sign up SIGN UP search


parenting

Ide Dongeng Anak Sebelum Tidur: Kisah Semut dan Belalang

Nanie Wardhani   |   Haibunda Selasa, 21 Jun 2022 19:10 WIB
Ilustrasi Dongeng Ilustrasi membaca dongeng anak/ Foto: Getty Images/AsiaVision

Apakah Si Kecil sangat suka mendengar cerita? Jika iya, maka itu adalah hal yang bagus, Bunda. Sebab mendengar cerita dan bercerita dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif Si Kecil dan sekaligus meningkatkan bonding antara Bunda dan Si Kecil.

Hal ini karena salah satu cara untuk membuat Si Kecil nyaman dan dekat dengan Bunda, adalah dengan dongeng atau sesi bercerita. Dongeng anak memiliki banyak manfaat yang besar untuk Si Kecil.

Tidak terbatas hanya dengan pesan moral, dongeng juga membuat imajinasi Si Kecil terbangun sejak dini. Inilah berbagai manfaat dongeng untuk Si Kecil.


Meningkatkan kemampuan berbahasa

Manfaat yang sangat bisa didapat dari dongeng untuk Si Kecil adalah kemampuan bahasa. Dengan dongeng anak, kosakata yang Si Kecil miliki akan bertambah. Kesempatannya untuk mengerti lebih banyak materi dan cerita lainnya. Baik di rumah, maupun di sekolah.

Melatih daya ingat

Adanya alur cerita dan berbagai tokoh yang ada di dalam sebuah dongeng akan melatih daya ingat Si Kecil. Semakin daya ingatnya dilatih, maka manfaatnya akan dirasakan di berbagai situasi.

Mempererat hubungan

Kegiatan membaca dongeng, seperti membaca dongeng sebelum tidur, akan mempererat hubungan Bunda dengan Si Kecil. Jika Bunda merasa masih ada jarak dengan Si Kecil, maka dongeng berpeluang membuat Bunda dengan Si Kecil jadi lebih erat.

Pesan moral dari dongeng yang menjadi nilai tersendiri juga akan membuat Si Kecil akan menyadari banyak hal. Seperti pesan moral yang akan didapatkan dari dongeng Semut dan Belalang yang diolah dari Direktorat PAUD Kemendikbud berikut ini.

red ant in nature, macro shot, ants are an animal working teamworkIlustrasi dongeng anak Semut dan Belalang/ Foto: Getty Images/iStockphoto/lamyai

Kisah Semut dan Belalang

Pada sebuah musim panas, hiduplah sebuah koloni semut yang tinggal di bawah tanah. Semut-semut yang ada di sana sangat rajin mengumpulkan cadangan makanan untuk musim dingin. Sebab pada musim panas para semut mudah untuk mencari makanan.

Ketika para semut sedang mengangkut makanan, belalang datang menghampiri mereka. Ia memandang remeh para semut yang banyak membawa makanan untuk disimpan hingga musim dingin.

“Hai semut, maukah kamu bermain denganku hari ini? Musim panas seperti ini kita harus banyak bermain,” kata Belalang mengajak main.

“Aku ingin main denganmu, Belalang. Tapi aku harus membawa makanan ini pulang ke rumah terlebih dahulu,” kata Semut sambil membawa makanan. “Mungkin setelah aku selesai dengan pekerjaanku, kita bisa bermain.”

Setelah membawa makanan yang akan digunakan sebagai cadangan makanan pada musim dingin, Semut menerima ajakan Belalang untuk bermain. Begitu seterusnya yang terjadi selama musim panas. Semut harus mengumpulkan makanan terlebih dahulu sebelum bermain bersama Belalang.

Ada kalanya, Semut memarahi Belalang karena selalu mengajaknya bermain. Karena Semut memiliki tugas untuk mengumpulkan makanan. Karena tidak puas, Belalang akhirnya membantu Semut mencari dan membawa makanan ke rumahnya. Itu ia lakukan karena ia sedih harus menunggu Semut mencari makanan setiap hari.

Meskipun tawaran Belalang untuk membantu Semut diterima, tetapi Belalang tidak sungguh-sungguh membantu Semut. Ia bermalas-malasan dengan berbagai alasan.

“Ayolah Belalang,” kata Semut yang melihat Belalang tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. “Semakin cepat kita membawa makanan, akan semakin cepat kita bermain.”

Namun, Belalang tidak menggubris. Seringkali Semut marah karena hal itu.

Hingga pada akhirnya, musim dingin menyerang. Angin dingin berhembus kencang dan hujan turun sepanjang hari. Belalang tidak memiliki banyak cadangan makanan pada saat itu. Itu terjadi karena ia tidak bersungguh-sungguh dalam mencari cadangan makanan.

Suatu hari, makanan yang Belalang miliki telah habis. Ia datang ke sebuah lubang dimana Semut tinggal. Di sana ia melihat banyak makanan yang telah dikumpulkan para semut selama musim panas.

“Wahai Semut, maaf jika aku mengganggumu,” kata Belalang. “Aku sangat kedinginan dan merasa sangat lapar, bolehkan aku meminta sedikit makanan?”

“Tentu saja, Belalang,” kata Semut sambil memberinya makanan. “Ambillah, jangan malu-malu.”

“Terima kasih, Semut. Kamu sudah baik hati dengan memberiku makanan,” ucap Belalang kepada Semut yang telah membantunya. “Aku minta maaf jika dulu aku tidak bersungguh-sungguh mengumpulkan cadangan makanan.”

Akhirnya, musim dingin bisa mereka lewati dengan baik berkat cadangan makanan dari Semut.

Pesan moral

Tentunya ada pesan moral dari cerita di atas. Pesan moral yang bisa didapat dari dongeng ini adalah jangan meremehkan kerja keras orang lain, jangan bermalas-malasan dan pandai-pandailah menabung. Semoga pesan moral dari cerita ini dapat tersampaikan kepada Si Kecil dengan baik ya, Bunda.

 Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

[Gambas:Video Haibunda]



 

 

(som/som)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!