sign up SIGN UP search


parenting

Pentingnya Memotivasi Anak Belajar, Bukan dengan Iming-Iming Hadiah

Melly Febrida Minggu, 04 Apr 2021 13:40 WIB
PERAN REWARD DALAM PROSES BELAJAR
Asian girl doing homework on tablet while young woman is using her laptop at home. caption

Seperti yang kita tahu, budaya penghargaan alias reward ini sudah dipraktikkan dari taman kanak-kanak. Anak-anak diiming-imingi hadiah stiker untuk setiap perilaku yang baik.

Sebuah penelitian tentang penggunaan reward misalnya dari guru sejak taman kanak-kanak hingga kelas lima menemukan bahwa semua guru dalam studi tersebut menggunakan penghargaan seperti pujian. Hampir 80% juga menggunakan reward nyata setiap minggu.

Christine Dewart, yang telah mengajar anak usia 5-6 tahun di California selama sembilan tahun, mengatakan ketika dia mempelajari perkembangan anak di universitas ada penekanan pada pentingnya motivasi intrinsik dan menghindari terlalu banyak penghargaan. Namun dalam pengalaman profesionalnya sehari-hari, Dewart melihat pentingnya menggunakan reward untuk mengelola kelasnya, dan menemukan bahwa mengakui perilaku baik seorang siswa membantu siswa lain melakukan hal yang sama. 

Dewart memberi contoh sebuah proses yang dimulai dengan hadiah pada seorang siswa dengan masalah kecemasan dan agresi fisik.  

"Saya tidak ingin menyalahkannya karena berperilaku buruk, jadi saya membuat rencana yang melibatkan penghargaan," kata Dewart.

Apabila anak itu bisa mengendalikan diri setiap 15 menit, anak tersebut mendapatkan satu menit waktu luang untuk digunakan nanti. Persyaratan 15 menit kemudian bertingkat menjadi 30 menit dan akhirnya diperluas ke seluruh pelajaran sehingga anak tersebut bisa tetap tenang dan penuh perhatian. 


Sarah McGeown, dosen senior psikologi perkembangan di University of Edinburgh, mengatakan ada hal-hal yang dapat dilakukan guru dan orang tua untuk meningkatkan motivasi intrinsik anak. Salah satu contohnya adalah membaca, di mana motivasi intrinsik membaca menjadi prediktornya.

McGeown mengatakan menemukan buku dengan tingkat bacaan yang tepat itu penting, karena mendorong siswa untuk mengidentifikasi sebagai pembaca bahkan jika mereka memilih buku komik atau majalah daripada novel.  

“Ini tentang memperluas konseptualisasi tentang apa artinya menjadi pembaca sehingga lebih banyak anak dan remaja dapat mengidentifikasi diri sebagai pembaca,” katanya. “Membantu anak-anak menemukan genre atau pengarang yang mereka sukai sangatlah penting.”

Jadi, Bunda, disarankan untuk lebih fokus memupuk motivasi belajar dari dalam diri Si Kecil dengan cara memberinya pemahaman terus menerus tentang apa manfaat yang akan dia dapat dari belajar. Dengan begitu, motivasinya akan lebih bertahan lama dalam dirinya ketimbang sekadar mengejar reward yang Bunda tawarkan.

(fia/fia)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!

Rekomendasi