakitkan.

Michelle berusaha menjelaskan kalau yang dimaksud menyeramkan oleh anak laki-laki itu bukanlah lukanya, tapi pengalaman Claire selama ini. Meskipun begitu, Claire tetap nggak menerima penjelasan sang bunda, bahkan sampai menangis.

Bangkitkan rasa percaya diri

Sebagai ibu, Michelle tidak kehabisan akal untuk membantu anaknya.
Kali ini, dia memeluk Claire dan memintanya untuk membayangkan semua anak perempuan yang pernah ditemui, yang juga sama sepertinya memiliki bekas luka.

"Apa kamu ingin mereka semua juga menutup dan menyembunyikan luka mereka?," tanya Michelle pada Claire. "Tidak," seru Claire sambil menyeka air matanya.

Ia kemudian mengatakan, "Saya tidak mau mereka juga bersedih." Claire pun berdiri, mengambil tasnya dan pergi keluar dengan percaya diri.

Sejak saat itu, Claire berubah dan telah mengispirasi anak-anak lain yang sepertinya agar berani menunjukkan bekas luka tanpa takut ataupun malu. Menurut Michelle, kebanyakan anak yang mengalami seperti Claire nggak pernah mau difoto, bahkan mereka nggak mau ada orang yang membicarakan lukanya.

"Saya harap tidak ada seorang pun yang menutupi bekas luka mereka. Jika mereka melakukannya, mereka harus ingat bahwa dengan tidak menutupinya, mereka bisa menginspirasi seorang anak perempuan berusia delapan tahun untuk merangkul tubuh kecilnya yang melawan kanker," kata Michelle.

Michelle juga mengajak orang tua untuk mengajarkan anak bahwa kekurangan, keberanian dan perasaan sayang itu adalah sebuah keindahan.

Menurut Ellen Stovall, penasihat kebijakan kesehatan National Coalition for Cancer Survivorship, seorang pengidap kanker biasanya membutuhkan pengalihan dari apapun seputar penyakitnya. Disaat itulah rasa takut dan khawatir muncul. Ketika hal ini dirasakan, diharapkan mereka lebih terbuka dengan apa yang sedang dialaminya karena ini merupakan solusi yang baik untuk menjalani hidup.

"Selain itu, ketika seseorang pengidap kanker sudah mulai terbuka, rasa khawatir pasti hilang digantikan rasa percaya diri," kata Ellen, seperti dilansir Cancer Advocacy.


(ank/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi