PARENTING
Ingat Bunda, Menerapkan Pendidikan Karakter Anak Harus Dimulai dari Orang Tua
Asri Ediyati | HaiBunda
Sabtu, 17 Oct 2020 14:35 WIBTahukan Bunda? Secara tidak sadar, orang tua sudah membentuk karakter anak sejak dini lho. Mulai dari cara bertutur, berperilaku, hingga bersikap yang nantinya akan mempengaruhi karakter anak di masa depan. Untuk itu, orang tua harus hati-hati bersikap dan berbicara di depan anaknya, agar tidak tertanam dalam karakter mereka selanjutnya.
Ya, karakter erat kaitannya dengan kepribadian anak kelak. Mengutip laman resmi Kemendikbud RI, seseorang bisa dikatakan berkarakter apabila tingkah lakunya sesuai dengan kaidah moral, Bunda.
Pada umumnya, masyarakat menilai individu sebagai karakter yang baik atau unggul dari usaha mereka untuk melakukan hal-hal terbaik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dirinya, lingkungan, bangsa dan negara, serta dunia internasional. Seorang individu itu berusaha melakukan yang terbaik dengan mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya (perasaannya).
Sedangkan pendidikan karakter sendiri menyangkut pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (kognitif), sikap dan perasaan (afektif), dan tindakan (aksi). Tanpa ketiga aspek ini maka pendidikan karakter tidak akan efektif, Bunda.
Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, kecerdasan emosi anak akan terlatih lho, Bunda. Nah, itu sebabnya Bunda dan Ayah harus mulai menanamkan kebiasaan positif pada si kecil sedari kecil ya.
Saat kecerdasan emosi anak terlatih dari belia, akan menjadi bekal dalam menyongsong masa depan. Nantinya, akan membuat mereka lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan hidup termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.
Bagaimana peran orang tua dalam pendidikan karakter ini? Satu hal yang perlu Bunda ingat bahwa orang tua yang berkarakter akan menumbuhkan anak yang berkarakter.
Dra. Nana Prasetyo, M. Si., dalam Seri Bacaan Orang Tua Membangun Karakter Anak Usia Dini terbitan Kemdikbud menjelaskan bahwa seseorang tidak dapat membantu orang lain jika ia tidak dapat membantu dirinya sendiri.
Seperti halnya orang tua yang ingin menumbuhkan karakter positif dalam diri anak, Bunda. Jika orang tua ingin anaknya memiliki karakter positif, maka orang tua harus memiliki karakter positif pula. Ini berarti, orang tua dituntut menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-harinya, serta memperlakukan anak sesuai dengan nilai-nilai moral tersebut.
"Jadi, tidak hanya sekadar memberi tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan anak. Lagi pula, pada dasarnya anak memang lebih mudah belajar sesuatu melalui pengamatan terhadap perilaku orang lain atau lingkungan sekitarnya, bukan sekadar mendengarkan kata-kata saja," tulisnya.
Nana memberi contoh, jika orang tua ingin mengembangkan sifat peduli pada anak, maka orang tua juga menerapkan perilaku peduli, baik kepada anak maupun lingkungan sekitarnya.
Nah, sikap peduli tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan perhatian kepada anak, mendengarkan keluh kesah anak, membantu orang lain yang sedang mengalami masalah, dan sebagainya. Ketika orang tua peduli dengan anak, anak akan merasa nyaman. Anak pun belajar dari situ.
Jadi intinya, pendidikan karakter memang sudah harus ditanamkan sejak dini, Bunda. Melalui aktivitas sehari-hari agar melatih kecerdasan emosi anak dalam menyongsong masa depannya.
Simak juga cara mendidik anak agar kreatif:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
60 Contoh Norma Agama dalam Kehidupan Sehari-hari untuk Diajarkan ke Anak
Penerapan Segitiga Restitusi, Cara Mendisiplinkan Anak dengan Memperbaiki Kesalahan
Rekomendasi 3 Film Disney Terbaru untuk Tontonan Lebaran
3 Tips Membentuk Karakter Si Kecil, Bisa Lewat Permainan Bun
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
200 Pertanyaan Lomba Cerdas Cermat seputar Kemerdekaan 17 Agustus 2026, Soal Tingkat SD-SMP
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cabin Hotel di Pulau Payung Kepulauan Seribu, Tawarkan Aktrasi Wisata Seru
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Meghan Markle Pakai Anting Putri Diana Saat Momen Langka dengan Pangeran Harry
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif