HaiBunda

PARENTING

Syarat Vaksin Pfizer Diperbolehkan untuk Anak 12+, Simak Juga Efek Sampingnya

dr. Vicka Farah Diba, M.Sc SpA   |   HaiBunda

Jumat, 27 Aug 2021 14:00 WIB
Ilustrasi anak divaksin COVID-19/ Foto: iStockphoto
Jakarta -

Kasus positif COVID-19 anak Indonesia sempat melonjak tinggi beberapa waktu lalu. Data yang dilansir laman Covid.go.id mencatat ada 12,6 persen anak berusia 0-18 yang terinfeksi Coronavirus 2 (SARS-CoV-2).

Itu artinya, ada 1 dari 8 anak yang tertular COVID-19, Bunda. Tentu ini menjadi warning tersendiri bagi orang tua, mengingat belum ada vaksin khusus COVID-19 untuk anak di bawah usia 12 tahun.

Apalagi sejauh ini sudah terdata 2,9 persen anak usia 1-5 tahun terinfeksi COVID-19. Sedangkan 9,7 persen dialami anak usia sekolah hingga remaja di rentang usia 6-18 tahun. Tingginya anak yang terinfeksi ini menyebabkan kematian sebanyak 0,6 persen pada anak balita dan 0,6 persen di usia anak-anak hingga remaja.


Vaksin COVID-19 untuk anak 12+

Untungnya, sejak awal Juli 2021 lalu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa anak berusia 12-17 tahun sudah boleh menerima vaksin. Setidaknya, hal ini menjadi angin segar untuk melindungi anak-anak dari penularan virus COVID-19 ya, Bunda.

Awalnya, vaksin COVID-19 yang diperbolehkan diberikan pada anak yaitu inactivated vaccine buatan Sinovac. Sama seperti vaksin COVID-19 untuk dewasa, dosis pemberian vaksinasinya pun diberikan sebanyak dua kali dengan kandungan 0,5 ml. Sedangkan rentang interval waktunya yaitu satu bulan.

Kapan vaksin untuk anak 3-11 diberikan?

Banyak orang tua yang harap-harap cemas menanti kelanjutan mengenai aturan pemberian vaksin COVID-19 untuk usia anak yang lebih kecil. Hingga sejauh ini, IDAI sendiri mengatakan bahwa vaksin COVID-19 untuk anak usia 3-11 tahun menunggu hasil kajian untuk menilai keamanan dan dosis dengan jumlah dan subjek yang memadai.

Merujuk aturan IDAI, untuk anak yang belum mendapat vaksin perlu dilindungi dengan cara:

  1. Di rumah saja
  2. Bila bepergian jauhi kerumunan, jaga jarak, gunakan masker
  3. Cuci tangan pakai sabun
  4. Pemberian ASI dan makanan bergizi seimbang
  5. Istirahat cukup
  6. Aktivitas Fisik
  7. Lengkapi Imunisasi Dasar, Imunisasi anjuran PCV dan Influenza

Update Vaksin COVID-19 untuk untuk anak 12+

Kemenkes melalui aturan terbaru nomor SR 02.06/I/2151/2021 perihal penggunaan vaksin COVID-19 Comirnaty (Pfizer-BioNTech) untuk anak kelompok usia 12-17 tahun, menyatakan bahwa vaksin Pfizer-BioNtech sudah boleh diberikan pada anak rentang usia tersebut dengan dua dosis (0,3 ml) yang dilakukan secara intramuskular dengan interval waktu 21 hari.

Syarat anak di atas 12 tahun boleh menerima vaksin Pfizer

Sebelum menerima vaksinasi COVID-19 mRNA Pfizer, persiapkan beberapa hal berikut ini:

1. Anak dalam keadaan sehat, tidak demam, tidak batuk, atau pilek. Anak mendapatkan istirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan bergizi.

2. Pelajari kondisi khusus yang membuat Si Kecil tidak dapat divaksin. Misalkan, ada alergi dari vaksinasi sebelumnya atau memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti asma atau autoimun, penyakit kronis yang tidak terkendali, atau sedang menjalani kemoterapi.

3. Anak tidak mendapat imunisasi apapun dalam 1 bulan terakhir.

4. Anak sudah sembuh dari COVID-19 selama 3 bulan.

5. Beri penjelasan kepada anak terkait pandemi COVID-19. Beritahukan bahwa ia akan mendapat suntikan di lengan. Suntikan tersebut berfungsi untuk membangun tentara yang akan melawan virus-virus di dalam tubuh.

7. Dampingi anak pada hari penyuntikan. Bantu anak menjawab pertanyaan di meja skrining. Jawablah dengan sejujurnya terkait kondisi kesehatan anak.

8. Setelah vaksinasi, pastikan data anak tercatat dengan benar. Catat tanggal berapa anak akan mendapatkan dosis keduanya.

9. Awasi efek samping vaksinasi. Jika Si Kecil sehat, biarkan mereka melakukan aktivitas seperti biasa. Apabila ditemukan gejala selain nyeri di lengan, segera hubungi dokter. Nomor kontak dokter tercantum pada lembaran surat vaksinasi.

10. Tetap lakukan protokol kesehatan setelah mendapat vaksin lengkap. Ajari anak untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi aktivitas di luar rumah.

Tak kalah penting untuk disimak, beberapa kondisi anak yang tidak bisa menerima vaksin COVID-19. Klik halaman selanjutnya!

Simak yuk penjelasan mengenai vaksin anak di bawah ini:



(rap/rap)
EFEK SAMPING VAKSIN PFIZER UNTUK ANAK

EFEK SAMPING VAKSIN PFIZER UNTUK ANAK

Halaman Selanjutnya

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Fakta Dokter Gunawan Penyelamat Deddy Corbuzier, Punya Istri Dokter yang Juga Dermawan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin

Mom's Life Amira Salsabila

7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?

Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari

Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK