PARENTING
7 Ide Kegiatan Latih Anak agar Bisa Cepat Berjalan
Kinan | HaiBunda
Minggu, 07 Jul 2024 15:40 WIBSetelah mulai lancar duduk dan merangkak, anak akan mulai senang berlatih berdiri serta berjalan. Apa saja ide kegiatan yang dapat dilakukan untuk melatih anak agar bisa cepat berjalan?
Dikutip dari Healthline, rata-rata bayi dapat mulai berjalan pada usia 12 bulan. Namun, American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut bisa saja kemampuan ini terjadi lebih awal atau lebih lambat.
Sebab seperti halnya dalam perkembangan apa pun, bayi akan mulai berjalan sesuai garis waktunya masing-masing.
Orang tua dapat membantu Si Kecil lebih aktif bergerak, apa pun tahap berjalan yang sedang dilewati oleh bayi. Namun, kata kuncinya adalah proses, bayi tidak dapat beralih dari duduk ke berjalan dalam semalam.
Ragam ide kegiatan latih anak agar bisa cepat berjalan
Ada banyak pencapaian yang akan dicapai oleh anak sepanjang perjalanan menuju usia satu tahunnya, termasuk diawali dengan berlatih berdiri, duduk dengan lebih seimbang, melakukan langkah pertama, hingga akhirnya mampu berjalan.
Berikut beberapa ide kegiatan yang dapat dilakukan untuk melatih anak agar bisa cepat berjalan seperti dilansir berbagai sumber:
1. Amankan ruang sekitar
Sebelum melakukan kegiatan lain, Bunda perlu menyiapkan proses latihan berjalan bayi dengan menjaga keamanan lingkungan sekitarnya.
Bersihkan lantai dari risiko-risiko yang dapat membuat Si Kecil tersandung. Pindahkan barang-barang dekoratif yang rapuh ke tempat lain. Jangan lupa pasang penutup stop kontak dan simpan sisa-sisa kabel dengan baik.
Menciptakan ruangan yang aman berarti mendorong mobilitas bayi untuk melakukan apa pun yang diinginkan dan melindungi mereka dari risiko cedera.
2. Memperkuat otot tubuh bayi
Pastikan otot-otot tubuh bayi sudah cukup kuat untuk menunjang latihan berjalannya. Ini berarti bayi memerlukan otot inti yang kuat untuk menopang tubuhnya belajar berdiri dan berjalan.
Pertimbangkan untuk mendudukkan bayi di bangku kecil dengan kaki menapak di lantai, dengan pengawasan penuh. Mintalah mereka meraih mainan di tanah untuk berlatih bergerak ke atas, ke bawah, dan ke sekeliling.
Bergerak dengan cara ini memungkinkan bayi berlatih transisi, seperti berdiri. Saat menjelajah dan menarik tubuhnya ke atas, bayi cenderung menggunakan kekuatan di tubuh bagian atasnya. Duduk di bangku menempatkan fokus pada kaki dan mengembangkan kekuatan di tubuh bagian bawah.
3. Beraktivitas dengan 'nyeker'
Faktanya, mungkin lebih baik membiarkan anak menjelajahi lingkungannya tanpa alas kaki terlebih dahulu. Bayi mendapatkan banyak informasi dari kakinya saat belajar berjalan.
Mereka merasakan tekstur permukaan yang berbeda, seperti karpet atau rumput lalu otak mereka menyesuaikan cara kerja otot dan persendiannya.
Hal yang terpenting, pastikan tidak ada benda yang dapat melukai kakinya. Berjalan tanpa alas kaki membantu memperkuat otot-otot pada kaki, sehingga semakin meningkatkan kestabilan.
4. Berikan dukungan yang tepat
Jika Bunda ingin mengajak Si Kecil berjalan-jalan kecil di sekitar ruang tamu, lakukan dengan menopang ketiak dan tubuh bagian atasnya, bukan hanya menggandeng tangannya.
Saat menopang bagian tubuh atas ini, Bunda membantu bayi mengembangkan gaya berjalan yang lebih alami dan tidak condong ke depan hingga bertumpu pada jari kaki. Bayi perlu latihan mendistribusikan beban ke seluruh kakinya, termasuk tumit, untuk mengembangkan pola gerakan yang kuat ke seluruh tubuh bagian bawah.
5. Biarkan anak bereksplorasi
Jika bayi mudah tertarik untuk berdiri, langkah selanjutnya mungkin mereka akan menjelajahi furnitur seperti sofa dan meja. Dengan melakukan ini, bayi berpindah dan memindahkan berat badannya dari satu perabot ke perabot berikutnya.
Seiring waktu, sesi eksplorasi mungkin menjadi lebih lama dan memberikan banyak latihan berjalan kaki, sehingga meningkatkan stamina mereka secara keseluruhan.
6. Beri benda untuk didorong
Ide kegiatan latih anak agar bisa cepat berjalan berikutnya yakni memberikan benda untuk didorong. Misalnya seperti dengan push walker atau juga dengan baby stroller. Mainan dorong lainnya juga dapat memberi kesempatan lain untuk melatih anak latihan berjalan.
Saat memilih mainan dorong, pastikan mainan tersebut kokoh dan memberikan ketahanan yang cukup pada jenis lantai apa pun yang Bunda miliki.
Mainan dorong memungkinkan bayi memperoleh kemandirian sambil tetap mendapatkan dukungan dinamis tambahan yang diperlukan saat mereka bergerak melalui tahap-tahap berjalan.
7. Berdiri tanpa bantuan
Dilansir dari laman Parents, keseimbangan adalah bagian penting dari latihan berjalan. Jika bayi dapat berdiri dan menyeimbangkan tubuhnya selama beberapa detik, Si Kecil akan segera merasa dapat mencoba mengambil langkah berikutnya.
Ubah keseimbangan menjadi sebuah permainan. Duduklah bersama Si Kecil di lantai dan bantu dia berdiri. Lalu hitung berapa lama mereka bisa bertahan sebelum terjatuh. Jangan lupa berikan pujian dan apresiasi setelah setiap upayanya, ya.
Kesimpulannya, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mendorong gerakan anak dan membangun otot yang diperlukan untuk menopang tubuhnya.
Jika Bunda khawatir mengenai kemajuan bayi dalam mencapai tahap latihan berjalan ini, hubungi dokter anak atau pertimbangkan untuk menjadwalkan evaluasi lebih lanjut.
Namun, perlu diingat bahwa beberapa bayi mulai berjalan lebih awal, sementara wajar jika yang lain mulai berjalan lebih lambat. Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
BundaTalks: Tips Pilih Sekolah dari Psikolog, Cari yang Paling Cocok dengan Karakter Dasar Anak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cara Lingkar Kepala Bayi Baru Lahir, Simak Angka Normal untuk Anak Laki-laki & Perempuan
Benarkah Penggunaan Baby Walker Aman untuk Anak Belajar Jalan?
6 Cara Merawat Gigi Bayi 6-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu
Yuk, Simak Saran Dokter Sebelum Memijat Bayi
TERPOPULER
Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya
Psikolog Ungkap Momen Anak Paling Sering Meniru Orang Tua
Kisah Ratu Wilhelmina dan Penolakannya terhadap Kemerdekaan Indonesia
7 Penyebab Munculnya Benjolan di Payudara Ibu Menyusui, Baik Kiri Maupun Kanan
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran
11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya
Dari Serat hingga Skyr, Ini 7 Tren Makanan Sehat di 2026
Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
Psikolog Ungkap Momen Anak Paling Sering Meniru Orang Tua
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Lirik Lagu Earth, Wind & Fire (Buldak Hotter Than My EX Ver) - BOYNEXTDOOR
-
Beautynesia
Aktor Dawson's Creek James David Van Der Beek Meninggal Dunia di Usia 48 Tahun
-
Female Daily
3 Alasan Kenapa ‘Even if This Love Disappears Tonight’ Menarik Ditonton Meski Menyedihkan
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Sheet Mask Naik Level, Saat Rose PDRN Bikin Kulit Jadi Auto Glowing
-
Mommies Daily
Cara Menjelaskan Makna Puasa ke Anak Balita dan Usia SD Menurut Psikolog