HaiBunda

PARENTING

Kata-kata Bijak Orang Tua untuk Menenangkan Anak Marah

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 12 Nov 2019 14:59 WIB
Kata-kata Bijak Orang Tua Untuk Menenangkan Anak Marah/ Foto: iStock
Jakarta - Marah adalah salah satu emosi dasar manusia, yang unsurnya seperti kebahagiaan, kesedihan, kecemasan, dan jijik. Saat anak marah, tak jarang orang tua juga tersulut emosinya dan tak jarang meminta anak mereka ke kamar untuk tenang. Hal ini disampaikan psikolog klinis Laura Markham, Ph.D., di Psychology Today.

Banyak orang tua merasa, mereka tak bisa berdebat ketika anak marah. Tak sedikit pula orang tua yang merasa tak ada waktu untuk mengajarkan pelajaran atau minta maaf. Dari situ, kata Markham, masalah manajemen emosi sang anak bisa berlanjut sampai dewasa.

"Tidak heran begitu banyak dari kita punya masalah manajemen kemarahan hingga dewasa. Apakah itu kita berteriak pada anak-anak kita, membuat ulah dengan pasangan kita, atau makan berlebihan (emotional eating)," jelasnya.

Semoga kita bukan salah satunya ya, Bunda. Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Kita dapat membantu anak-anak kita belajar mengelola kemarahan mereka dengan tanggung jawab. Mungkin sebagian besar dari kita sulit membayangkan seperti apa itu.


"Sederhananya, manajemen marah tanggung jawabnya dimulai dengan menerima kemarahan kita, menahan diri untuk tidak bertindak dengan menyerang orang lain. Selalu ada cara untuk mengekspresikan apa yang kita butuhkan tanpa menyerang orang lain," kata Markham.

Nah, cara tepat untuk menanganinya adalah pendekatan, penggunaan kata-kata bijak yang tepat saat anak marah. Apa saja yang mesti kita katakan? Berikut kata-kata bijak orang tua saat anak marah dikutip dari Motherly.

1. "Kok dilempar sayang? Kamu enggak suka main dengan 'mereka' ya?" daripada "Jangan lempar-lempar mainan!"

2. "Ya sudah enggak apa-apa, Bunda yang sudah gede juga pernah merasa seperti ini kok." daripada "Sudah gede masih saja suka marah-marah!"

3. "Enggak apa-apa marah, tetapi Bunda enggak akan membiarkan kamu memukul. Nanti kalau kena pukul sakit." daripada "Jangan berani-beraninya kamu memukul ya!"

4. "Apa yang bisa kita lakukan pada makanan ini supaya enak?" daripada "Dihabiskan makanannya! Nanti kamu tidur kelaparan, lho."

5. "Bunda dengar kamu. Bagaimana solusinya biar sesuai dengan kamauanmu?" daripada "Setop mengeluh, Nak!"

6. "Yuk, pergi ke tempat yang bikin tenang." daripada "Malu-maluin Bunda saja sih kamu!"

7. "Bunda sayang kamu, Bunda ingin kamu mengerti bahwa ... itu enggak baik. Apa yang kamu inginkan supaya Bunda juga mengerti?" daripada "Bunda enggak mau ngomong lagi sama kamu!"

8. "Bunda paham kamu enggak mau melakukan itu. Ayo, kita cari cara lain." daripada "Setop bilang 'Tidak'!"

9. "Ada apa? Kamu butuh apa?" daripada Jangan lebay deh!"

10. "Tenang, Nak. Jangan teriak-teriak, yuk ke.." daripada "Berhenti teriak-teriak!"

Simak juga video tentang manfaat buah dan susu bagi si kecil:

(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar

Parenting Natasha Ardiah

Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Rahasia Kimmy Jayanti Berhasil Turunkan BB 13 Kg setelah Melahirkan Anak Ketiga

Kehamilan Amrikh Palupi

10 Cara Mendisiplinkan Anak agar Patuh Sejak Kecil Tanpa Hancurkan Harga Dirinya

Parenting Nadhifa Fitrina

Sering Cemas Tanpa Sebab? Waspadai 10 Makanan Ini

Mom's Life Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Jenis Pisang yang Bagus untuk Bayi, Waktu Konsumsi & Resep MPASI

7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar

Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan

30 Resep Es Buat Buka Puasa, Minuman Segar Bisa untuk Ide Jualan

10 Cara Mendisiplinkan Anak agar Patuh Sejak Kecil Tanpa Hancurkan Harga Dirinya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK