parenting

Berkaca dari Indah Permatasari, Saran Ustazah Saat Ibu & Anak Bertikai

Asri Ediyati Sabtu, 02 Nov 2019 10:02 WIB
Berkaca dari Indah Permatasari, Saran Ustazah Saat Ibu & Anak Bertikai
Jakarta - Indah Permatasari dan sang ibunda kini tengah bertikai. Hal ini terjadi karena perilaku Indah Permatasari berubah. Berkaca dari pengalaman tersebut, jika Bunda muslim, ada beberapa saran dari ustazah.

Menurut Dr.Nur Rofiah, Bil. Uzm., dalam setiap pertikaian antara satu pihak dengan pihak lain sesungguhnya ada juga pertikaian antara masing pihak dengan ego masing-masing.

"Pertikaian bisa menjadi jalan terjal untuk mencapai kesepahaman sehingga masing-masing pihak jadi tahu apa yang disukai dan tidak disukai pihak lain lalu berusaha untuk menjaga hubungan dengan lebih baik," ujarnya kepada HaiBunda.

Tapi jika pertikaian sudah dilakukan dengan cara yang membahayakan salah satu atau semua pihak, maka siapapun yang menang sesungguhnya ia juga telah dikalahkan oleh egonya.


"Anak dan ibu punya hubungan darah yang berakibat pada hak dan kewajiban yang beda dengan orang lain. Namun demikian prinsip dasar dalam hubungan antar manusia sama saja yakni keduanya sama-sama wajib bersikap pada, sekaligus berhak disikapi oleh orang lain secara bermartabat," kata dosen Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu al-Quran (PTIQ) Jakarta ini.
Indah PermatasariIndah Permatasari/ Foto: dok. Instagram @indahpermatas
Nur Rofiah melanjutkan, siapapun yang secara apa saja lebih kuat dari lainnya, punya kewajiban untuk melindungi yang lebih lemah agar tidak dizalimi.

Apa yang mesti dilakukan? Berikut penjelasan lebih lanjut dari Nur Rofiah:

1. Anak dan ibu sama-sama introspeksi. Dua-duanya mesti fokus pada masalah inti yang sedang dipertikaikan. Fokus biar enggak merembet ke mana-mana.

2. Keduanya mesti mengendalikan egonya. Jika memang salah, maka jangan malu untuk minta maaf. Kita mesti tegas juga pada diri sendiri jika salah jangan bela diri. Biasanya dalam pertikaian kedua belah pihak sudah salah karena menyakiti pihak lainnya walaupun secara substansi dia ada di pihak yang benar. Maka keduanya saling minta maaf lebih baik.

3. Jika masih memungkinkan, maka mesti ada salah satu pihak yang berinisiatif untuk minta maaf lebih dahulu. Bisa juga pihak yang secara substansi benar tapi secara sikap salah.

4. Jika tidak memungkinkan ya cari mediator atau penengah. Cari orang yang tidak berpihak dan disegani oleh kedua belah pihak. Mungkin sesepuh atau tokoh masyarakat.

5. Sebisa mungkin tidak melalui jalur hukum kecuali mengandung unsur pidana dan sudah sampai tahap membahayakan.

SimakjugaceritaIndahPermatasari tentang hubungannya yang tak direstui ibunda:

[Gambas:Video 20detik]

(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi