sign up SIGN UP search


parenting

Perlukah Balita Diberi Multivitamin untuk Penuhi Nutrisinya?

Melly Febrida Jumat, 29 Mar 2019 08:59 WIB
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, perlukah mereka diberi multivitamin? caption
Jakarta - Saat ini, banyak sekali macam multivitamin untuk anak. Bentuknya juga beraneka ragam, ada yang mirip permen atau jelly. Kira-kira, perlu enggak kita memberi anak yang masih balita multivitamin? Dengan tujuan memenuhi kebutuhan nutrisi terutama mikronutrien yang bersumber dari sayur dan buah.

Menurut Heidi Murkoff, penulis What to Expect the Second Year, American Academy of Pediatrics menekankan jika anak-anak sudah mendapat kebutuhan nutrisinya melalui asupan sehari-hari, anak-anak tidak membutuhkan multivitamin. Meskipun, ini kembali lagi pada keputusan orang tua.

"Ada baiknya, sebelum memberi anak multivitamin, orang tua berkonsultasi dengan dokter. Jika memang dibutuhkan, multivitamin bisa diberi untuk membantu memenuhi nutrisi anak yang belum terpenuhi," kata Murkoff dilansir What To Expect.


Salah kaprah soal multivitamin

Ada alasan lain yang membuat orang tua memberi anak multivitamin seperti anak sedang menjalankan diet khusus. Misalnya, anak yang tidak minum susu karena intoleransi laktosa mungkin memerlukan multivitamin yang mengandung kalsium dan vitamin D.

"Lalu anak yang menerapkan diet vegan, bisa jadi memerlukan vitamin B12 dan tambahan Vitamin D, serta riboflavin, kalsium, dan zat besi. Dalam kasus seperti ini, multivitamin bisa membantu atau bahkan diperlukan. Untuk itu, berkonsultasilah dengan dokter si kecil," papar Murkoff.



Tapi ingat, ketika memberi multivitamin anak, jangan abai dengan kebutuhan nutrisi anak. Seperti kata Murkoff, multivitamin tidak boleh dipandang sebagai pengganti makanan bergizi. Sebab, nutrisi dari makanan jauh lebih efektif diserap tubuh ketimbang nutrisi dari suplemen.

Apabila Bunda memutuskan memberi anak suplemen multivitamin, ada lima hal yang perlu dipertimbangkan:

1. Beli multivitamin yang diperutukkan bagi anak-anak sehingga nutrisi yang didapat anak tepat
2. Berikan sesuai dosis yang disarankan
3. Hindari memberi suplemen multivitamin berbentuk jelly atau permen
4. Jauhkan wadah suplemen multivitamin dari jangkauan anak-anak
5. Tetap usahakan memenuhi kebutuhan nutrisi anak lewat bahan makanan termasuk karbohidrat, buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, protein tanpa lemak, dan biji-bijian.

Foto: iStock
Dilansir Baby Center, ahli diet Sasha Watkins menjelaskan, kalau balita mau makan makanan yang sehat dan seimbang, ia mungkin tidak membutuhkan suplemen, Bun. Pola makan yang baik harus mencakup konsumsi daging atau ikan tanpa lemak, kacang-kacangan, atau telur setiap hari.

"Dia juga harus makan setidaknya lima porsi buah dan sayuran yang berbeda setiap hari. Satu porsi kira-kira seukuran kepalan tangannya," ujar Watkins.



Dikutip dari detikcom, satu hal yang harus diperhatikan orang tua saat memberi multivitamin adalah tetap memberi anak makanan sehat dan seimbang serta camilan bergizi untuk anak.

Multivitamin yang diberi hanya bersifat sebagai alternatif. Sebab daya tahan tubuh anak tetap terjaga jika nutrisinya lengkap dan pola makannya teratur. Selain itu, sebaiknya suplemen hanya diberi pada saat tertentu, misalnya saat anak sedang kurang nafsu makan atau anak baru sembuh dari sakit.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi