HaiBunda

PARENTING

Benarkah Madu yang Dipanaskan Berbahaya bagi Kesehatan?

AFN   |   HaiBunda

Selasa, 17 Mar 2020 20:11 WIB
Ilustrsai madu/Foto: Getty Images/iStockphoto/Niteenrk
Jakarta - Bunda pasti sudah tahu bahwa madu memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan hingga kecantikan. Itu karena madu memiliki sifat obat, yang juga bisa menjadi pengganti gula maupun pemanis buatan.

Madu sendiri dianggap sebagai makanan super yang mengandung berbagai prebiotik, enzim, dan asam amino yang berguna untuk kesehatan. Madu pun punya sifat anti-mikroba yang kuat sehingga berkhasiat sebagai antibiotik alami.




Namun di balik segudang manfaatnya, ternyata madu bisa berbahaya jika diolah dengan cara yang salah. Dikutip dari food.ndtv, madu yang dipanaskan atau dimasak berpotensi membahayakan kesehatan.

Berdasarkan buku berjudul Healing Food oleh DK Publishing, meski madu mentah sebagian besar terdiri dari gula dan air, ia juga memiliki banyak khasiat obat, termasuk bisa menyembuhkan luka dan bisul di kulit. Efektivitasnya terletak pada kadar vitamin C, D, E, K, dan B kompleks. Selain itu, juga mengandung betakaroten, mineral, enzim, dan minyak esensial. Hal itu yang membuat madu kaya antioksidan.

Memasak madu baik atau buruk?

Efek penyembuhan alami dari madu diperoleh dari bentuk mentahnya. Karena itu, memanaskan atau memasaknya bisa merusak kandungan madu secara total karena bisa mengubah senyawanya, yang bisa membahayakan kesehatan.

Menurut National Center for Biotechnology (NCBI), memanaskan atau memasak madu dikontraindikasikan karena menyebabkan efek buruk. Memasaknya bisa menurunkan kualitas dan membuat enzim serta nutrisi penting lainnya hilang. Mengonsumsi madu yang dipanaskan berpotensi menimbulkan efek mengigau dan dalam waktu bersamaan bisa berakibat fatal.

Memasak madu dengan suhu 40 derajat celsius menyebabkan perubahan kimia negatif yang membuat madu menjadi pahit. Panas bisa merusak manfaat madu.

Ilustrasi madu/Foto: iStock


Menurut Ayurveda, saat dimasak pada suhu tersebut, madu menjadi setara dengan lem. Molekul cenderung menempel pada selaput lendir dalam saluran pencernaan, yang selanjutnya menghasilkan racun dan bisa memperburuk kesehatan. Misalnya berkontribusi pada akumulasi cairan tumbuh yang berlebihan, penambahan berat badan, penyakit pernapasan, kondisi kulit, masalah pencernaan hingga ketidakseimbangan gula darah.

Madu yang dipanaskan atau dipasteurisasi juga bisa menyebabkan peningkatan indeks glikemik. Hal ini tentu tidak baik bagi penderita diabetes, Bun.



Ahli Ayurveda, Dr Sudha Asokan mengatakan bahwa orang yang minum air hangat dicampur dengan madu, biasanya untuk menghentikan muntah dan menyembuhkan sembelit. Karena itu, dia menyarankan untuk tidak memasak air dan madu bersamaan. Sebab, nutrisi dalam madu bisa menyebabkan efek buruk pada tubuh. Bunda cukup membeli madu mentah atau organik dan mengonsumsinya tanpa memanaskan atau memasaknya ya.

Simak juga manfaat madu untuk detoksifikasi tubuh dalam video berikut:



(jue/jue)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

3 Zodiak yang Selalu Beruntung dalam Hidup Meskipun di Kondisi Sulit

Mom's Life Amira Salsabila

Jarang Tersorot, Intip Potret Eriska Rein Pamer Kebersamaan dengan Suami

Mom's Life Amira Salsabila

Cute! 5 Potret Gaya OOTD Kimova Anak Kevin Aprilio & Vicy Melanie, Modis Banget Bun

Parenting Nadhifa Fitrina

Perubahan Tubuh Wanita setelah Menikah, Benarkah jadi Lebih Gemuk?

Mom's Life Amira Salsabila

Ketahui Denda Batal Puasa karena Berhubungan Intim Suami Istri

Kehamilan Melly Febrida

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Kalimat yang Tanpa Sadar Memberi Aura Negatif Menurut Psikolog

3 Zodiak yang Selalu Beruntung dalam Hidup Meskipun di Kondisi Sulit

Jarang Tersorot, Intip Potret Eriska Rein Pamer Kebersamaan dengan Suami

Cute! 5 Potret Gaya OOTD Kimova Anak Kevin Aprilio & Vicy Melanie, Modis Banget Bun

Perubahan Tubuh Wanita setelah Menikah, Benarkah jadi Lebih Gemuk?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK