parenting

Melly Goeslaw Marah Gayanya Di-Bully, Ini Pelajaran untuk Bunda Ambil

Maya Sofia Jumat, 01 Nov 2019 10:45 WIB
Melly Goeslaw Marah Gayanya Di-Bully, Ini Pelajaran untuk Bunda Ambil
Jakarta - Melly Goeslaw marah besar saat mengetahui bahwa make-up artist Bubah Alfian meniru dandanan dirinya dalam sebuah pesta Halloween. Melly meradang lantaran Bubah dianggap tidak mempresentasikan dirinya dengan baik dan bahkan sang perias justru ditertawakan oleh rekan selebritas lainnya, seperti Vidi Aldiano dan Rossa.

"Selama ini pesta kostum yang mengatasnamakan saya, saya enggak pernah marah karena selalu di-present dengan baik. Enggak asal-asalan dan malah jadi bahan ketawaan yang konyol. Buat saya ini bullying. Terserah kalau bagi kalian ini lucu. Buat saya enggak lucu sama sekali," ujar Melly dalam sebuah postingan di akun Instagram @melly_goeslaw yang sudah dihapus.

Menurut Melly Goeslaw, ia berani menegur di Instagram agar teman-temannya sesama di dunia hiburan tersebut belajar lebih peka. Melihat kasus yang menimpa sang istri, Anto Hoed pun memberikan dukungan dengan menulis sebuah pesan di Instagram.


"Alhamdulillah Allah memberi saya yang lebih baik dari sekadar wanita, bahkan lebih indah dari hanya sebuah intan berlian, ems atau apapun yang dianggap berharga. Dan saya sangat mencintai wanita ini karena Alla Ta'ala mengirimkan kepada saya sebagai teman hidup seiman. Terima kasih Ya Allah. Di sisi lain apa yang Allah hadiahkan pada saya juga menjadi bahan tertawaan yang hebat. Dengan kata lain mereka menertawakan apa yang Allah ciptakan dan Allah hadiahkan pada saya dan anak-anak saya," ujar suami Melly Goeslaw ini.

Lebih lanjut Anto mengumpamakan bahwa semut pun akan mengambil sikap ketika hendak terinjak. Artinya ia akan dengan senang hati mengambil sikap.

"Negara ini mempunyai UU yang melindungi warganya, yaitu UU ITE. Selamat bertanggung jawab. Saya mencintai apa yang telah Allah berikan sebagai separuh jiwa saya. As Salam #antibullying," tutur Anto.

[Gambas:Instagram]


Dalam postingan lain, Anto juga menulis, "Saya hidup sebagai Seniman bukan 'arteeees'. Memohon pada Allah Ta'ala agar selalu sehat Jasmani dan Rohani dan insha Allah saya tidak diberi izin oleh Allah untuk mem-bully persona lain. Al Fatihah @bubahalfian @bimopermadi @vidialdiano @bclsinclair @itsrossa910."

Permintaan maaf kepada Melly Goeslaw

Sementara itu dalam akun Instagram-nya @bubahalfian, Bubah menjelaskan perihal dirinya yang menggunakan dandanan seperti Melly Goeslaw dalam sebuah pesta Halloween. Bubah menuturkan bahwa ia berdandan seperti Melly karena mengagumi sosok sang penyanyi.

"Saya berdandan seperti Teteh Melly Goeslaw karena beliau ada celebrity dan fashion icon yang saya kagumi. Sekali lagi Teteh Melly dan Mas Anto saya memohon maaf sebesar-besarnya," ujar Bubah.

Bubah pun mengakui bahwa ia tanpa sadar telah menyinggung Melly dan keluarga. Bubah juga mengakui bahwa apa yang diperbuatnya tidak pantas dan salah.

"Benar-benar saya yang salah. Ini benar-benar terjadi tanpa niat kurang baik, tanpa niat menyinggung, tanpa ada niat mem-bully," ucapnya.

Adapun Vidi yang diketahui mengunggah Insta Story penampilan Bubah di pesta Halloween yang kemudian diunggah oleh Melly juga turut mengucapkan permohonan maaf di akun Instagram @vidialdiano.

Vidi menjelaskan bahwa ia tidak ada niat menyinggung, terlebih menyakiti Melly. Menurut vidi ia sudah meminta maaf secara pribadi kepada Melly.

"Sekali lagi aku minta maaf ya teh Melly dan juga mas Anto. Terima kasih sudah diingatkan dan harus diingatkan. Insha Allah langkah ke depan jadi bisa lebih berhati-hati lagi," ujar Vidi.

Selain Bubah dan Vidi, Rossa juga turut mengucapkan permohonan kepada Melly di Instagram. Rossa mengaku ia mendapat pembelajaran hidup bahwa apa yang ia lakukan bisa menyebabkan rasa sakit pada orang lain, meski ia tidak menyadarinya.

"Baru-baru ini ada sebuah insiden yang saya sesali. Terlebih karena saya tidak sengaja menyakiti perasaan orang saya sayangi, sahabat saya sendiri. Saat saya sadar akan hal itu, saya langsung menemui teh Melly dan mas Anto, meminta maaf atas hal yang menyebabkan kesalahpahaman," ucap Rossa dalam akun Instagram @itsrossa910.

Rossa menuturkan bahwa Melly dan Anto menerima dengan baik permintaan maaf darinya. Selain itu, Rossa dan Melly juga pada akhirnya berbincang banyak soal bullying.

"Karena hal itu bisa terjadi tanpa kita maksud dan kepada siapa saja. Beruntung kalau kita masih bisa meminta maaf dan dimaafkan. Dari hali ini kita diingatkan untuk berhati-hati dalam berbicara dan bersikap. Jangan sampai ada hati yang tersakiti," ujar tutur Rossa.

Betul apa yang diungkapkan oleh Rossa ya, Bun. Dari kasus bully terhadap Melly Goeslaw ini kita sebaiknya lebih berhati-hati dalam bersikap kepada siapapun.

Ketika anak menjadi pelaku dan korban bullying

Di sisi lain bullying juga tak hanya terjadi pada orang dewasa, seperti Melly Goeslaw, lho Bunda. Anak pun bisa mengalami bullying atau perundingan dan bahkan menjadi pelaku bullying. Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua?

Menurut psikolog Patricia Yuannita, M.Psi, sebenarnya kasus perundungan sudah ada dari tahun 1990-an. Semenjak itu, perundungan berkembang dengan pesat.

"Perundungan berkembang pesat karena perkembangan ekonomi dan teknologi. Keduanya memicu anak-anak dan remaja ini untuk bertahan di lingkungan," kata wanita yang akrab disapa Yoan.

Menurutnya, anak dan remaja zaman sekarang melakukan perundungan atau bullying karena sedang mencari identitas. Pencarian identitas ini ditentukan dan menentukan eksistensinya melalui media sosial.

"Dengan media sosial, anak-anak ini berusaha mengekspresikan diri mereka. Nah, masalahnya perkembangan teknologi tidak bisa diikuti dengan baik oleh anak-anak," ujar Yoan.

Belajar dari Kasus Bully Terhadap Melly Goeslaw, Hati-hati BersikapIlustrasi bullying atau perundungan. (Foto: iStock)

Efek dari perkembangan teknologi ini juga menyebabkan anak dan remaja ingin terlihat lebih kuat melalui bullying. Padahal, mereka sendiri sedang mencari identitasnya.

Yoan menambahkan, peran orang tua adalah bisa mengerti tahap perkembangan anak. Namun, ketika anak menjadi korban atau pelaku perundungan, tidak semua kesalahan berasal dari orang tua ya, Bun.

"Perundungan tidak bisa sepenuhnya disalahkan ke orang tua, karena mereka juga sedang mengikuti perkembangan zaman. Orang tua juga belum terlatih karena tidak begitu saja tahu cara parenting yang baik," tutur Yoan.

Salah satu cara efektif bagi orang tua untuk membantu remaja yang sedang mencari jati diri adalah melakukan komunikasi emosional. Artinya orang tua paham dengan kebutuhan anak.

"Dengan komunikasi emosional, orang tua bisa melatih skill untuk melihat emosi anaknya sendiri. Selanjutnya, orang tua bisa melatih emosi anak, mengajarkannya berbagai emosi seperti emosi saat marah atau sedih," kata Yoan.

[Gambas:Video Haibunda]

(som/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi