PARENTING
Ketahui Purple Crying pada Bayi dan Cara Mengatasinya, Fase Si Kecil Menangis Tanpa Henti
Kinan | HaiBunda
Senin, 26 Aug 2024 20:15 WIBMenangis memang jadi bentuk komunikasi utama bagi seorang bayi, tapi bagaimana jika Si Kecil menangis tanpa henti? Pada bayi baru lahir, fase ini dikenal sebagai purple crying.
Dikutip dari Parents, pola purple crying umumnya terjadi di waktu baru lahir dan awal masa kehidupan bayi. Meski sebenarnya wajar, tetapi tangisan yang intens dan sulit ditenangkan kadang dapat membuat orang tua stres.
Apa itu purple crying?
Purple crying menggambarkan jenis tangisan yang berbeda dari bayi baru lahir pada umumnya. Selama periode ini, Si Kecil mungkin jadi terus menangis secara berlebihan dan tidak dapat ditenangkan.
Berikut arti dari masing-masing huruf awal dari 'purple' crying:
Peak of crying
Bayi baru lahir cenderung mengalami peningkatan frekuensi dan durasi menangis dalam minggu-minggu awal setelah lahirnya, kemudian mencapai puncaknya sekitar usia 2 bulan. Tangisan berlebihan ini biasanya mulai berkurang saat bayi berusia sekitar 3 hingga 5 bulan.
Unexpected
Pada fase ini, tangisan terus-menerus akan terjadi secara tidak terduga dan tidak dapat diprediksi. Artinya, episode tangisan bayi bisa datang dan berhenti, tanpa penjelasan yang jelas mengapa hal itu terjadi.
Resists soothing
Bahkan setelah berulang kali coba ditenangkan, saat fase purple crying tangisan Si Kecil mungkin masih akan terus berlanjut dan sulit cepat berhenti.
Pain-like face
Selama fase purple crying, bayi mungkin akan tampak kesakitan saat menangis, meskipun sebenarnya tidak ada keluhan apa pun.
Long-lasting
Fase tangisan ini dapat berlangsung mulai dari 30 hingga 40 menit, bahkan hingga beberapa jam.
Evening
Bayi mungkin akan lebih banyak menangis di sore atau malam hari, dibandingkan pada pagi atau siang hari. Namun kondisi ini pun masih belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, Bunda.
Berapa lama fase purple crying berlangsung?
Penelitian dalam Primary Health Care Research and Development menunjukkan bahwa 20 persen bayi menangis dalam waktu lama tanpa alasan yang jelas selama 4 bulan pertama kehidupannya.
Rata-rata mereka akan menangis selama 2-3 jam sehari. Namun, beberapa bayi dapat juga menangis hingga 5 jam atau lebih dalam sehari.
Tahap ini dapat dimulai sekitar usia 2 minggu dan umumnya berlanjut hingga bayi berusia sekitar 3-4 bulan. Meski terasa sangat sulit, tapi ini termasuk salah satu tahap dan akan berlalu seiring bertambah usia anak.
Apakah purple crying sama dengan kolik?
Sebagian orang menyebut fase purple crying sebagai kolik. Jadi, apakah kedua kondisi ini sama?
Dikutip dari Cleveland Clinic, sebenarnya istilah purple crying dan kolik menggambarkan hal yang sama. Banyak dokter anak memilih untuk menyebut fase perkembangan ini sebagai The Period of PURPLE Crying. Akronim PURPLE menggambarkan apa yang dapat terjadi pada bayi selama tahap ini.
Namun yang terpenting, kata 'periode' berfungsi sebagai pengingat bahwa tangisan tanpa henti ini memiliki awal dan akhir. Termasuk pada Si Kecil, yang niscaya akan melewati fase ini juga.
Jika bayi tumbuh kuat dan sehat, tetapi menangis terus-menerus setiap malam, kemungkinan besar mereka sedang dalam periode purple crying.
Bagaimana cara mengatasinya?
Ciri khas dari fase purple crying adalah bayi tampak tidak dapat dihibur dan juga sulit ditenangkan. Namun Bunda dapat coba melakukan beberapa langkah berikut ini:
1. Kontak kulit-ke-kulit
Perbanyak skin-to-skin untuk bantu mengatur detak jantung bayi, yang dapat memberikan efek menenangkan. Bunda juga bisa sambil bersenandung pelan untuk membuatnya semakin merasa nyaman.
2. Membedong
Bedong bayi dengan selimut yang tidak terlalu tebal. Membedong sering kali dapat membantu bayi merasa aman dan terlindungi, sehingga berpotensi mengurangi tangisannya juga, Bunda.
3. Digendong atau diayun
Saat bayi sedang lama menangis, cobalah menggendongnya sambil berjalan, mengayun, atau menidurkannya. Ini juga bisa membuat Si Kecil merasa nyaman dan tenang.
4. Mandi air hangat
Jika waktu mandi biasanya merupakan pengalaman yang menenangkan bagi bayi, di fase penuh tangisan ini Bunda juga bisa coba memandikannya dengan air hangat.
5. Ajak hirup udara segar
Bermainlah di luar ruangan bersama bayi. Terkadang perubahan pemandangan atau udara segar dapat membantu menenangkan bayi juga.
Penelitian dalam jurnal Current Biology menunjukkan bahwa berjalan kaki di luar rumah selama 5 menit saja dapat membantu menenangkan bayi saat rewel.
Kapan harus menghubungi dokter anak di fase ini?
Jika Bunda merasakan bayi menangis karena rasa sakit atau ketidaknyamanan yang serius, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter. Penting untuk memercayai insting jika Bunda menduga ada kondisi kesehatan yang menyebabkan tangisan terus-menerus pada bayi.
Berikut beberapa kondisi yang sebaiknya diperiksakan ke dokter saat bayi menangis terus-menerus:
- Demam hingga 38 derajat Celsius
- Menangis lebih keras saat disentuh atau digendong
- Muntah
- Menolak menyusu selama lebih dari 8 jam
- Ada area tubuhnya yang bengkak
- Berat badan tidak bertambah
Jika bayi sehat dan tumbuh sesuai harapan, mungkin Bunda tidak perlu khawatir tentang tangisan terus-menerus yang sedang terjadi. Namun, apabila memang ada kekhawatiran tertentu, maka jangan ragu untuk segera menghubungi dokter, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Sifilis pada Bayi: Penyebab, Ciri-ciri hingga Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Tips Menjaga Bayi Tetap Sehat saat Diajak Liburan, Lengkapi Vaksinnya Bun
10 Kalimat yang Pantang Diucapkan saat Menjenguk Bayi Baru Lahir, Catat ya Bun
Perlukah Bayi Baru Lahir Pakai Sarung Tangan dan Kaus Kaki?
10 Kesalahan Perawatan Bayi Baru Lahir, Jangan Lakukan Lagi Bun
TERPOPULER
Momen Daehoon Rayakan Ultah ke-2 Putrinya, Meriah Dihadiri Keluarga & Sahabat
Soda Gembira Masuk Daftar Minuman Terbaik di Dunia, Kalahkan Banyak Soft Drink Terkenal
Sudah Siap Jadi Ayah? Ini Dia 4 Kebiasaan Sehat yang Bantu Tingkatkan Kesuburan Pria
7 Hal yang Dilakukan Orang Tua Anak Cerdas di Rumah
Cara Mengetahui Tingkat Kecerdasan Seseorang dari Pilihan Kata saat Alami Stress
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sampul Buku Lengkap dari Aesthetic, Plastik Bening, Cokelat, dan Warna
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Alat Pel Lantai yang Bagus dari Putar, Tanpa Bilas & Otomatis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Hair Tonic Bantu Atasi Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Lap Microfiber Terbaik untuk Membersihkan Rumah, Motor, dan Mobil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Set yang Bagus dan Berkualitas Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Momen Daehoon Rayakan Ultah ke-2 Putrinya, Meriah Dihadiri Keluarga & Sahabat
Soda Gembira Masuk Daftar Minuman Terbaik di Dunia, Kalahkan Banyak Soft Drink Terkenal
Sudah Siap Jadi Ayah? Ini Dia 4 Kebiasaan Sehat yang Bantu Tingkatkan Kesuburan Pria
7 Hal yang Dilakukan Orang Tua Anak Cerdas di Rumah
Cara Mengetahui Tingkat Kecerdasan Seseorang dari Pilihan Kata saat Alami Stress
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Akun Palsu Catut Nama Daus Mini, Pelaku Diduga Gunakan Soundcard dan Selalu Off Cam
-
Beautynesia
4 Ciri Kepribadian Orang yang Jarang Update Status di Medsos
-
Female Daily
XEXYMIX Resmikan Flagship Store Pertama Asia Tenggara di Jakarta
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Foto Viral Pemain Swedia Lucas Bergvall, Visualnya Bak Pangeran Negeri Dongeng
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: Aktivitas Anak lewat Mendongeng hingga Stroller Hamilton Terbaru untuk Keluarga