parenting

Cara Shireen Sungkar Mengajari Anak-anaknya Berempati

Annisa Karnesyia Jumat, 17 May 2019 20:00 WIB
Cara Shireen Sungkar Mengajari Anak-anaknya Berempati
Jakarta - Shireen Sungkar punya tips khusus mengajarkan anak-anaknya soal berempati, Bun. Kuncinya adalah menjadi contoh atau role model bagi ketiga buah hatinya, Teuku Adam Alfatih (4,5), Cut Hawwa Medina Alfatih (2), dan Cut Shafiyyah Mecca Alfatih (1).

Bagi istri Teuku Wisnu ini, tidak mudah menjadi orang tua yang baik. Apalagi perkembangan anaknya kelak pasti tergantung dengan didikannya.

"Ternyata jadi orang tua itu harus dengan ilmu yang tinggi, karena kita role model anak. Apalagi ibu itu kan sebutannya madrasah pertama anak-anaknya. Perkembangan anak nanti seperti apa, itulah hasil didikan orang tuanya," kata Shireen dalam acara 'Bebelac Aksi Hebat Ramadhan' di Hotel Four Points by Sheraton, Menteng, Jakarta Pusat baru-baru ini.



Shireen selalu mencontohkan kebiasaan yang baik pada anak-anaknya. Misalnya, harus berempati dan menolong jika ada orang yang sakit.

"Aku kebiasaan ngajarin anak-anak, kalau ada yang sakit atau jatuh, aku bilang, 'Hawa sini, mana yang sakit, sini mama doain, aku elus-elus, terus baru aku obatin lukanya,' hal itu akhirnya biasa mereka lakukan," ujar wanita 27 tahun ini.

Diceritakan Shireen, anak pertamanya, Adam, sudah meniru kebiasaannya ini, Bun. Rasa empati Adam mulai tumbuh saat melihat adiknya, Hawa, sakit.

"Jadi misalnya beberapa waktu lalu, Hawa tersandung, jatuh, dan nangis karena berdarah. Abangnya panik, dia cari ke sana ke mari obat. Sebelum dia obatin, dia bilang, 'Adik Hawa, Abang doain dulu ya, Ya Allah sembuhin Hawa, terus dia obatin adiknya'," papar Shireen.

Shireen Sungkar dan kedua anaknya/Shireen Sungkar dan kedua anaknya/ Foto: Instagram

Melihat sikap anaknya itu, Shireen sangat senang, Bun. Menurutnya, meskipun Adam masih kecil, dia sudah mampu mencari solusi dan berempati dengan orang lain.

"Aku senang, maksudnya anak sekecil itu sudah mencari tahu jalan keluarnya, solusinya apa. Itu kan semua tergantung didikan orang tuanya di rumah seperti apa, empatinya ada, problem solvingnya juga ada," tutur Shireen.

Meskipun terdengar kecil, bagi Shireen apa yang dilakukan Adam adalah hal yang besar. Dia dan suaminya juga tidak lupa memberikan pujian pada anaknya setiap dia berbuat kebaikan.

"Kita tinggal kasih rewardnya, bukan hadiah, tapi dari pujian, 'Abang, Alhamdulillah Mama senang , Adam anak soleh, anak hebat', itu dia sudah senang banget dapat pujian seperti itu," ujar Shireen.


Orang tua memang menjadi role model yang sering dicontoh anaknya, Bun. Dalam kesempatan yang sama, psikolog anak dan remaja Roslina Verauli, M.Psi, juga menyetujuinya.

"Apa yang dilihat anak-anak sekitarnya, pasti diikutinya. Terutama usia prasekolah, mereka merupakan pengamat yang paling baik," ujar wanita yang akrab disapa Vera ini.

Menurutnya, penting bagi orang tua untuk hati-hati saat bertindak. Sebab, anak dapat mengamati dan menirukannya, Bun.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi