sign up SIGN UP search


parenting

Kisah Mukjizat Nabi Ibrahim Tahan Dibakar Api untuk Diceritakan ke Buah Hati

Annisa Afani Kamis, 19 Nov 2020 18:10 WIB
Muslim mother teach her daughter reading koran inside the mosque caption
Jakarta -

Nabi Ibrahim 'alaihissalam (AS) merupakan salah satu dari nabi serta rasul yang dicintai oleh Allah SWT, Bunda. Nabi Ibrahim yang lahir di Babilonia, Irak ini dikenal sebagai bapak para nabi.

Dalam Al-Qur'an disebutkan Nabi Ibrahim merupakan putra dari seorang ayah bernama Aazar. Sementara ibunya, seperti diriwayatkan oleh Al-Hafidz Ibnu Asakir, bernama Amilah, sedangkan menurut Al-Kalbiy, bernama Buna binti Karbina bin Kartsi.

Mengutip dalam buku Kisah Para Nabi: Sejarah Lengkap Kehidupan Para Nabi Sejak Adam Hingga Isa karya Prof. Dr. Abdul Hayyi al-Famawi, dikatakan bahwa Nabi Ibrahim AS sejak awal sudah dipersiapkan oleh Allah SWT sebagai rasul. Ia memiliki tugas untuk menghilangkan kesesatan, kebatilan, serta menanam ajaran tauhid dengan beriman kepada Allah SWT.

Oleh sebab itu, Allah SWT senantiasa menjaga Ibrahim AS dan memberinya petunjuk tentang kebenaran sejak ia masih kecil. Hal ini pun difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 51.

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَآ إِبْرَٰهِيمَ رُشْدَهُۥ مِن قَبْلُ وَكُنَّا بِهِۦ عَٰلِمِينَ

Wa laqad ātainā ibrāhīma rusydahụ ming qablu wa kunnā bihī 'ālimīn.

Artinya: "Dan sebenarnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan Kami melihat (keadaan)nya." (QS An-Anbiya: 51)

Dakwah Nabi Ibrahim AS

Ibrahim AS pertama kali melakukan dakwah kepada ayah kandungnya sendiri, Bunda. Sebagaimana yang diketahui, ayahnya merupakan seorang yang bekerja membuat berhala dan patung, sekaligus sebagai menyembah karya-karyanya tersebut.

Kepada ayahnya, Ibrahim AS menjadi orang yang paling tulus saat memberi nasehat. Ia mengatakan dengan halus bahwa hanya Allah SWT yang pantas disembah, bukan patung atau berhala karena semuanya tak dapat melakukan apapun. Ini seperti dijelasakan dalam surat Al-An'am ayat 74, yang berbunyi:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً ۖ إِنِّىٓ أَرَىٰكَ وَقَوْمَكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Wa iż qāla ibrāhīmu li`abīhi āzara a tattakhiżu aṣnāman ālihah, innī arāka wa qaumaka fī ḍalālim mubīn.

Artinya: Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata." (QS Al-An'am: 74). 

Selain itu, dalam Surat Maryam ayat 42, yang berbunyi:

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِى عَنكَ شَيْـًٔا

Iż qāla li`abīhi yā abati lima ta'budu mā lā yasma'u wa lā yubṣiru wa lā yugnī 'angka syai`ā

Artinya: "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?" (QS Maryam: 42)

Akan tetapi, petunjuk serta nasehat yang disampaikan oleh Ibrahim AS tersebut ditolak oleh ayahnya, Bunda. Bahkan, sang ayah pun mengancam, dan menyudutkan Ibrahim AS akan mendapat hukuman rajam.

Meski demikian, Nabi Ibrahim tak gentar. Selain kepada ayahnya, Ibrahim AS juga melakukan hal yang sama kepada Raja Namrud karena menyekutukan Allah SWT. Raja Namrud mengaku sebagai Tuhan, dan terus memerintah untuk membuat banyak patung serta berhala sebagai sesembahan kaum dan umatnya.

Ibrahim AS pun melakukan perlawanan dengan membakar, dan menghancurkan patung serta berhala yang disembah tersebut. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 58:

فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا اِلَّا كَبِيْرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ اِلَيْهِ يَرْجِعُوْنَ

Fa ja'alahum jużāżan illā kabīral lahum la'allahum ilaihi yarji'ụn.

Artinya: "Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya."


Keberanian Ibrahim AS ini pun membuat Raja Namrud murka. Oleh sebab itu, Raja Namrud memerintahkan seluruh pengawal serta kaumnya untuk mencari, dan menangkap Nabi Ibrahim AS.

Mukjizat Nabi Ibrahim AS

Saat orang-orang beramai-ramai mencarinya, kesempatan tersebut justru dimanfaatkan oleh Nabi Ibrahim AS untuk berkumpul dalam satu tempat. Ia memiliki tujuan untuk mengemukakan alasan mengapa berhala, dan patung tersebut tak pantas untuk disembah.

Tak berbeda dengan apa yang Ibrahim AS sampaikan kepada ayahnya, para kaum tersebut tetap pada pendirian, kesombongan serta keangkuhan untuk tetap menyembah berhala. Alhasil, mereka pun membawa Nabi Ibrahim AS untuk dihukum, dengan cara dibakar.

Kaum tersebut bekerja sama mengumpulkan kayu bakar dari berbagai tempat. Mereka berbondong-bondong menuju sebuah galian tanah yang besar, dan membakar kayu-kayu tersebut hingga api tampak membubung tinggi.

Setelah semua dipersiapkan, Nabi Ibrahim AS diikat hingga tak mampu memberikan perlawanan. Ia kemudian dilempar dalam kobaran api.

Diriwayatkan ketika Nabi Ibrahim AS berada di atas tungku api, Malaikat Jibril datang, dan menawarkan bantuan. Jibril pun berkata, "Wahai Ibrahim, apakah engkau perlu bantuan?" Lalu Ibrahim AS memberi jawaban, "Kalau kepadamu, aku tidak butuh bantuan apapun".

Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku, sebagian ulama menyebutkan bahwa di saat genting tersebut, Nabi Ibrahim AS mengucapkan doa yang tertulis dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 173, yang berbunyi:

حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

Hasbunallāhu wa ni'mal-wakīl

Artinya: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."

Dalam kondisi tersebut, mukjizat Nabi Ibrahim AS ditunjukkan. Allah SWT melindungi Nabi Ibrahim AS, dan menunjukkan bukti kekuasaan-Nya. Dan atas izin Allah SWT, api tersebut menjadi dingin, dan Nabi Ibrahim selamat. Kejadian ini tertulis dalam Al-Quran Surat Al-Anbiya ayat 69.

قُلْنَا يَٰنَارُ كُونِى بَرْدًا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ

Qulnā yā nāru kụnī bardaw wa salāman 'alā ibrāhīm.

Artinya: "Kami berfirman: 'Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'."

Seketika, api yang berkobar tersebut tak sedikit pun melukai tubuh Nabi Ibrahim AS. Berkat keimanan, ketakwaan, dan kepasrahannya, Allah SWT menolong Nabi Ibrahim. Semoga bisa menjadi cerita dan tauladan yang baik untuk buah hati ya, Bunda.

Bunda, simak juga yuk cara menumbuhkan minat baca anak dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi