HaiBunda

PARENTING

10 Ciri-Ciri Luka Sunat Anak Infeksi dan Bermasalah, Bisa Bengkak hingga Menghitam

Kinan   |   HaiBunda

Jumat, 29 Sep 2023 21:06 WIB
Ilustrasi 10 Ciri-Ciri Luka Sunat Anak Infeksi dan Bermasalah/Foto: Getty Images/comzeal
Jakarta -

Ciri-ciri luka sunat anak infeksi dan bermasalah penting untuk diketahui oleh orang tua sedini mungkin. Dengan demikian, infeksi bisa segera diatasi dan tidak berlanjut menjadi kondisi yang lebih berbahaya.

Dikutip dari Mayo Clinic, sunat adalah tindakan pengangkatan kulit yang menutupi ujung penis. Prosedur sunat dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan, salah satunya penurunan risiko infeksi saluran kemih. 

Kebanyakan sunat dilakukan pada 10 hari pertama (sering kali dalam 48 jam pertama) kehidupan bayi. Namun, biasanya dokter akan mendiskusikan prosedur dan kemungkinan risikonya dengan orang tua.


Setelah sunat, penting untuk menjaga area sekitar bekas luka sebersih mungkin. Secara rutin, bersihkan perlahan dengan air hangat, hindari menggunakan tisu basah. Air sabun juga dapat digunakan jika perlu. 

Ciri-ciri luka sunat bermasalah

Apabila tidak dirawat dan dijaga kebersihannya dengan baik, bekas luka sunat sangat rentan bermasalah. Beberapa ciri-ciri bekas luka sunat anak infeksi di antaranya termasuk:

1. Pendarahan

Dikutip dari Stanford Medicine, pendarahan adalah salah satu ciri-ciri luka sunat bermasalah dan komplikasi yang paling sering ditemui. Perkiraan kehilangan darah selama penyunatan (terutama pada bayi) hanya beberapa tetes dan dapat ditangani dengan kain kasa.

Adanya perdarahan yang melebihi perkiraan ini merupakan komplikasi. Untungnya, hampir semua kasus perdarahan akibat sunat neonatal sangat ringan.

Dalam banyak kasus, pendarahan dapat dikontrol dengan memberikan tekanan langsung pada lokasi pendarahan selama 1-2 menit.

2. Infeksi

Infeksi sebenarnya merupakan komplikasi sunat yang jarang terjadi jika dilakukan dalam kondisi steril. Biasanya, keropeng kekuningan yang mungkin terbentuk di sekitar tepi sayatan disalahartikan sebagai infeksi, tetapi sebenarnya merupakan bagian dari proses penyembuhan normal.

3. Demam tinggi

Demam merupakan salah satu pertanda bahwa ada bagian tubuh yang sedang infeksi atau meradang. Jadi, apabila setelah sunat si Kecil mengalami demam tinggi, ini dapat menjadi salah satu ciri-ciri luka sunat bermasalah.

4. Keluar cairan nanah

Tanda infeksi lainnya pada luka sunat yakni keluar cairan seperti nanah dari area bekas jahitan maupun dari lubang pipis. Secara umum, nanah yang keluar dari luka infeksi memiliki bau yang tidak sedap.

5. Bengkak

Area kulit yang mengalami infeksi biasanya juga ditandai dengan adanya pembengkakan yang terjadi. Dalam kondisi yang sudah parah, bengkak dapat muncul pada bagian kepala penis, batang penis, atau bahkan pada area skrotum.

6. Sulit buang air kecil

Ilustrasi anak disunat/Foto: iStock

Apakah anak memiliki keluhan sulit buang air kecil setelah sunat, Bunda? Jika ya, ini juga bisa menjadi salah satu ciri-ciri luka sunat bermasalah dan infeksi. Apabila kondisi sulit pipis ini tak kunjung membaik, jangan tunda untuk segera memeriksakan anak ke dokter.

7. Ada perubahan warna kulit

Luka sunat yang mengalami infeksi biasanya ditandai dengan adanya perubahan warna pada penis, termasuk di batang penis dan sekitarnya. Selain kemerahan, perubahan warna juga bisa ditandai dengan kebiruan atau pucat karena hambatan aliran darah.

8. Nyeri berat

Nyeri berat di area penis setelah sunat perlu mendapatkan perhatian dari orang tua, terutama karena ini dapat menjadi pertanda adanya infeksi. Saat keluhan ini terjadi, biasanya anak akan menjadi lebih rewel dan tidak nyaman saat hendak buang air kecil.

9. Area penis teraba hangat

Adanya area kulit sekitar penis yang teraba hangat atau bahkan cenderung panas bisa menjadi pertanda adanya infeksi setelah luka sunat. Panas sendiri merupakan tanda bahwa sedang ada infeksi bakteri yang berlangsung.

10. Penyembuhan lebih lama

Setelah prosedur sunat dilakukan, biasanya diperlukan waktu selama 7-10 hari agar penis mulai sembuh. Ujung penis kemungkinan akan terasa sakit pada awalnya, serta terlihat merah, bengkak, atau memar.

Apabila kondisi ini terjadi justru lebih lama dan semakin memburuk, jangan anggap sepele karena dapat menjadi ciri-ciri luka sunat bermasalah juga.

Demikian ulasan tentang ciri-ciri luka sunat anak infeksi dan bermasalah. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila ada gejala yang terlihat pada Si Kecil ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Growth Spurt: Fase Percepatan Pertumbuhan Bayi & Kenali 3 Cara Penanganannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kenapa Idul Fitri Disebut Lebaran di Indonesia? Ini Asal Usul Uniknya

Mom's Life Natasha Ardiah

Deretan Keluarga Kerajaan yang Mengumumkan Bayi Pertama Secara Tak Terduga, Ternyata...

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

7 Resep Olahan Tempe Lezat Kaya Protein untuk Program Diet

Mom's Life Arina Yulistara

Pevita Pearce Rayakan Lebaran di Kampung Halaman Suami Malaysia, Intip 5 Potretnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Anak Bosan Makan Ketupat? Ini 7 Resep Makan Praktis & Enak Favorit Keluarga

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

13 Tanaman yang Mirip Lidah Mertua, Jangan Tertukar dan Keliru

Ayah Ungkap Perbedaan Lebaran Tanpa Vidi Aldiano hingga Shireen Waqaf Masjid untuk Almarhum

Anak Bosan Makan Ketupat? Ini 7 Resep Makan Praktis & Enak Favorit Keluarga

7 Resep Olahan Tempe Lezat Kaya Protein untuk Program Diet

Kenapa Idul Fitri Disebut Lebaran di Indonesia? Ini Asal Usul Uniknya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK