sign up SIGN UP search


parenting

Orang Tua Milenial Berlomba Masukkan Anak ke Sekolah Bayi, Perlukah?

Asri Ediyati Minggu, 15 Dec 2019 20:01 WIB
Orang tua zaman sekarang berlomba memasukkan anak ke sekolah bayi. Adakah urgensinya? caption
Jakarta - Dipikir-pikir, bayi zaman sekarang benar-benar keren ya? Kalau kita lihat, kini banyak sekali sekolah bayi di kota. Alhasil orang tua milenial pun berlomba-lomba untuk memasukkan anaknya ke sekolah bayi.

Pertanyaannya, adakah urgensinya menyekolahkan anak sejak dini? Berkaca dari pengalamannya, aktivis dan pemerhati PAUD Elisa Kasali, sekolah bayi atau baby house itu penting untuk persiapan masa depan si kecil. Istri Rhenald Kasali ini pun menceritakan sedikit tentang putra pertamanya.


"Saya punya pengalaman ketika anak tertua, anak yang paling besar itu bersama saya mendampingi Bapak, ketika Bapak ada kesempatan untuk kuliah di Amerika. Waktu itu dalam kondisi 'tertentu' saya jadi harus bekerja jadi baby sitter," kata Elisa, di sela-sela acara peluncuran buku SENTRA, Inspiring School: Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini Demi Masa Depan yang Cemerlang, di Jakarta Pusat, baru-baru ini.


Elisa menjadi baby sitter anak AS sehingga membawa keuntungan bagi putra pertamanya. Kelebihannya, anaknya yang usia 2,5 tahun punya banyak sekali vocabulary dan otomatis, conversationnya jadi bagus sekali, Bunda.

"Kebetulan, kan saya antar jemput anak ini, dia sekolah di laboratorium University of Illinois, jadi bagaimana saya melihat di dalam kelas itu guru-guru untuk kelompok playgroup itu lulusan S2, head teacher adalah profesor," kata Elisa.

"Saya ingin anak saya sekolah di sana. Atas izin Bapak, anak saya dites dengan tiga pertanyaan, 'Nama kamu siapa, nama ayah ibu siapa, kamu tinggal di mana?. That's it. Enggak ada tes apapun langsung masuk, sementara begitu banyak anak Indonesia dari keluarga lain yang tidak harus baby sit seperti saya itu sulit masuk ke sana," sambungnya.

Ilustrasi anak sekolahIlustrasi anak sekolah/ Foto: iStock


Dari situlah cikal bakal Elisa memikirkan untuk mendirikan pendidikan usia dini (PAUD). Namun, perbedaannya di Indonesia kalau usia anak makin besar, maka nilai-nilai itu harus baik.

"Padahal dari pengalaman saya, anak usia dari baby house (perlu) mendapatkan apa yang harus diterima mereka. Kalau kita lihat perempuan-perempuan di Israel. Ketika memutuskan dia mengandung, maka dia sudah memikirkan dalam sembilan kandungan dia, dia harus ambil les apa, dia ambil mengembangkan apa, itu semua diisi. Jadi dipersiapkan," ujarnya.

Di Amerika, sekolah bayi atau baby house itu penting bagi pendidikan anak. Ini karena sekolahnya punya program. Semakin anak itu dititipkan dari usia dua - tiga bulan, mereka kemudian dibuatkan program.

"Guru-guru yang diletakkan di sana itu bukan guru S1, tapi semakin dia kecil usianya maka yang diletakkan di sana S3 atau profesor," kata Elisa.

Pengajar sekolah bayi atau baby house dengan latar belakang pendidikan yang tinggi di Indonesia ini masih menjadi impian Elisa. Ya, Elisa sendiri telah mendirikan PAUD dan TK. Ia sudah berkecimpung di dunia pendidikan selama 15 tahun.

Jadi kesimpulannya, Bunda, sekolah bayi itu boleh saja dan bahkan perlu. Ini berarti orang tua sudah memikirkan anaknya kelak mau dipersiapkan untuk apa dan seperti apa, Bunda.

Simak juga tips Eriska Rein saat anak mogok sekolah melalui video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi