PARENTING
Kisah Bocah di Rembang, Tetap ke Sekolah karena Tak Punya Smartphone
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Sabtu, 25 Jul 2020 12:14 WIBKisah menggetarkan hati datang dari seorang bocah dari Rembang, Jawa Tengah. Adalah Dimas Ibnu Alias, siswa kelas VII SMPN 1 Rembang yang tetap datang ke sekolah di masa new normal.
Dimas menjadi satu-satunya murid yang masuk sekolah di tahun ajaran baru ini, Bunda. Seperti hari-hari lain, Dimas datang ke sekolah lengkap dengan seragamnya.
Dimas yang diantar ibunya ini duduk berhadapan dengan sang guru di kelas. Keduanya terlihat menggunakan pelindung wajah dan masker.
Berbeda dengan teman-temannya yang belajar di rumah dan mengikuti kelas secara daring, Dimas memilih ke sekolah karena tak punya smartphone. Keterbatasan orang tuanya ini membuat Dimas diizinkan belajar tatap muka di sekolah selama pandemi Corona.
"Ia datang diantar ibunya naik sepeda motor. Setelah itu ditinggal lantaran ibunya bekerja sebagai karyawan pengeringan ikan. Selesai pembelajaran, Dimas diantar wali kelas sampai rumah," kata Kepala SMP N 1 Rembang Isti Chomawati.
Ayah Dimas, Didik Suroyo, sehari-hari bekerja sebagai nelayan harian. Sementara ibunya Asiatun, bekerja sebagai buruh pengeringan ikan.
Sebelum mendapatkan izin, pihak sekolah sudah memastikan Dimas tak memiliki fasilitas memadai untuk belajar daring. Menurut Isti, smartphone bukanlah kebutuhan prioritas di keluarga Dimas,
"Barangkali, bagi keluarganya, beras jauh lebih dibutuhkan daripada ponsel pintar dan kuota internet," ujar Isti.
Selain Dimas, sebenarnya banyak siswa di daerah itu yang tidak punya fasilitas belajar daring, Bunda. Namun, pihak sekolah belum selesai mendatanya.
SMPN 1 Rembang memang sengaja membuat kebijakan khusus ini untuk siswanya yang tak punya smartphone atau kesulitan belajar online di rumah. Kebijakan ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Tentu saja, dengan protokoler ketat, seperti cek suhu badan, pelindung wajah, masker, dan lainnya," ucap Isti, dikutip dari detikcom.
"Kami sudah inventarisasi, ada beberapa siswa yang memang tidak memiliki fasilitas daring. Nanti mereka akan kami bantu belajar offline," sambungnya.
Nah, cerita Dimas yang tak punya smartphone ini viral, Bunda. Kemudian ada yang berbaik hati ingin memberikan ponsel untuk anak-anak yang belum punya ponsel buat belajar di rumah seperti Dimas.
"Rekan2 media, temen2 yg temukan kejadian serupa yg ditulis Mas Arif, Detik ini boleh share kontak pihak sekolah/guru/orangtua ke aku atau @tsarina_m ya agar kami bisa salurkan ponsel bekas. Kami butuh banget kolaborasi antar warga utk jangkau mereka yg membutuhkan. Terima kasih!" cuit akun Twitter @ghinaghaliya.
Ponsel tersebut adalah hasil donasi yang sebelumnya telah dikumpulkan. Salah satu syarat untuk mendapat ponsel itu, siswa calon penerima harus bersekolah formal dan menjalankan program PJJ. Tentu banyak yang membutuhkan ya, Bunda, karena memang proses pembelajaran masih berlangsung dari rumah.
Beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim menegaskan bahwa tahun ajaran baru tidak mengubah metode pembelajaran yang sekarang. Artinya, para peserta didik diwajibkan belajar dari rumah.
Nadiem juga menyampaikan bahwa metode belajar dari rumah ini ditentukan sesuai zonanya. Untuk daerah dengan zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan kegiatan belajar tatap muka.
"Sebanyak 94 persen peserta didik kita, tidak diperkenankan belajar tatap muka. (Sebanyak) 6 persen yang berada di zona hijau belajar tatap muka tapi dengan protokol yang sangat ketat," kata Nadiem Makarim, di kanal YouTube Kemendikbud RI pada (15/6/2020).
Pendidikan adalah sesuatu yang tidak bisa berhenti. Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan Nasional Indonesia periode 2009 - 2014, mengatakan bahwa pembelajaran online merupakan cara terbaik untuk diterapkan saat ini.
"Kita semua sepakat cara terbaik saat ini pakai daring. Tetapi saya memberikan pendapat, kombinasi, ada yang online ada yang offline," katanya.
Ia juga menyinggung soal ketersediaan fasilitas yang harus mendukung sistem belajar daring. Kebijakan tidak akan berjalan, jika fasilitas tidak memadai.
"Tentu ketersediaan dan keterjangkauan digital infrastruktur menjadi keharusan. Karena kalau ini tidak ada, maka kebijakan belajar dari rumah tidak punya makna," ucapnya.
Simak juga rahasia harmonis rumah tangga Donna Agnesia yang beda 6 tahun dengan suaminya, di video berikut:
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Sekolah Tatap Muka Segera Dilaksanakan, 14 Provinsi Sudah Siap Buka Kelas
Jadwal Belajar di TVRI Hari Ini: Kelas 1 SD Diajarkan Perjalanan Siklus Air
Tak Suka Belajar Online, Anak Ernest Prakasa Berhenti Sekolah
Pelajaran untuk Orang Tua Saat Anak Merasa Salah Jurusan Sekolah
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Drama Korea Cha Woo Min Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'My Bias, My Boss'
Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Jam Tangan Rose Gold Kristal: Nyaman Dipakai Harian?
-
Beautynesia
Rekomendasi Playlist Lagu K-Pop untuk Bikin Semangat di Pagi Hari
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Lagi Naik Daun, Ha Young Tuai Kontroversi Karena Kakeknya Diduga Pro Jepang
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif