sign up SIGN UP search


parenting

Bunda, Begini Cara Ampuh Membujuk Anak agar Tak Malas dan Mau Mandi

Asri Ediyati Sabtu, 25 Jul 2020 09:21 WIB
ilustrasi ibu dan anak caption
Jakarta -

Membujuk anak mandi bisa menjadi satu episode drama sendiri di rumah. Apalagi kalau kita meminta mereka di pagi hari atau sedang main. Bunda juga mengalaminya?

Ternyata, ada cara yang ampuh dan bijak, lho, agar anak tak malas dan mau mandi. Bagaimana caranya?

Psikolog anak Saskhya Aulia Prima M.Psi. mengatakan, kalau menyikapi anak mandi ini tergantung usianya. Lalu, kita mesti lihat beberapa hal.


"Misalnya, pada saat dia sebelum mandi, dia ngapain. Kadang gini, ini yang sering kejadian ya, anak lagi asyik main atau lagi asyik dengan gadget-nya. Udah gitu kita suruh dia mandi, nah itu bukan kegiatan yang fun buat dia," ujarnya di acara peluncuran virtual Like I'm Five di Indonesia, Kamis (23/7/2020).

Menurut psikolog dari Tiga Generasi @ Brawijaya Clinic ini, andaikata misalnya anak sedang bermain suatu hal yang menyenangkan. Kita perlu distract dahulu. Jadi Bunda ikut berinteraksi pada saat main, apapun yang anak mainkan.

Akan tetapi, intinya kita berusaha menarik perhatian anak. Nah, setelah perhatian anak tersita, dia udah mulai nyaman dengan interaksi kita, baru deh, kita ngomong 'Eh kita mandi yuk! Pas mandi kita bisa mainin itu lho, kita bisa cerita'.

ilustrasi anak mandiilustrasi anak mandi/ Foto: thinkstock

"Nah, kalau anak sudah mau ikut kegiatannya, encourage anak untuk merawat dirinya sendiri. Karena anak-anak itu senang kan kalau dia itu melakukan sesuatu dengan sendiri," ujarnya.

"Kadang-kadang kita, orang tua takut enggak bersih jadi kita mandikan. Dia enggak boleh sendiri, nah sebenarnya enggak apa-apa biar dia take the lead. Nanti kalau kita mau tambahin boleh sekalian sambil bercanda," lanjut Saskhya.

Terakhir, kalau untuk anak-anak yang memang susah banget, Bunda bisa lakukan modifikasi perilaku dengan menggunakan stiker reward.

"Enggak usah langsung menyuruh mandi, kita lihat behavior dia yang paling kecil dahulu. Misalnya 'Buka gagang pintu kamar mandi, nanti kamu dapat stiker bebas mau ditempel di mana saja'" tutur Saskhya.

Di sini, behavior atau perilaku mereka yang kita tekankan. Setelah kita memberikan stiker kita bisa bicara ke anak, 'Makasih ya kakak, makasih ya adik'. Supaya apa? Supaya anak paham atas perilaku yang orang tua mereka hargai, Bunda. Jadi mereka nantinya lebih semangat untuk mandi.

Jadi itu memang butuh kesabaran, kalau belum terbiasa. Kita bisa mulai dari yang kecil dahulu saja, misalnya anak bilang mau mandi saja atau buka pintu, atau mau melakukan sendiri di kamar mandi itu bisa Bunda encourage.

"Kadang-kadang kita lupa kalau menjadi orang tua yang mungkin pada masa sekarang udah spaneng, kalau anak melakukan sesuatu yang benar kita enggak encourage, tapi kalau anak melakukan kesalahan, kita malah ngomel-ngomel," kata Saskhya Aulia Prima.

Simak juga cerita Winda Viska menyesal besarkan anak dengan gadget:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi