HaiBunda

PARENTING

Penyebab dan Kiat Hadapi Anak Malas Mandi

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 02 Mar 2019 07:01 WIB
Ilustrasi anak malas mandi/ Foto: iStock
Jakarta - Adakah Bunda yang senasib dengan saya? Salah satu anak saya kalau diminta mandi itu susah banget, entah pagi atau sore. Apalagi kalau libur, bisa-bisa mandi hanya sekali di sore hari. Kalau begini, apa anak saya ini termasuk yang malas mandi?

Tim penulis Parents Guide dalam buku Growing Up Usia 7-9 Tahun menyatakan, sebelum menyimpulkan anak tipe si malas mandi, orang tua harus memastikan apakah perilakunya benar-benar tepat dimasukkan kategori malas.

Situs Discipline Help: You Can Handle Them All menyebutkan ada delapan ciri-ciri malas (lazy behavior), termasuk pada anak yaitu:


1. Menunjukkan minat yang amat rendah
2. Membuang-buang waktu
3. Kurang atau tidak punya tujuan
4. Berantakan atau tidak teratur terus menerus
5. Bisa senang bicara dalam diskusi kelompok, terlepas dia tahu materi yang didiskusikan atau tidak.
6. Tingkahnya seolah-olah menunjukkan dirinya masa bodo.
7. Sulit memahami pelajaran di sekolah dan saat mengerjakan tugas
8. Membuat berbagai pembenaran untuk menutupi perilakunya.

"Ciri nomor delapan bisa jadi cara jitu mengidentifikasi anak malas," kata tim penulis.



Penyebab anak malas melakukan sesuatu, termasuk mandi antara lain perasaan gagal, kemudian tidak terpenuhinya kebutuhan primer atau sekunder anak. Misal, anak dikucilkan dari kelompoknya.

Untuk menolong anak yang malas mandi, ada delapan kiat yang bisa orang tua praktikkan, yakni:

Ilustrasi anak malas mandi/ Foto: iStock
1. Pastikan bahwa memang anak ogah mandi karena dia malas
2. Periksakan fisik anak untuk memastikan enggak ada masalah kesehatan yang dialami anak.
3. Jangan paksa anak mandi apalagi dengan kekerasan. Minta dia mandi dengan cara lembut dan pelan-pelan.
4. Hindari melabeli anak 'si pemalas'
5. Beri batas waktu kapan anak akan mandi
6. Beri penghargaan saat anak mau mandi.
7. Beri penjelasan pada anak apa pentingnya mandi. Ini bisa dilakukan dengan mengajak mereka diskusi bareng.
8. Terus motivasi anak dan jangan menyerah.



Dilansir detikcom, dr.Irma Bernadette, Sp.KK dari Fakultas Kedokteran UI, bilang sewajarnya frekuensi mandi yang dianjurkan per hari adalah dua kali. Namun ia menyebutkan ada hal lain yang sebenarnya lebih perlu diperhatikan dibandingkan frekuensi mandi.

"Yang dihitung bukan seberapa sering mandi, tetapi jarak waktu orang mandi tersebut dengan waktu selanjutnya. Kalau tiap jam mandi tidak bagus juga. Lain halnya kalau mandi sehari empat kali tapi jaraknya tidak berdekatan, ini tidak akan merusak kulit," papar Irma.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Deretan Nama Bayi Laki-laki Paling Populer 2026, dari Nuansa Alam hingga Nostalgia Y2K

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Momen Raisa Nangis saat Rekaman Lagu 'Kuharap Duka Ini Selamanya'

Mom's Life Amira Salsabila

Parama Hansa Bocah 7 Tahun Raih Penghargaan di Kompetisi Piano Internasional, Intip 5 Potretnya

Parenting Nadhifa Fitrina

Ingin Rumah Minimalis Lebih Estetik? Ini 7 Cara Mudah dan Hemat, Bun

Mom's Life Arina Yulistara

Bolehkah Anak Mengganti Puasa Ramadhan Orang Tua?

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ingin Rumah Minimalis Lebih Estetik? Ini 7 Cara Mudah dan Hemat, Bun

Parama Hansa Bocah 7 Tahun Raih Penghargaan di Kompetisi Piano Internasional, Intip 5 Potretnya

Deretan Nama Bayi Laki-laki Paling Populer 2026, dari Nuansa Alam hingga Nostalgia Y2K

Bolehkah Anak Mengganti Puasa Ramadhan Orang Tua?

Momen Raisa Nangis saat Rekaman Lagu 'Kuharap Duka Ini Selamanya'

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK