PARENTING
Bayi Jatuh dari Tempat Tidur dengan Posisi Telentang, Ini Perlu Bunda Lakukan
Kinan | HaiBunda
Selasa, 13 Feb 2024 20:15 WIBSaat mulai senang bereksplorasi, bayi bisa menjadi lebih rentan untuk jatuh dari tempat tidur dalam posisi telentang. Apabila kondisi ini terjadi, Bunda perlu tetap tenang sambil terus memerhatikan respons dan kondisi Si Kecil.
Dikutip dari Healthline, meski sulit tapi memang orang tua sebaiknya tidak panik terlebih dahulu. Mencoba untuk tetap tenang akan membuat Bunda lebih mudah memberi respons yang lebih baik.
Bayi yang terjatuh kemungkinan akan kehilangan kesadaran. Mereka mungkin tampak lemas atau tertidur, kemudian biasanya sadar kembali dengan cepat.
Kondisi tersebut adalah keadaan darurat medis. Jika bayi tampak mengalami cedera kepala yang serius, seperti tanda-tanda pendarahan atau tidak sadarkan diri, segera hubungi layanan darurat setempat.
Bunda juga jangan pindahkan bayi apabila mereka berisiko mengalami cedera lebih lanjut ya. Namun, jika anak muntah atau tampak kejang, miringkan tubuhnya dan jaga agar lehernya tetap lurus. Ingat ya, Bunda juga perlu segera menghubungi dokter bila bayi jatuh dari tempat tidur dalam usia kurang dari 1 tahun.
Apa yang perlu dilakukan saat bayi jatuh dari tempat tidur?
Berikut beberapa langkah penting yang dapat Bunda lakukan saat bayi jatuh dari tempat tidur dalam posisi terlentang, seperti melansir dari beberapa sumber:
1. Upayakan tetap tenang
Pertama dan paling penting adalah tetap tenang dan tidak panik. Ledakan emosi yang tiba-tiba bisa berdampak negatif pada bayi dan mungkin membuat Si Kecil ikut panik, sehingga bayi bisa menangis semakin kencang.
Di saat bersamaan, Bunda juga perlu memeriksa kepala bayi untuk memastikan ada atau tidaknya tanda-tanda cedera. Biarkan juga bayi beristirahat selama beberapa saat.
Gunakan kompres es bila Bunda melihat ada pembengkakan. Sebisa mungkin cobalah untuk mengalihkan pikiran bayi dengan mengajaknya keluar ke taman atau memberikan mainan. Hal tersebut akan memberikan Bunda waktu untuk memeriksa bayi dengan cermat dan melihat tanda-tanda cedera.
2. Periksa ketinggian jatuhnya bayi
Setelah menenangkan bayi, langkah selanjutnya adalah memeriksa ketinggian jatuhnya bayi. Ini akan membantu Bunda mengidentifikasi apakah cedera fatal mungkin terjadi atau tidak.
Bayi jatuh setinggi 90 cm juga bisa berbahaya, terutama bila bayi berusia kurang dari 2 tahun. Situasi ini bisa mengkhawatirkan bila bayi terjatuh ke permukaan yang keras dan dalam posisi telentang.
Bunda juga harus memperhatikan kondisi bayi dari dekat, cek apakah ada tanda-tanda cedera. Segera ke dokter bila terlihat ada gejala pembengkakan.
3. Perhatikan tanda bahaya
Bunda juga harus segera menghubungi dokter bila terlihat ada salah satu dari tanda-tanda berikut:
- Bayi muntah setelah jatuh
- Keluarnya darah atau cairan dari hidung atau telinga
- Bayi tidak sadarkan diri
- Bayi mengalami kejang
- Bengkak di kepala
Pastikan Bunda tidak mengabaikan tanda-tanda tersebut, terutama bila bayi mengalami kejang atau tidak sadarkan diri.
4. Periksa bagian tubuh bayi lainnya
Orang tua perlu bersiap menghadapi situasi apa pun, termasuk saat bayi jatuh dari tempat tidur dalam posisi terlentang. Mengetahui tanda-tanda bahaya akan membantu Bunda mengambil tindakan yang tepat pada waktu yang tepat.
Termasuk untuk memeriksa seluruh bagian tubuh bayi, cek apakah ada tanda-tanda Si Kecil mengalami patah tulang setelah terjatuh, seperti:
- Pembengkakan
- Kesulitan dalam menggerakkan anggota badan
- Kulitnya tampak pucat
- Nyeri dan menangis saat bagian tubuhnya disentuh
Jika Bunda memperhatikan ada tanda-tanda ini pada bayi, sebaiknya jangan diabaikan dan segera cari bantuan dokter. Mengabaikan rasa sakit dapat menyebabkan peningkatan peradangan dan terkadang demam.
5. Cek tanda-tanda gegar otak
Jika tampaknya kepala bayi terbentur cukup kuat, ada risiko gegar otak, maka ini mungkin cedera ringan. Namun, terkadang bisa menjadi masalah besar. Oleh karena itu, para ahli menyarankan orang tua untuk memeriksa beberapa tanda terkait gegar otak.
Berikut beberapa tanda yang mungkin muncul jika terjadi gegar otak:
- Bayi tidak sadarkan diri selama beberapa waktu
- Muntah
- Bayi menangis lebih banyak dan rewel dari biasanya
- Perubahan suasana hati
Gegar otak mungkin akan mereda dalam beberapa saat, atau bisa juga memerlukan waktu lebih dari beberapa minggu berdasarkan intensitas cedera. Segera ke dokter bila anak mengalami tanda-tanda di atas.
Tanda-tanda lain bayi perlu segera ke dokter
Meskipun bayi tidak sampai kehilangan kesadaran atau tampak mengalami cedera parah, masih ada tanda-tanda lain yang memerlukan pemeriksaan dokter segera. Berikut ini tanda-tandanya:
- Sulit berkomunikasi atau tidak mau diajak bercanda
- Menonjolnya titik lunak di bagian depan kepala
- Bayi terus-menerus menggosok kepala
- Mengantuk berlebihan
- Ada darah atau cairan kekuningan yang keluar dari hidung atau telinga
- Menangis dengan nada tinggi
- Perubahan keseimbangan atau koordinasi
- Pupil mata ukurannya menjadi tidak sama
- Kepekaan terhadap cahaya atau kebisingan
- Mengalami muntah
Jika ada tanda-tanda tersebut, maka Bunda perlu segera membawanya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan tepat.
Demikian ulasan tentang bayi jatuh dari tempat tidur posisi terlentang. Ingatlah untuk mencoba tetap tenang dan tak panik terlebih dahulu ya, Bunda. Semoga informasi ini bermanfaat!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/ank)Simak video di bawah ini, Bun:
Jadi Orang Tua Baru, Dea Ananda & Suami Rasakan Bahagia di Level baru
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Manfaat Temulawak untuk Anak, Salah Satunya Bantu Perkembangan Otak
4 Obat Tradisional Anak Mimisan, Kangkung hingga Kulit Kacang Tanah
Mengenal Fungal Acne pada Anak dan Cara Mengatasinya
Aturan Minum Oralit Sebagai Obat Diare untuk Anak
TERPOPULER
5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga
7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar
Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan
Kisah Bunda Memiliki 'Payudara Ketiga' Usai Melahirkan, Ketahui Penyebabnya
Rahasia Kimmy Jayanti Berhasil Turunkan BB 13 Kg setelah Melahirkan Anak Ketiga
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?
5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga
Kisah Bunda Memiliki 'Payudara Ketiga' Usai Melahirkan, Ketahui Penyebabnya
5 Jenis Pisang yang Bagus untuk Bayi, Waktu Konsumsi & Resep MPASI
7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Alasan Syifa Hadju Ogah Pakai Baju Couple Bareng El Rumi
-
Beautynesia
5 Karakter Perempuan dalam Film yang Punya Karier Cemerlang
-
Female Daily
Bikin Rileks setelah Kerja, Intip Pengalaman Treatment di Sendja Cilandak Wellness Sanctuary!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Persiapan Ramadan El Rumi dan Syifa Hadju di Sela-sela Mengurus Pernikahan
-
Mommies Daily
Tips Berhubungan Intim saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat?