PARENTING
Suka Duka Bunda PAUD Kenalkan Program Hapus Calistung, Berjuang hingga ke Atas Gunung
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 09 Nov 2023 18:50 WIBKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi menghapus tes membaca, menulis, dan menghitung (calistung) anak PAUD yang ingin masuk SD/MI. Program ini merupakan bagian dari gagasan pemerintah yang disebut gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.
Gerakan dari Kemendikbudristek ini turut didukung oleh para Bunda PAUD yang ada di setiap provinsi di Indonesia. Bunda PAUD ada di setiap kabupaten, kecamatan, dan desa yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pada Rabu (8/11/23), Kemendikbudristek memberikan penghargaan apresiasi kepada 42 Bunda PAUD atas upaya yang sudah dilakukan guna menjalankan Transisi PAUD ke SD. Penghargaan diberikan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dan Wury Estu Handayani selaku istri Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
"Kami memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian para Bunda PAUD untuk bergerak bersama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan yang ada di Indonesia. Mari terus bergerak dan berkolaborasi bersama dalam memenuhi hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas," kata Nadiem dalam acara Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2023 di Jakarta Utara.
"Kami sangat berbangga, karena sejak gerakan ini diluncurkan, antusiasme di berbagai daerah di Indonesia sangat tinggi. Semakin banyak kegiatan sosialisasi yang dilakukan untuk membuka wawasan masyarakat terkait gerakan ini," ungkap Ibu Negara," ujar Iriana.
Terdapat tiga kategori penghargaan untuk Bunda PAUD terpilih, yakni Wiyata Dharma Utama, Wiyata Dharma Madya, dan Wiyata Dharma Pratama.
Baca Juga : Ujian SD Hapus Calistung, Apa Penggantinya? |
Suka duka Bunda PAUD dari Pinrang, Sulawesi Selatan
Andi Sri Widiyati Irwan menjadi salah satu Bunda PAUD yang menerima penghargaan Wiyata Darma Utama di tahun ini. Ia adalah Bunda PAUD dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Selama menjadi Bunda PAUD, Andi Sri telah menjangkau anak-anak di desa hingga atas pegunungan untuk melihat secara langsung sistem pendidikan di sana. Menurutnya, anak-anak sangat senang saat didatangi langsung oleh Bunda PAUD.
"Kami berusaha untuk melihat secara langsung pendidikan anak-anak di atas gunung. Kalau dari Kabupaten Pinrang ke Kecamatan pegunungan untuk itu makan waktu 2 jam, lalu dari Kecamatan Lembang naik ke atas pegunungan sekitar 3 jam, dengan perjalanan yang membutuhkan perjuangan dan doa. Tapi, anak-anak senang karena kita mendatangi secara langsung," kata Andi Sri.
Nah, bicara soal calistung, Andi Sri mengatakan bahwa hampir semua anak-anak PAUD di daerah Pinrang sudah memiliki kemampuan membaca. Hanya beberapa anak di daerah pegunungan yang belum memiliki kemampuan ini karena kondisi, Bunda.
"Alhamdulillah kalau di daerah, anak yang PAUD sudah pintar membaca semua, cuma yang ada di pegunungan ada beberapa yang sudah bisa, beberapa belum bisa. Mungkin kekurangannya karena sekolah dan tempat tinggalnya jauh dan tidak ada guru les, cuma ada guru honorer," ungkapnya.
Selama mengenalkan gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, Andi Sri juga menghadapi kendala. Hal ini berkaitan dengan pro kontra pendapat orang tua terkait gerakan ini. Ada orang tua yang setuju, tapi ada pula yang tidak setuju.
"Kita berusaha menghapus tes calistung, kadang orang tua yang protes, kenapa dihapuskan, nanti anak kita tidak bisa membaca, karena orang tuanya tidak bisa membaca, jadi siapa yang mengajar? Jadi kita menjelaskan, Insyaallah nanti di kelas SD, anak-anak itu akan diajarkan membaca dan menulis," katanya.
"Kadang orang tuanya yang protes, kenapa anaknya tidak diajarkan dari PAUD. Tapi, itu kalau secara bahasa di kampung kita bilangnya, itu kerjanya guru-guru SD, jadi ibu harus bersabar. Insyaallah bisa, apabila ibu mendampingi, jangan membandingkan dengan anak-anak yang sudah pintar membaca, tidak boleh bilang 'bodoh'. Ibu harus mendampingi total meski tidak bisa membaca."
Cerita Bunda PAUD dari Magelang, Jawa Tengah
Cerita lain datang dari Christanti Handayani. Ia adalah Bunda PAUD dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang sudah empat kali mendapatkan penghargaan apresiasi dari pemerintah. Tahun ini, Christanti mendapatkan penghargaan untuk kategori Wiyata Darma Madya.
Selama hampir sepuluh tahun menjadi Bunda PAUD, Christanti mendapatkan tantangan beragam dari masyarakat di Magelang. Tantangan ini berkaitan dengan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya PAUD.
"Suka dukanya tentunya beragam, karakteristik masyarakat yang berbeda, baik yang ada di perkotaan atau pedesaan. Tentunya pemahaman tentang pentingnya pendidikan di PAUD ini tidak semuanya memahami, sehingga diberikan pemahaman pada orang tua bahwa PAUD ini penting untuk menguatkan pondasi anak. Kadang mungkin ada yang mau langsung SD tanpa PAUD dulu," kata Christanti.
Tantangan lain yang dihadapi Christanti adalah soal miskonsepsi orang tua terhadap gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Masih ditemukan orang tua yang menganggap bahwa anak dikatakan cerdas bila ia sudah bisa calistung sejak dini.
Untuk menghilangkan anggapan tersebut, Christanti dan Bunda PAUD lainnya di Magelang berusaha memberikan pemahaman pada orang tua. Selain untuk mengubah mindset, ini juga dilakukan agar orang tua tidak menuntut terlalu banyak pada anaknya.
"Tentunya antara orang tua yang satu dan lain pasti ada kebanggaan kalau anaknya bisa calistung. Nah, maindset ini yang perlu diberikan pemahaman," ungkapnya.
"Kami mensosialisasikan Bunda PAUD di tingkat desa, ini terus dilakukan agar orang tua tidak menuntut terlalu banyak dari anaknya untuk bisa calistung di SD."
Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan juga disosialisasikan ke guru-guru SD, Bunda. Hal ini dilakukan untuk menjawab kekhawatiran para orang tua saat anaknya tidak bisa menghadapi materi SD karena belum bisa calistung di tingkat PAUD.
"Di program ini kan ada juga fokus komunikasi PAUD-SD, jadi yang dituntut untuk memiliki pemahaman tidak hanya PAUD dan orang tua, tetapi dari guru-guru SD pun harus diberikan pemahaman yang sama. Kita lempar bola tapi yang menerima bola tidak memiliki pemahaman yang sama, tentunya akan sulit sekali," ujar Christanti.
Setelah gerakan transisi ini berjalan, perubahan mulai terlihat di Magelang. Miskonsepsi terkait calistung mulai terbenahi. Para orang tua sudah memiliki pandangan yang lebih terbuka terkait kemampuan anaknya.
"Miskonsepsi yang tadinya mungkin mereka menilai kemampuan anak dari sisi kemampuan akademik saja, kini bisa jadi lebih luas, bahwa kecerdasan tidak hanya intelektual semata, tapi juga ada kecerdasan lain yang perlu digali dari seorang anak, dan ini tidak bisa instan," ungkap Christanti.
Akhir tahun ini, masa tugas Christanti sebagai Bunda PAUD akan berakhir. Ia berharap ke depannya, Bunda PAUD yang terpilih dari Kabupaten Magelang, bisa memiliki komitmen lebih luas lagi untuk meningkatkan pendidikan di sana, tak hanya berhenti di PAUD dan gerakan transisi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/ank)Simak video di bawah ini, Bun:
Anak Sulit Konsentrasi? Ajak Lakukan 5 Permainan Ini, Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Penjelasan Psikolog soal Dampak Mengajarkan Anak Bisa Calistung Terlalu Dini
Bingung Pilih Sekolahkan Anak ke PAUD atau Tidak? Ini 4 Manfaat untuk Dipertimbangkan
Rencana Kemendikbudristek Hapus Calistung di Tes Masuk SD/MI Disambut Positif
Bukan Calistung, Ini 6 Hal Utama yang Perlu Dikuasai Anak Sebelum Masuk SD
TERPOPULER
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Ameera Khan Bandingkan Rasanya Pacaran Dengan Pria Indonesia dan Malaysia
-
Beautynesia
4 Manfaat Jalan Kaki Mundur yang Tidak Diketahui Banyak Orang
-
Female Daily
Goodbye Bibir Kering! 3CE Velvet Plush Lip Tint Hadir dengan Tekstur Velvet Super Nyaman
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 13 Februari: Scorpio Tuntaskan Urusan, Sagitarius Kelola Uang
-
Mommies Daily
Tips Berhubungan Intim saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat?