parenting

Kenali Gejala Sjogren Syndrome yang Dialami Ibunda Mikha Tambayong

Muhayati Faridatun Senin, 04 Mar 2019 14:04 WIB
Kenali Gejala Sjogren Syndrome yang Dialami Ibunda Mikha Tambayong
Jakarta - Aktris muda Mikha Tambayong baru saja kehilangan ibunda tercinta, Deva Malaihollo, yang meninggal dunia pada Minggu (3/3/2019) di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Sang ibu dikabarkan mengidap Sjogren syndrome.

"Menyerang paru, kelenjar dan pencernaan. Karena obatnya berdosis tinggi jadi menyerang lambung sehingga suka melilit perutnya dan mual. Karena infeksi paru juga beliau jadi susah napas dengan paru-paru," terang Putri Cahyadie, sepupu Mikha Tambayong, dikutip dari detikcom.

Dilansir Mayo Clinic, Sjogren syndrome merupakan gangguan pada sistem kekebalan tubuh dengan dua gejala paling umum, yakni mata kering dan mulut kering. Kondisi ini sering disertai gangguan sistem kekebalan tubuh lain seperti lupus dan rheumatoid arthritis (bengkak dan kaku pada persendian).



Pada Sjogren syndrome, sel darah putih yang bertugas melindungi tubuh dari kuman justru menyerang kelenjar, yang seharusnya menciptakan kelembapan. Pengidap sindrom ini biasanya mengalami penurunan air mata dan air liur.

Pada ulasan berjudul Sjogren's syndrome tersebut juga memaparkan, kebanyakan pengidap penyakit ini berusia lebih dari 40 tahun pada saat didiagnosis, serta lebih sering dialami wanita.

Berikut dua gejala utama Sjogren syndrome:

1. Mata kering
Mata mungkin terasa seperti terbakar, gatal, atau berpasir, seolah-olah ada pasir di dalamnya.

2. Mulut kering
Mulut mungkin terasa seperti penuh kapas, sehingga sulit menelan atau berbicara.

Mikha Tambayong dan ibunda, semasa hidup/ Mikha Tambayong dan ibunda, semasa hidup/ Foto: instagram/miktambayong
Beberapa pengidap Sjogren syndrome juga mengalami satu atau lebih gejala berikut:

- Nyeri sendi, bengkak dan kaku
- Ruam kulit atau kulit kering
- Kekeringan vagina
- Batuk kering
- Kelelahan berkepanjangan
- Kelenjar ludah membengkak, terutama yang terletak di belakang rahang dan di depan telinga.


Menurut dokter keluarga sekaligus praktisi kedokteran fungsional dr.Novi Arifiani, MKK, Dipl. ABRAAM, penyakit autoimun punya gambaran klinis yang sama dengan alergi. Reaksi atas penyakit autoimun yang menyerang sistem kekebalan sangat bergantung pada lokasi serangan.

"Hingga saat ini, mungkin ada sekitar 150-an jenis penyakit autoimun yang dikenal mulai ujung rambut hingga kaki. Setiap penyakit punya reaksi, pencetus, dan penanganan yang berbeda. Dosis obatnya untuk tiap pasien juga kadang beda," kata Novi, dikutip dari detikcom.

Perlu diketahui juga, Bunda, gangguan pada sistem autoimun tidak bisa sembuh, namun ada yang disebut masa remisi. Pada masa ini, pasien bisa bertahan dengan menjalankan pola hidup sehat, serta tetap kontrol dan menjalani pengobatan sesuai saran dokter.


[Gambas:Video 20detik]

(muf/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi