PARENTING
3 Cara Menurunkan Panas pada Bayi, Bunda Perlu Tahu
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 09 Sep 2021 12:05 WIBCara menurunkan panas pada bayi bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Sebelum mengambil langkah, Bunda perlu kenali dahulu penyebab panas pada bayi ya.
Suhu tubuh naik atau demam adalah kondisi yang sering dialami anak-anak ketika sakit. Dalam kondisi ini, Bunda perlu mengambul tindakan pertolongan pertama agar demam anak tidak menyebabkan sakit yang parah.
Menurut dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, M.Biomed, Sp.A(K), demam adalah kondisi tubuh anak yang berada di atas suhu tubuh normal, yakni di atas 37,5 derajat Celsius saat diukur di ketiak dan di atas 38 derajat Celsius ketika diukur melalui dubur atau rektal. Seringkali, suhu tubuh tinggi anak ini membuat orang tua khawatir dan panik.
"Demam merupakan masalah yang paling sering membuat orang tua khawatir. Kekhawatiran terjadi karena ketakutan bila demam tidak turun, anak bisa mengalami kejang," kata Kurniawan, dalam buku Mengatasi Gawat Darurat pada Anak.
American Academy of Pediatric (AAP) menjelaskan bahwa suhu tubuh anak dibagi dua, yakni:
1. Usia 0-3 bulan
- Suhu normal rektal sampai 38 derajat Celsius.
- Suhu normal oral atau mulut sampai 37,5 derajat Celsius.
2. Usia > 3 tahun
- Suhu normal rektal sampai 37,8 derajat Celsius.
- Suhu normal oral atau mulut sampai 37,2 derajat Celsius.
Bunda perlu mewaspadai bila anak usia di bawah 2 bulan mengalami demam tinggi dengan suhu di atas 37,9 derajat Celsius pada pengukuran suhu di rektal ya. Segera bawa ke dokter bila demam juga disertai perubahan perilaku, seperti tidur berlebihan menolak minum susu, sulit dibangunkan saat tidur, dan mengalami kebingungan.
Penyebab anak demam
Panas atau demam pada bayi bisa disebabkan masalah kesehatan karena infeksi atau noninfeksi, Bunda. Infeksi dapat terjadi di saluran pernapasan, pencernaan, susunan saraf pusat, saluran kemih, atau organ lainnya.
Sedangkan noninfeksi bisa disebabkan karena tumor, kanker, atau reaksi peradangan karena jatuh. Apa pun penyebabnya, Bunda tetap perlu memberikan pertolongan pertama dan mencari cara menurunkan panas pada bayi ya.
Infeksi sebagai penyebab panas bisa karena Si Kecil tertular virus, Bunda. Dokter spesialis anak, dr.Melisa Anggraeni, M.Biomed, Sp.A, mengatakan, penyakit yang disebabkan virus dan bisa bikin demam di antaranya adalah roseola, flu Singapura atau penyakit kaki tangan mulut, dan flu like syndrome yakni influenza.
"Paling gampang adalah kalau anak terinfeksi virus, gejala awal yakni demam dulu," ujar Melisa kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.
Suhu tubuh naik bisa terjadi sebagai salah satu mekanisme tubuh terhadap infeksi. Mekanisme ini bekerja untuk melemahkan kemampuan mikroba atau kuman dalam menginfeksi tubuh, Bunda.
Seringkali, mekanisme pertahanan tubuh ini sulit dibedakan dengan demam yang serius. Biasanya demam serius bisa terjadi bila ada kenaikan suhu di atas 41,1 Celsius.
Cara menurunkan panas pada bayi
Berikut 3 cara menurunkan panas pada bayi yang bisa dijadikan upaya pertolongan pertama:
1. Konsumsi obat
Bunda bisa memberikan obat ibuprofen atau parasetamol sebagai cara menurunkan panas pada bayi ya. National Health Service (NHK) menyebut bahwa ibuprofen bisa diberikan pada anak mulai usia 3 bulan hingga 7 tahun.
Sedangkan parasetamol bentuk sirup sudah bisa diberikan pada bayi berusia mulai 2 bulan. Namun, pemberiannya perlu dikonsultasikan dengan dokter anak agar dosisnya tepat.
Kurniawan mengatakan bahwa pemberian obat penurun panas enggak boleh sembarangan. Obat-obat ini dapat diberikan bila:
- Suhu tubuh di atas 38,5 derajat Celsius
- Anak merasa tidak nyaman
- Demam menimbulkan efek yang merugikan, seperti berisiko terjadi kerusakan saraf, memicu kejang, dan dehidrasi.
2. Kompres air hangat
Kompres air hangat dapat diberikan sebagai cara menurunkan panas pada bayi ya. Langkah ini disebut juga pertolongan pertama saat anak demam.
Kompres air hangat dapat diberikan bersamaan dengan konsumsi obat penurun panas. Kedua cara ini sangat dianjurkan pada bayi yang mengalami demam tinggi dan membahayakan.
"Penurunan suhu tubuh paling efektif pada anak yang demam adalah dengan memberikan obat penurun panas dan kompres air hangat secara bersamaan," ujar Kurniawan.
"Pemberian obat dan kompres secara bersamaan juga bisa membuat anak merasa nyaman," sambungnya.
Kompres air hangat dengan suhu 29,4 sampai 32,2 derajat Celcius ya, Bunda. Hindari kompres dingin karena akan merangsang penyempitan pembuluh darah dan membuat suhu tubuh semakin naik.
Selain kompres, Bunda bisa menyeka atau memandikan Si Kecil dengan air hangat. Ini bisa menjadi cara menurunkan panas pada bayi yang sedang demam tinggi.
3. Penuhi cairan tubuh
Dilansir Healthline, demam pada bayi bisa menyebabkan anak kekurangan cairan atau dehidrasi lho. Pastikan buah hati selalu mendapatkan cukup cairan agar demam bisa turun atau kondisi tidak semakin parah.
Bunda juga harus tetap menyusui Si Kecil ya. Pastikan pula popoknya basah, mulut tidak kering, dan mengeluarkan air mata saat menangis.
Kondisi bayi perlu ditangani dokter
Bila cara menurunkan panas pada bayi tidak berhasil, Bunda perlu membawanya ke dokter untuk mendapatkan pertolongan. Berikut 5 kondisi anak demam yang perlu ditangani tenaga medis, menurut dokter Melisa:
- Anak sudah diberi obat penurun panas seperti parasetamol sebanyak tiga kali, tapi demam tidak turun.
- Anak sudah diberikan obat penambah daya tahan tubuh atau obat demam selama tiga hari, tapi panas masih naik-turun.
- Demam dengan riwayat kejang sebelumnya. Anak dengan kondisi ini takutnya berisiko kejang ketika demam tidak turun.
- Demam disertai komplikasi, misalnya muntah dan diare yang terus-menerus, sehingga nafsu makan menurun dan berisiko dehidrasi.
- Demam disertai penurunan kesadaran atau penurunan aktivitas anak, misalnya anak tampak lemas.
Simak juga 3 resep MPASI dari kentang untuk anak, dalam video berikut:
(ank/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Tips Atasi Demam Anak, Tak Perlu Dibangunkan Malam Hari untuk Kasih Obat
6 Jenis Obat Demam Anak yang Dapat Turunkan Panas
5 Kondisi Demam Anak yang Perlu Penanganan Medis Selama Masa Pandemi
Bunda, Kenali Penyebab Demam Anak Naik Turun
TERPOPULER
9 Tanda Awal Gagal Ginjal, Kenali Gejala dan Cara Menghindarinya
5 Ciri Kepribadian Orang yang Kurang Menyukai Keramaian Menurut Psikolog
Ciri Orang Palsu Tidak Tulus, Sering Ucapkan 10 Kalimat Ini
Bikin Kagum, Potret Mawar Eva de Jongh Berhasil Lulus Sarjana di Tengah Kesibukan Syuting
Cerdas Cermat MPR Viral, Jawaban Disalahkan Juri
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Highlighter & Contour Stick Terbaik, Mudah Dipakai Cocok untuk Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Buku untuk Ibu Hamil yang Berikan Banyak Tips Bermanfaat
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kipas Angin Air Cooler Terbaik untuk Cuaca Panas Terik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Susu Stainless Steel Terbaik Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
15 Rekomendasi Merek Vitamin Ibu Hamil Trimester 1, Anti Lemas & Bikin Bayi Cerdas
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Cerita Perempuan yang Hamil Dua Kali dalam Seminggu, Kini Miliki 3 Bayi
9 Mainan Latih Motorik Kasar & Halus untuk Anak, Penting Buat Tumbuh Kembangnya
Manfaat Bodycare Organik Mengandung Sunflower Seed Oil untuk Kulit Tubuh, Bunda Perlu Tahu
9 Tanda Awal Gagal Ginjal, Kenali Gejala dan Cara Menghindarinya
MK Ungkap Ibu Kota Negara Tetap Jakarta sebelum Ada Keppres Pemindahan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Percakapan Sule dengan Adzam Saat Tahu Nathalie Holscher Mau Menikah Lagi
-
Beautynesia
4 Cara Mengenali Orang Baik Hati dan Bermoral Tinggi dari Kalimatnya Sehari-hari
-
Female Daily
Luna Maya sampai Jerome Polin Ikutan, Ini Dia Serunya UNIQLO IN MOTION 2026!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tak Ada Aishwarya Rai di Iklan L'Oréal Paris Festival Cannes, Netizen Heboh
-
Mommies Daily
Rekomendasi Kelas Kursus Menjahit dan Kisaran Biayanya