HaiBunda

PARENTING

Benarkah Anak yang Kena COVID-19 Bisa Jadi Stunting? Ini Kata Dokter

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 18 Feb 2022 16:07 WIB
Ilustrasi Anak Kena COVID-19/ Foto: iStock
Jakarta -

COVID-19 pada anak masih menjadi perhatian. Seperti orang dewasa, anak juga bisa tertular virus COVID-19 dan mengalami gejala ringan hingga berat.

Saat anak terkena COVID-19, kondisi tubuhnya bisa menurun. Banyak orang tua khawatir kondisi ini bisa memengaruhi tumbuh kembang buah hati.

Anak yang sedang sakit juga biasanya enggak nafsu makan. Tak heran bila para orang tua juga takut anaknya mengalami masalah gizi, seperti stunting.


Lalu apakah nafsu makan yang menurun ini bisa memengaruhi tumbuh kembang anak ya, Bunda. Benarkan anak yang kena COVID-19 bisa menjadi stunting?

Foto: HaiBunda/Annisa Shofia

Dokter Spesialis Anak Pakar Tumbuh Kembang, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K), mengatakan bahwa COVID-19 merupakan infeksi akut. Virus ini sama seperti virus influenza, namun memiliki varian yang berbeda.

Virus ini tidak menyebabkan stunting pada anak karena sifatnya infeksi akut. Anak yang terkena COVID-19 biasanya akan mengalami perbaikan nafsu makan bila sudah kembali sehat, Bunda.

"Covid itu penyakit infeksi akut. Sebenarnya virus Covid seperti virus influenza lainnya, tapi ini varian virus Covid. Jadi, sifatnya akut," kata Rini.

"Kalau sudah baik harusnya ada perbaikan nafsu makan ya, anaknya kembali seperti anak yang mengalami flu. Jadi pasti tidak menyebabkan stunting," sambungnya dalam acara 'Cegah Stunting dan Dampak Negatifnya terhadap Perkembangan Otak dan Pertumbuhan Fisik Anak Prima dengan 9AAE dan Tinggi DHA oleh Frisian Flag Indonesia' via Zoom, Kamis (17/2/22).

Meski tak menyebabkan stunting, Bunda tetap perlu memenuhi asupan nutrisi anak saat sakit ya. Stunting dapat terjadi karena masalah gizi.

Rini menjelaskan bahwa stunting dapat juga disebut kerdil atau pendek. Tetapi, tidak semua pendek itu stunting, Bunda.

"Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan, dalam hal ini parameternya adalah tinggi badan, terutama di bawah 2 tahun, yang disebabkan oleh masalah gizi yang sifatnya jangka panjang atau kronis," kata Rini.

Stunting tak hanya berdampak pada pertumbuhan tinggi badan anak, tapi juga perkembangan otaknya lho. Dalam jangka panjang, stunting bisa menimbulkan risiko pada kesehatan nak. Seperti apa penjelasannya?

Baca halaman berikutnya ya, Bunda.

Simak juga 3 perlengkapan isolasi mandiri untuk anak yang terkena COVID-19, dalam video berikut:

(ank/rap)
DAMPAK JANGKA PANJANG STUNTING PADA ANAK

DAMPAK JANGKA PANJANG STUNTING PADA ANAK

Halaman Selanjutnya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya

Mom's Life Amira Salsabila

Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia

Mom's Life Annisa Karnesyia

Psikolog Ungkap Momen Anak Paling Sering Meniru Orang Tua

Parenting Nadhifa Fitrina

Dari Serat hingga Skyr, Ini 7 Tren Makanan Sehat di 2026

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Kisah Ratu Wilhelmina dan Penolakannya terhadap Kemerdekaan Indonesia

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen

USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran

11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya

Dari Serat hingga Skyr, Ini 7 Tren Makanan Sehat di 2026

Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK