sign up SIGN UP search


parenting

Tak Suka Belajar Online, Anak Ernest Prakasa Berhenti Sekolah

Annisa Karnesyia Kamis, 30 Jul 2020 12:24 WIB
kedekatan ernest prakasa caption
Jakarta -

Sulitnya mendampingi anak saat sekolah di rumah juga dirasakan Ernest Prakasa. Sang putra, Snow Auror Arashi, akhirnya sampai berhenti sekolah, Bunda.

Ernest membagikan cerita ini di Instagram miliknya. Pria 38 tahun ini mengaku bahwa putranya tak suka belajar online di rumah.

"Sok bengal banget kecil-kecil udah DO. Jadi ceritanya, sejak school from home, Snow (5th) jadi belajar online. Masalahnya, dia gak suka. Sehari-harinya aja dia main nggak suka pake gadget, apalagi disuruh sekolah pake gadget, syuliddd," tulis Ernest, dikutip Kamis (30/7/2020).


Lantaran hal ini, Ernest merasa sia-sia mengeluarkan biaya sekolah untuk putranya. Namun, jika anaknya berhenti sekolah, maka dia diharuskan membayar uang pangkal.

"Sementara itu, uang sekolah yang jumlahnya tidak turun itu tetap harus dibayarkan. Jadi sia-sia kami keluar uang untuk SPP. Masalahnya klo minggat, nanti harus bayar uang pangkal lagi. Bingung kan?" ujar Ernest.

Melihat situasi yang tidak menentu, Ernest akhirnya mengambil keputusan. Ia mulai fokus pada hal yang lebih pasti, salah satunya dengan terbebas dari biaya SPP sekolah sang putra.

Ernest tak lantas membenarkan tindakannya ini ya. Sebab, menurutnya ini adalah pilihan yang sudah diputuskan olehnya dan sang istri.

"Akhirnya, karena situasi terlalu tidak menentu, kami fokus di hal yang lebih pasti. Nombok uang pangkal lagi adalah kemungkinan (karna kita nggak tau kapan sekolah akan kembali normal), tapi terbebas dari SPP saat ini adalah kepastian," kata Ernest.

"Itu pilihan kami. Belum tentu bener juga. Either way, buat semua ortu yang lagi mumet sama school from home, kita tos dulu ah," sambungnya.

Unggahan Ernenst PrakasaUnggahan Ernest Prakasa/ Foto: Instagram

Unggahan Ernest ini dibanjiri komentar netizen. Tak sedikit yang ikut curhat tentang kondisi anaknya yang sekolah online selama pandemi Corona, Bunda.

"Gpp Nest, anak gw jg gak jadi sekolah. Gw cuman modal beliin flashcard angka & huruf doang di tokped, itupun cuman diambur2in doang sama dia," tulis @christy***.

"Samaaaa koo ernestttt... dihitung2 akumulasi uang skolah bisa buat bayar uang pangkal malah banyak lebihnyaaaaa," ujar @raikkon***.

"Sebuah keputusan yang gak mudah utk diambil belajar bisa dari mana aja, gak cuman dari sekolah kok," tulis akun @kevin***.

Sejak proses belajar mengajar dilakukan via online, tak sedikit orang tua mengaku kesulitan mendampingi anaknya. Mengutip New York Times, anak-anak memang cenderung tak tertarik belajar melalui video, misalnya dari aplikasi Zoom.

Dr. Lori Baudino, seorang psikolog klinis spesialisasi perkembangan anak mengatakan, sistem virtual itu sangat baru untuk anak-anak. Kontrol dari sistem ini juga sulit, Bunda.

"Kurangnya kontrol dari teknologi ini yang membuatnya jauh lebih sulit untuk melibatkan anak ke anak," ujar Baudino.

Kata Baudino, saat video call, anak malah sering berbicara dengan orang tuanya, atau melakukan hal lain jika bukan gilirannya berbicara. Anak-anak merasa kalau tak berbicara, berarti mereka tak ada di sana.

Baudino menyarankan untuk memberi anak-anak waktu sebelum anak menggunakan aplikasi seperti Zoom. Hal ini bertujuan supaya anak nyaman saat berkomuniasi dengan guru dan teman-temannya di sekolah.

Simak juga rahasia harmonis rumah tangga Donna Agnesia yang beda 6 tahun dengan suaminya, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi