PARENTING
9 Penyebab Feses Bayi Berwarna Hijau dan Berlendir, Simak Cara Mengatasinya
Hasna Fadhilah | HaiBunda
Selasa, 24 Oct 2023 21:10 WIBWarna feses bayi beragam mulai dari kuning, hijau, ataupun cokelat. Perbedaan warna itu bisa menjadi penanda kondisi kesehatan sang bayi. Jika BAB bayi berubah berwarna hijau dan berlendir, ini bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi para orang tua.
Tapi tahukah Bunda? Sebetulnya kondisi ini tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan yang serius. Ada beberapa penyebab yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi.
Meski begitu penting bagi para orang tua untuk mengetahui cara mengatasi BAB bayi yang berwarna hijau dan berlendir. Setidaknya bisa untuk menghindari terjadi masalah kesehatan yang serius pada anak, misalnya dengan menjaga pola makan anak.
Selain itu, ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi feses bayi berwarna hijau dan berlendir. Simak penjelasannya berikut ini, Bunda.
Jenis feses bayi dan artinya
Warna dan tekstur feses bayi dapat menjadi indikator kesehatan pencernaannya. Sehingga orang tua perlu memahami jenis feses pada bayi. Misalnya feses bayi yang baru lahir akan berbeda dengan feses bayi yang menerima ASI dari ibunya.
Untuk lebih jelasnya berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis feses bayi menyesuaikan umurnya.
- Feses bayi baru lahir: Saat bayi dilahirkan, feses pertama yang keluar akan berwarna hitam dan lengket. Selang 2-4 hari setelahnya, Bunda akan melihat transisi feses bayi menjadi berwarna hijau yang tidak terlalu lengket ketimbang saat awal bayi dilahirkan.
- Feses bayi yang disusui ASI: saat bayi mulai mencerna ASI, mekonium akan berganti menjadi kotoran berwarna kuning, hijau atau cokelat. Teksturnya biasanya cukup encer menyerupai diare. Feses bayi yang minum ASI akan tidak berbau menyengat (tidak seperti feses seperti orang dewasa pada umumnya).
- Feses bayi yang diberi susu formula: ketika bayi diberi asupan susu formula, kotoran yang keluar biasanya berwarna kuning atau cokelat yang mirip dengan selai kacang. Bayi yang diberi susu formula juga akan buang air besar lebih sedikit namun ukurannya lebih besar dan berbau ketimbang bayi yang minum ASI.
- Feses bayi yang sudah mengonsumsi makanan: sementara bagi bayi yang sudah mulai mengonsumsi makanan selayaknya orang dewasa, pupnya biasanya akan berwarna sesuai dengan makanan tersebut. Hal ini disebabkan karena beberapa makanan mengalir begitu cepat, ketika melalui usus sehingga tidak terurai sepenuhnya dan mempengaruhi warna kotoran yang dikeluarkan bayi.
Apakah warna feses bayi mempengaruhi kesehatan?
Melansir dari American Pregnancy, terdapat beberapa jenis feses bayi yang berkaitan dengan kesehatan. Sebab warna feses bayi dapat menjadi indikator kesehatan pencernaannya. Simak penjelasannya berikut Bunda, untuk mengetahui warna feses bayi apa saja yang perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda dari masalah kesehatan tertentu.
1. Feses bayi berwarna hijau
Hal ini terjadi jika bayi mengonsumsi suplemen zat besi yang seringkali membuat pub bayi menjadi berwarna hijau. Kondisi ini terjadi ketika bayi memasuki usia 4-6 bulan, saat mereka mulai mengonsumsi makanan padat berwarna hijau seperti bubur kacang polong, bayam dan buncis.
2. Feses bayi berwarna oranye, kuning, dan cokelat
Kondisi ini normal terjadi pada bayi yang mengonsumsi ASI atau susu formula sebagai sumber nutrisinya selama masa menyusu.
3. Terdapat darah pada feses bayi
Kondisi ini bisa saja terjadi dengan adanya bercak darah berwarna hitam. Hal ini bisa saja disebabkan saat bayi menyusu, putih ibunya mengalami pecah-pecah dan berdarah. Tenang saja Bunda, hal ini tidak akan menimbulkan ancaman bahaya pada anak. Namun sebaiknya Bunda memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan darah tersebut bukanlah gejala penyakit yang serius.
Mengenal BAB bayi berwarna hijau
BAB bayi berwarna hijau merupakan hal yang normal terjadi ya, Bunda. Sebab kotoran bayi berwarna hijau ini dikenal sebagai mekonium yang terdiri dari cairan ketuban, lendir, sel kulit dan bahan lainnya yang tertelan selama kehamilan.
Selang beberapa hari berikutnya, kotoran bayi akan berubah warna menjadi kuning sawi (jika minum ASI) atau kuning kecokelatan mirip selain kacang (jika diberi susu formula).
Penyebab BAB bayi berwarna hijau dan berlendir
Terdapat beberapa penyebab mengapa BAB bayi bisa berwarna hijau atau terkadang berlendir. Melansir dari Very Well Family berikut beberapa penyebab yang mungkin saja mempengaruhi warna feses bayi menjadi hijau:
1. Ketidakseimbangan foremilk-hindmilk
Saat fase menyusui produksi ASI tidak selalu sama. Pertama-tama payudara ibu akan memproduksi “foremilk” yang rendah lemak dan tinggi gula lalu secara bertahap akan berubah menjadi “hindmilk” yang tinggi lemak dan tinggi kalori.
Jika bayi cenderung memiliki sesi menyusui yang singkat atau Bunda memiliki persediaan ASI yang berlebihan, mungkin saja bayi mendapatkan lebih banyak foremilk ketimbang hindmilk.
Hal ini dapat terjadi jika bayi terlalu sering berganti payudara saat tengah menyusu. Bila terlalu banyak foremilk maka dapat menyebabkan gas dan kotoran bayi menjadi bewarna hijau dan berbusa.
2. Bayi sedang sakit
Jika kotoran bayi berwarna hijau dan tampak berlendir, mungkin ini mengindikasikan penyakit tertentu seperti diare, Bunda. Hal ini disebabkan karena terkadang bayi mengalami reaksi stres atau bisa juga karena sakit perut. Untuk itu Bunda dapat segera melakukan perawatan atau mengunjungi dokter agar tertangani dengan baik hingga Si Kecil sembuh.
3. Makanan hijau
Bayi yang menyusui mungkin mengeluarkan feses berwarna hijau, karena ibunya memakan sayuran berdaun hijau atau mengandung pewarna makanan hijau. Sama halnya ketika anak mulai mengonsumsi makanan padat, bila mereka memakan makanan hijau seperti kacang polong dan bayam, maka warna kotoran mereka akan berwarna hijau.
4. Suplemen zat besi
Kotoran bayi berwarna hijau bisa juga disebabkan karena Bunda mengonsumsi suplemen zat besi selama masa menyusui atau malah bayinya.
5. Asupan susu tidak mencukupi
Jika bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup maka ia mungkin akan buang air besar dalam jumlah yang sedikit dan terkadang berwarna hijau. Kekurangan asupan susu ini akan menyebabkan berat badannya tidak bertambah dan rewel atau mengantuk.
6. Intoleransi makanan
Penyebab lain feses bayi berwarna hijau bisa jadi akibat intoleransi makanan seperti ASI atau susu formula. Namun hal ini tidak umum terjadi. Kebanyakan kasus kotoran bayi akan berwarna merah akibat adanya darah karena hal ini.
7. Penyakit kuning
Bayi yang baru saja dilahirkan lalu dirawat karena penyakit kuning dengan fototerapi dapat mengalami perubahan dengan mengeluarkan kotoran berwarna hijau.
8. Tumbuh gigi
Saat bayi mengalami fase tumbuh gigi ia akan menelan air libur secara berlebih. Hal ini dapat menyebabkan warna kotorannya berubah menjadi kehijauan.
9. Adanya bakteri atau virus di usus
Penyebab lainnya mengapa feses bayi berwarna hijau yaitu adanya bakteri atau virus di dalam usus mereka. Hal ini dapat membuat bayi mengalami sakit perut atau gangguan pencernaan yang mengakibatkan kotoran bayi berubah menjadi hijau. Kondisi ini biasanya terjadi ketika bayi terserang flu atau demam.
Apakah bahaya jika feses bayi berwarna hijau?
Melansir Very Well Family, American Assosiate Pediatrics menjelaskan bahwa orang tua tidak perlu khawatir bila bayi mereka memiliki feses berwarna hijau. Namun apabila feses berwarna hijau tersebut bertekstur encer seringkali menandakan bayi mengalami diare. Hal tersebut mungkin membutuhkan perawatan bagi para bayi.
Namun apabila feses bayi berubah pucat hal ini bisa saja menandakan bahwa adanya masalah pada kantung empedu, pankreas atau hati. Selain pucat, warna feses bayi yang harus diwaspadai lainnya adalah cokelat bercampur dengan darah merah. Bisa saja kondisi tersebut menandakan adanya infeksi bakteri atau konsistensi feses yang keras.
Maka penting untuk Bunda agar menjaga kesehatan tubuh Si Kecil, salah satunya dengan memantau warna feses yang keluar, apakah berwarna hijau, cokelat atau lainnya.
Cara mengatasi BAB bayi berwarna hijau dan berlendir
Selama feses bayi mengalami perubahan warna menjadi hijau akibat konsumsi makanan atau sayuran, Bunda tak perlu panik. Namun bila kondisi tersebut berkaitan dengan masalah kesehatan maka perlu tindakan untuk mengatasinya.
Apabila feses berwarna hijau diakibatkan karena diare, maka pastikan agar Si Kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup agar mereka tidak dehidrasi. Selain itu batasi untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung zat besi tinggi.
Sebaliknya berikan anak dengan makanan yang mengandung serat setiap harinya. Dengan begitu rasa sembelit dan diare akan berkurang hingga warna feses bayi kembali normal. Selain makanan berserat, Bunda juga dapat memberikan makanan yang mengandung bakteri baik seperti yogurt dan keju. Bakteri baik ini dapat bermanfaat untuk sistem pencernaan Si Kecil.
Kapan harus ke dokter?
Meski Bunda dapat mengatasinya dengan menyediakan makanan berserat tinggi, namun jika perubahan tersebut terjadi karena diare yang tak kunjung sembuh sehingga membuat pupnya berwarna hijau berlendir, maka hal tersebut perlu diwaspadai.
Segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter agar dapat dilakukan serangkaian pemeriksaan terkait kondisi anak. Sehingga dapat segera dilakukan penanganan yang tepat.
Demikianlah semoga dengan memahami penjelasan di atas mengenai penyebab dan cara mengatasi BAB bayi berwarna hijau dan berlendir, maka para orang tua dapat lebih tenang dan paham dalam menghadapi kondisi tersebut.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Apakah Bayi 0-6 Bulan Boleh Mandi dengan Air Dingin?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Penyebab BAB Bayi Berwarna Hijau dan Cara Mengatasinya
Penyebab Feses Bayi Warna Hijau, Apakah karena Sufor? Ini Penjelasan Dokter
6 Warna Feses Bayi dan Tanda Bahayanya, Putih Segera Bawa ke Dokter
Perlu Tahu Nih, Soal Warna dan Bentuk Feses Bayi
TERPOPULER
10 Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Kembali, Bisa Berbahaya!
Kenapa Anak Remaja Perempuan Mudah Marah? Kenali Penyebab dan Cara Membantunya
5 Amalan yang Bisa Dilakukan Setelah Malam Nisfu Syaban
Fitur Wajah Ini Sering Dianggap Ciri Orang Baik, Ini Fakta Menariknya
Stres Ibu Hamil Bisa Tinggalkan 'Cap' di Plasenta & Pengaruhi Perkembangan Bayi
REKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
30 Vitamin yang Bagus untuk Ibu Hamil agar Tetap Sehat
Azhar HanifahTERBARU DARI HAIBUNDA
Apakah Bayi 5 Bulan Boleh Diberi Makan MPASI? Ini Fakta yang Perlu Diketahui
Stres Ibu Hamil Bisa Tinggalkan 'Cap' di Plasenta & Pengaruhi Perkembangan Bayi
10 Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Kembali, Bisa Berbahaya!
Kenapa Anak Remaja Perempuan Mudah Marah? Kenali Penyebab dan Cara Membantunya
SNBP 2026 Resmi Dibuka! Ini Waktu Pendaftaran, Syarat, dan Panduan Lengkapnya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Sidang Cerai Ditunda, Boiyen-Rully akan Mediasi 24 Februari 2026
-
Beautynesia
Mengenal L'Oreal Professionnel Serioxyl Advanced Serum, Solusi Terbaru Atasi Rambut Rontok!
-
Female Daily
L’Oréal Professionnel Serioxyl Advanced Serum: Solusi Rambut Lebih Lebat dalam 6 Minggu
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Specta Shopping Fest 2026: Belanja Sepanjang Tahun, Hadiah Spektakuler Menanti
-
Mommies Daily
Dokumen Epstein: Fakta Tersembunyi di Balik Predator Anak Dunia