PARENTING
Jangan Katakan "Tidak" ke Anak, Psikolog Lulusan Columbia University Ungkap Kata Penggantinya
Mutiara Putri | HaiBunda
Kamis, 12 Dec 2024 17:30 WIBBunda dan Ayah pasti ingin membuat anak merasa bahagia dengan mengabulkan semua permintaannya, ya. Namun, terkadang Bunda tidak bisa memberikan apa yang mereka inginkan.
Dilansir dari laman Times of India, para ahli percaya bahwa menggunakan konsep pola asuh 'ya' memiliki banyak manfaat. Ini mungkin bisa membantu anak-anak menjadi lebih sukses di masa depan serta meningkatkan hubungan antara anak-anak dan orang tua mereka.
Meski begitu pola asuh ini juga menyebabkan kontra pada beberapa orang tua. Pola asuh ini tidak memberitahu orang tua kapan harus menarik garis dan mengetahui batasan untuk mengatakan 'tidak' pada anak-anak mereka.
Ketika orang tua tidak membatasi anak-anak untuk melakukan hal-hal yang tidak dapat diterima, anak-anak pun gagal mengenali batasan yang ditetapkan oleh orang lain. Hal ini akan membuat anak menjadi egois dan bahkan meremehkan perasaan serta kebutuhan orang lain.
Manfaat mengatakan 'tidak' pada anak
Menurut psikolog anak lulusan Universitas Columbia, Becky Kennedy mengatakan 'tidak' pada anak adalah hal yang baik. Hal ini adalah salah satu cara di mana Bunda dan Ayah menunjukkan rasa cinta pada mereka.
"Mengatakan 'tidak' kepada anak-anak kita adalah cara penting untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kita mencintai mereka," ujarnya dalam sebuah wawancara dikutip dari laman CNBC Make It.
Orang tua yang terlalu sering mengatakan 'ya' kepada anak-anak mereka baik secara refleks atau sebagai upaya untuk menghindari kemarahan, sebenarnya dapat merugikan anak-anak mereka dalam jangka panjang.
Dengan terlalu mudah menyerah, Bunda secara tidak sengaja dapat merusak batasan-batasan yang diperlukan yang membantu anak-anak mempelajari perilaku yang pantas dan penuh hormat.
"Ya, penting untuk membantu anak-anak saya merasa bahwa keinginan dan kebutuhan mereka dihargai, dan hal ini tidak terlepas dari mengatakan 'ya' atau 'tidak' dalam situasi tertentu," kata Kennedy.
"Faktanya, menurut saya, hampir berbahaya bagi anak-anak kita untuk menyamakan rasa dihargai dengan mendapatkan apa yang mereka inginkan," sambungnya.
Tips mengucapkan kata 'tidak' pada anak
Ketidaknyamanan karena mendengarkan kata 'tidak' membantu anak-anak belajar mengatasi kekecewaan dan mengembangkan kesabaran. Anak-anak yang tidak memiliki sifat-sifat tersebut mungkin kesulitan mengembangkan ambisi dan motivasi yang mereka perlukan untuk menjadi bahagia dan sukses saat dewasa.
Kennedy sendiri menyebut anak-anaknya juga 'panik' ketika ia menolak sesuatu yang diinginkan anak-anak namun tidak bisa didapatkan pada saat itu.
Kennedy mengungkapkan bahwa pekerjaan setiap orang tua adalah menetapkan batasan yang masuk akal agar anak tetap aman. Tidak hanya itu, orang tua juga perlu memvalidasi perasaan anak untuk membangun kepercayaan dan membantu mereka belajar mengatur emosi.
Menganggap setiap kata 'tidak' sebagai sebuah pencapaian bukan sesuatu yang ditakuti. Kata ini bisa diucapkan dengan mudah pada anak dengan berbagai trik.
Ketika anak mulai bereaksi negatif saat Bunda mengucapkan 'tidak', Bunda bisa melanjutkannya dengan memvalidasi perasaan mereka. Dengan mendengarkan anak, Bunda bisa memberikan mereka dukungan.
Selanjutnya, Bunda bisa mengatakan, "Bunda percaya padamu". Lalu, perkuat batasannya. Beritahu anak mengapa mereka tidak boleh meminta atau melakukan hal negatif tersebut.
Proses yang sederhana dan berulang akan membantu membangun kepercayaan dan menetapkan harapan bagi anak-anak. Hal ini juga akan membantu akan mengembangkan kemampuan emosionalnya.
Demikian informasi tentang pengganti kata 'tidak' menurut psikolog, Bunda. Semoga bisa memberikan manfaat, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
3 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Merusak Mental Anak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Apa yang Sebaiknya Bunda Lakukan Saat Anak Dipukul Temannya?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun
Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
Sejarah Respon Internasional terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Membuat Bola Ubi Kopong Anti Gagal, Renyah di Luar Lembut di Dalam
Sejarah Respon Internasional terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya
Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun
Serunya Belajar Dapat Cuan dari Affiliate di Gathering Sister at Home
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Rambut Rontok Parah? Serum Aminexil Kerastase Genesis Diklaim Ampuh dari Akar
-
Beautynesia
10 Tahun BLACKPINK, Intip 4 Gaya Member saat Rayakan Anniversary
-
Female Daily
Bobbi Brown Hadirkan Vitamin Enriched Face Base+, Formula Baru dengan 5x Vitamin dan 24H Makeup Priming
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Syahrini Tampil Serba Merah, Bros Unik Rp 288 Juta Bikin Salfok
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love