parenting

3 Pesan Moral Mendalam untuk Anak-anak dari Film Dumbo

Asri Ediyati Kamis, 28 Mar 2019 20:28 WIB
3 Pesan Moral Mendalam untuk Anak-anak dari Film Dumbo
Jakarta - Masih ingat dengan film Dumbo, Bun? Mungkin saat masih kecil, kita pernah nonton film ini di televisi. Film Dumbo pertama kali dirilis dalam versi kartun di tahun 1941. Film kartun Dumbo juga memenangkan sejumlah penghargaan salah satunya Academy Awards.

Berselang 78 tahun, Disney dan sutradara Tim Burton mempersembahkan film Dumbo versi live-action. Jadi kalau versi live-action, semua karakternya asli, mulai dari manusia, hewan dan latarnya. Enggak hanya itu, Tim Burton juga mengembangkan cerita ikonik Dumbo, lho.

Film yang dibintangi aktor papan atas Danny de Vito, Colin Farrell, Eva Green, dan Michael Keaton ini menceritakan tentang gajah yang hidup di lingkungan sirkus, Bun. Film dimulai saat seorang pemilik sirkus, Max Medici mempekerjakan Holt Farrier, seorang mantan pemain sirkus untuk menjaga seekor Gajah Asia. Gajah tersebut melahirkan seekor anak bernama Dumbo yang istimewa, telinganya sangat lebar. Meski istimewa, orang-orang malah menganggapnya aneh.


Kondisi sirkus Medici terpuruk mendadak berubah ketika Dumbo menunjukkan kemampuannya bisa terbang. Keunikan Dumbo menarik perhatian banyak orang, termasuk pengusaha hiburan yang rakus bernama V.A. Vandervere. Sosok antagonis tersebut yang berkeinginan memisahkan Dumbo dengan ibunya.

Setelah baca sedikit cupikan, film Dumbo menyajikan cerita yang menarik dan sarat makna. Berikut tiga pesan moral yang bisa diambil anak dari film Dumbo.

1. Menjunjung tinggi nilai kekeluargaan

Dalam film, ada banyak nilai kekeluargaan yang bisa diambil, misalnya dari karakter tokoh yang bernama Farrier, Milly dan Joe. Mereka selalu merindukan dan menjadikan sosok mendiang ibu sebagai inspirasi. Kemudian para pemain sirkus Medici, meski mereka bukan saudara tapi mereka sangat kompak layaknya sebuah keluarga.

Tiap keluarga pasti memiliki nilai yang ditanamkan dalam keluarganya secara turun-temurun, yang disebut juga nilai kearifan keluarga. Nah, umumnya ada delapan nilai kearifan keluarga di Indonesia nih, Bun.

Dikatakan sosiolog dari Universitas Indonesia Prof. Dr Paulus Wirustomo, delapan nilai kearifan itu adalah kebersamaan, keterbukaan atau kejujuran, cinta kasih, kemandirian, toleransi, saling percaya, sopan santun, dan keharmonisan.
Dumbo/ Dumbo/ Foto: (imdb.)



2. Menghargai hewan

Inti cerita film Dumbo adalah mempersatukan bayi gajah dengan induknya. Anak-anak akan belajar bahwa hewan itu juga seperti manusia. Hewan juga memiliki keluarga dan tak boleh dipisahkan ketika masih kecil. Apalagi masih bayi seperti Dumbo ya, Bun. Selain itu, banyak dialog di film Dumbo yang menunjukkan kasih sayang pada hewan.

Dilansir Metro Family Magazine, mulailah mengajarkan cinta alam dan lingkungan sedini mungkin. Ajarkan anak cara merawat dan menghargai lingkungan. Caranya, Bunda bisa mengajak anak menanam tumbuhan sambil menjelaskan tentang pentingnya tumbuhan untuk keberlangsungan makhluk hidup.

Selain tumbuhan, Bunda juga bisa jelaskan tentang hewan-hewan yang terancam punah dan alasannya. Liburan ke tempat penangkaran hewan seperti penyu, gajah, lumba-lumba, dan hiu juga bisa menambah wawasan dan kecintaan anak terhadap lingkungan dan alam.

3. Mengajak anak bersikap optimistis

Sepanjang film, keluarga Farrier dan sirkus Medici selalu bersikap optimistis. Mereka semua yakin bahwa sirkus bisa berjalan dengan baik dan mengundang banyak penonton. Di akhir film pun mereka mampu menunjukkan bahwa sebuah sirkus tanpa atraksi hewan pun bisa berjalan dengan sukses.

Dilansir Parents, ada lima hal penting yang bisa membuat anak menjadi pribadi yang optimis. Lima hal tersebut yakni berhenti mengeluh, punya ekspektasi tinggi, berani menerima risiko, menunggu sebelum bereaksi dan tak pernah berhenti untuk berjuang.

Makin penasaran dengan keseluruhan cerita filmnya kan? Jangan lupa ajak si kecil saksikan film Dumbo di bioskop kesayangan keluarga ya, Bun!

[Gambas:Video 20detik]

(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi