PARENTING
Mainan Anak Harus Sesuai Gender, Benarkah? Simak Faktanya Menurut Penelitian
Kinan | HaiBunda
Selasa, 28 Mar 2023 21:40 WIBSaat memilih mainan untuk anak, biasanya orang tua akan menyesuaikan dengan gender. Misalnya boneka untuk anak perempuan dan mobil-mobilan untuk anak laki-laki. Perlukah demikian?
Dikutip dari laman Garda Rujukan Digital Kemdikbud RI, laporan studi yang dilakukan oleh peneliti Lidwina Hana menunjukkan bahwa memilih mainan anak tidak perlu dibatasi gender.
"Eksplorasi anak tidak perlu dibatasi berdasar gender. Alih-ali berdasar gender, mainan sebaiknya lebih dilihat dari segi fungsi," tulis Lidwina.
Menurutnya, saat memilih orang tua lebih perlu melihat apakah mainan tersebut dapat mendukung perkembangan motorik dan kognitif anak atau tidak.
Selain itu, meski bebas memilih mainan yang menarik, pastikan juga pemilihan mainan sesuai dengan usianya.
Memilih mainan untuk anak
Mainan untuk anak perempuan biasanya identik dengan warna pink. Sementara mainan untuk anak laki-laki identik dengan warna biru. Jenis-jenis mainan pun seringkali dibedakan antara untuk anak perempuan dan anak laki-laki.
Menurut pakar sosiologi University of California, Elizabeth Sweet, pemisahan stereotipe gender biasanya lebih disesuaikan dengan target pasar. Namun faktanya, ini juga memengaruhi perkembangan anak.
Meskipun mungkin tampak seperti masalah sepele, peneliti dari Monmouth University, Lisa Dinella, menyebutkan bahwa mainan membantu anak mempelajari keterampilan dan kemampuan intelektuual baru.
"Misalnya mainan boneka atau dapur-dapuran melatih kognitif dan bahasa. Mainan blok dan puzzle melatih keterampilan spasial. Semua penting bagi anak, baik perempuan atau laki-laki," ujar Dinella, seperti dikutip The Guardian.
Perlukah memilih mainan berdasarkan gender?
Christia Spears Brown, peneliti di University of Kentucky dan penulis Parenting Beyond Pink and Blue: How to Raise Your Kids Free of Gender Stereotypes, menyebutkan bahwa preferensi gender untuk mainan hanya muncul setelah setelah anak memahami tentang jenis kelamin mereka.
"Anak usia bayi belum mampu memilih berdasarkan preferensi," ungkap Brown.
Pemahaman tentang jenis kelamin pada anak di usia antara 4 hingga 5 tahun kian berkembang. Anak belajar bahwa jenis kelaminnya bersifat konstan, dan mereka jadi lebih fleksibel memainkan semua jenis mainan.
"Pemilihan mainan sebaiknya didasarkan pada minat pribadi anak-anak, bukan pada jenis kelamin mereka," pesan Sweet.
Jadi menurut para peneliti ini, memilih mainan sebaiknya disesuaikan dengan minat dan usia anak, bukan berdasarkan gender. Sebab semua mainan pada dasarnya memiliki manfaat masing-masing bagi tumbuh kembang anak dan bersifat netral.
Manfaat memilih mainan secara netral
Anak-anak sebaiknya diberikan kebebasan untuk memilih mainan, bermain dan bereksplorasi tanpa sepenuhnya dibatasi oleh stereotip gender. Berikut manfaatnya:
1. Memberi ruang eksplorasi
Anak-anak identik dengan eksplorasi, termasuk pada mainan. Anak mengamati berbagai hal, seperti warna, bentuk, fungsi hingga cara kerja. Hal ini bisa didapat jika anak punya kesempatan untuk bermain dengan semua jenis mainan.
2. Berkesempatan melatih kedua sisi otak
Permainan di bidang STEM atau 'science, technology, engineering, and mathematics', serta STEAM (seperti STEM, tetapi ditambahkan 'art'), awalnya identik untuk anak laki-laki. Tetapi kini tidak lagi demikian, Bunda.
Berdasarkan laporan dari Toy Association, salah satu karakteristik untuk semua permainan STEM/STEAM yakni bersifat netral gender dan inklusif.
Ketika anak-anak bereksplorasi lewat STEM/STEAM, kedua sisi otaknya turut terlatih, sehingga dianggap penting bagi tumbuh kembangnya.
3. Melatih imajinasi dan kreativitas
Bermain dengan mainan tanpa batasan gender memberi kesempatan bagi anak untuk lebih kreatif dan juga menanamkan rasa percaya diri.
"Kesempatan-kesempatan ini membantu anak mengejar minat mereka sendiri, terlepas dari jenis kelaminnya," tutur Elizabeth Lombardo, Psy.D., penulis From Entitlement to Intention: Raising Purpose-Driven Children, seperti dikutip dari Parents.
Demikian ulasan tentang serba-serbi memilih mainan untuk anak berdasarkan gender. Semoga ulasan ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Bunda, simak yuk rekomendasi mainan motorik untuk anak dalam video berikut ini:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Benda yang Sering Disentuh Anak di Rumah Ternyata Sarang Kuman & Bakteri
7 Rekomendasi Permainan Menyenangkan untuk Balita, Bisa Asah Kreativitas juga Lho!
Ide Permainan Sensory Play Menarik untuk Anak Sesuai Usia dan Tumbuh Kembangnya
Hati-hati Pilih Sensory Play! Bayi 17 Bulan Muntah Hebat Usai Telan Water Beads
TERPOPULER
Mertua Suka Ikut Campur? Ini Batasan Hukumnya dalam Islam
7 Cara Mencegah Semut Masuk ke Dalam Rumah, Segera Coba!
9 Ucapan yang Berhenti Dimaklumi Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi
Bintang Avengers Elizabeth Olsen Bakal Jadi Bunda, Tengah Hamil Anak Pertama
Wonderlab, Playground Interaktif dengan Beragam Aktivitas Seru untuk Anak dan Keluarga
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Label Nama Buku Aesthetic untuk Buku Pelajaran Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Bantal Menyusui Multifungsi Terbaik yang Bagus & Nyaman untuk Ibu & Bayi
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Bumbu Masak Instan untuk Masakan Enak dan Praktis
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
11 Kebiasaan Orang Pemilik IQ Tinggi Menurut Pakar, Catat Bun!
Wonderlab, Playground Interaktif dengan Beragam Aktivitas Seru untuk Anak dan Keluarga
Kuasa Hukum Ungkap Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Mertua Suka Ikut Campur? Ini Batasan Hukumnya dalam Islam
9 Ucapan yang Berhenti Dimaklumi Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
5 Tahun Menunggu, Kreator Izzky Alvaro Wujudkan Resepsi Impian untuk Sang Istri
-
Beautynesia
Lee Jae Wook dan Shin Ye Eun Berbagi Cerita Tentang Drakor Doctor on the Edge
-
Female Daily
Tampil Manglingi dengan Adat Jawa, Ini Detail Makeup Jennifer Coppen di Akad Nikah!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Sinopsis The Equalizer 2, Film Denzel Washington di Bioskop Trans TV
-
Mommies Daily
17 Museum Ramah Anak untuk Mengisi Libur Sekolah di Jabodetabek, Seru dan Edukatif!