sign up SIGN UP search


parenting

Nama Anak 19 Kata Asal Tuban Akhirnya Diganti, Kini Punya Akta Lahir Bun

Asri Ediyati Sabtu, 13 Nov 2021 09:37 WIB
Little toes, baby feet wrapped in a heart blanket Ilustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Axiara
Jakarta -

Di 2019, seorang anak asal Tuban, Jawa Timur, mencuri perhatian publik. Nama anak itu terdiri 19 kata yakni Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askhala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi-Thariq Ziyad Syaifudin Quthuz Khoshala Sura Talenta.

Anak yang biasa dipanggil Cordo di keluarganya itu merupakan anak dari pasangan Arif Akbar (29) dan Suci Nur Aisyiah (26), yang tinggal di Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar. Cordo lahir 6 Januari 2019 lalu, Bunda.

Sang ayah menuturkan, nama yang terdiri dari 19 kata atau 115 huruf itu merupakan hasil diskusi bersama pamannya Mujoko Zahid. Yang merupakan budayawan asal Bumi Ronggolawe Tuban. Menurutnya, nama tersebut mempunyai makna yang sangat luas.


"Harapan kami semoga anak itu kelak berpenalaran landung selandung namanya. Dan Menjadi inspirasi peradaban umat manusia," kata Arif beberapa waktu lalu.

Sang ayah menambahkan, nama putra keduanya itu memiliki hubungan dengan sejarah nama Kota Teladan Islam. Dengan harapan, kelak anak tersebut bisa menjadi tokoh yang mendunia.

"Maknanya anak itu kelak menjadi tokoh dunia yang mendunia. Menjadi diri yang tidak berpikir lokal, sempit atau primordial. Tetapi mempunyai wawasan global sekaligus memiliki karsa dan power untuk merealisasikan wawasan besarnya. Kuat namun berjiwa lembut yang welas asih," kata Arif.

Banner Ricky Soebagdja dan istri

Orang tua Cordo ternyata kesulitan mengurus dokumen kependudukan. Sebab, nama Cordo yang terdiri dari 19 kata dianggap terlalu panjang, tidak sesuai dengan ketentuan negara dalam SIAK.

Namun, pemerintah akhirnya bisa meluluhkan hati keluarga dari bocah itu. Anak di Tuban yang namanya 19 kata kini sudah mempunyai akta lahir, Bunda.

Kini nama anak itu lebih pendek, yakni R - Akbar Zudan Cordosega Sura Talenta. Pergantian nama bocah tersebut terjadi setelah adanya komunikasi yang intens dari Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh dengan Arif dan tokoh adat Desa Ngujuran, Mujoko Sahid.

Padahal sebelumnya, pihak keluarga bersikeras tidak mau mengganti nama Cordo. Mujoko merasa nama yang begitu panjang tidak melanggar perundang-undangan.

Kenapa akhirnya bisa luluh? TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/fia)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!