parenting

Viral! Punya Baby Face, Guru Ini Sering Dikira Murid

Yuni Ayu Amida Minggu, 29 Sep 2019 16:41 WIB
Viral! Punya Baby Face, Guru Ini Sering Dikira Murid
Jakarta - Seorang guru di Filipina tampak berbeda dari guru kebanyakan. Pasalnya, guru ini memiliki wajah baby face, yang membuatnya sering dikira sebagai murid.

Melansir Hopclear, guru tersebut bernama Ian Francis Manga. Saat ini usianya 22 tahun, tetapi wajahnya terlihat seperti anak berusia 10 tahun.

Ian mengajar di Mater El Roi School Inc, sekolah swasta di San Jose Del Monte City, Bulacan. Dia dijuluki 'guru berwajah bayi' oleh guru lain dan juga murid-murid. Meski demikian, dia tetap serius saat mengajar.


Dikatakan Ian, saat kecil dia sering sakit. Hal ini yang membuatnya menduga bahwa perkembangan dan pertumbuhan dirinya terhambat.

"Saya sering sakit, jadi ada keterlambatan dalam pertumbuhan saya," katanya.

Viral! Punya Baby Face, Guru Ini Sering Dikira MuridFoto: Facebook


Dia juga mengaku tidak pernah mengalami pubertas saat remaja. Bahkan ketiak maupun wajahnya juga tidak ditumbuhi rambut. Walau demikian, dia tidak pernah berkonsultasi dengan dokter tentang kondisinya.

"Penampilan saya, rambut saya, bahkan ketiak saya tidak biasa, saya tidak punya rambut tubuh," terangnya.

Bicara soal tumbuh kembang anak, menurut dr.Budihardja, DTM&H, MPH, deteksi perkembangan dan pertumbuhan anak perlu dilakukan sejak dini. Karena kelainan tumbuh kembang yang terlambat dideteksi dan diintervensi dapat mengakibatkan kemunduran perkembangan anak dan berkurangnya efektivitas terapi.

"Perlu dipahami bahwa semakin dini terdeteksi dan intenvensi dilakukan, pada banyak kasus gangguan pertumbuhan perkembangan semakin maksimal hasilnya," kata Budihardja, dikutip dari detikcom.

Menambahkan hal tersebut, dr.Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, ahli tumbuh kembang anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, mengatakan, untuk mengatasi masalah tumbuh kembang anak, orangtua diharapkan melakukan skrining atau pemeriksaan rutin. Terutama pada masa Golden Periode (usia 0 - 3 tahun), di saat otak anak sedang mengalami perkembangan dengan pesat.

Pemeriksaan tersebut bisa dilakukan di pusat pelayanan kesehatan seperti posyandu, puskesmas atau rumah sakit, setiap sebulan sekali atau setidaknya tiga bulan sekali.

Simak pula cara cegah stunting ini, Bun.

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi