parenting

Cerita Zara Leola, Temukan Bakat Menari Sejak Usia Tiga Tahun

Asri Ediyati Kamis, 21 Feb 2019 18:29 WIB
Cerita Zara Leola, Temukan Bakat Menari Sejak Usia Tiga Tahun
Jakarta - Melihat Zara Leola di televisi atau di YouTube, rasanya kagum dan heran ya. Kok ada ya, anak kecil memiliki kemampuan menari yang enggak kalah dengan orang dewasa? Ternyata, bakat menari Zara sudah terlihat dari usia tiga tahun, lho.

Diakui Zara, ia mulai menari karena meniru gerakan di video YouTube. Bukan acara orang dewasa melainkan acara khusus bayi, Bun.

"Aku belajar menari dari umur tiga tahun, dulu aku suka nonton YouTube, tapi acara bayi gitu. Aku suka gerak-gerak (menari) sendiri," kata Zara kepada HaiBunda.



Sejak itu lah, Zara senang latihan menari sendiri. Ketika ditanya apakah ada arahan dari orang tua karena suka menari, Zara mengungkap ia sama sekali tak pernah diarahkan apalagi dipaksa. Jadi bakat menari Zara mengalir begitu saja.

"At that moment, Ayah sama Buni (panggilan sang ibu) enggak pernah paksa aku untuk menari. Enggak pernah diarahin," ujar Zara.

Meski sekarang lebih dikenal sebagai penyanyi cilik, dulu Zara menyebut dirinya enggak terlalu suka menyanyi lho, Bun. Zara mengaku, bahwa passion yang sebenarnya adalah menari.

"Aku enggak tahu, menyanyi itu bukan hal yang aku sukai, dulu aku nggak terlalu suka menyanyi," kata Zara.

Zara Leola dan Bunda Eka/ Zara Leola dan Bunda Eka/ Foto: 20detik
Di kesempatan yang sama, sang bunda, Eka Wilestari mengungkap sebelum terjun ke dunia hiburan, Zara suka ikut ayahnya saat konser. Menurutnya, keinginan Zara untuk menyanyi justru datang dari situ.

"Sekarang malah gantian dia yang diikuti ayahnya, ha-ha-ha," ujar Eka.

Bicara soal bakat anak, psikolog Ajeng Raviando mengatakan, orang tua bisa mengenali bakat anak dengan melakukan observasi rutin setiap hari. Ada perbedaan yang dapat terlihat ketika anak menyukai sesuatu, apakah itu bakat atau hanya kesenangan sesaat.

"Kalau memang bakat bahkan ketika santai melakukan hal tersebut, ada daya serap yang bagus. Jadi misalnya berbakat bahasa, cuma sebentar dikasih stimulasi akan sangat mudah menyerap. Oh sebentar saja bisa ya tanpa diajarkan rutin," kata Ajeng dikutip detikcom.

Lebih lanjut Ajeng menjelaskan ketika orang tua sudah menemukan bakat anak, maka langkah selanjutnya adalah memberikan stimulasi yang tepat. Tujuannya agar potensi bakat tersebut dapat berkembang semakin baik.

Selain itu, orang tua perlu berwawasan luas dan bersabar ketika mencari bakat anaknya. Penting untuk diperhatikan, Bunda dan Ayah jangan terlalu memaksa, agar tidak berlawanan dengan minat anak.


[Gambas:Video 20detik]

(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi