PARENTING
7 Cara Menurunkan Panas pada Bayi 1 Tahun yang Aman dan Ampuh
Mutiara Putri | HaiBunda
Selasa, 14 Jan 2025 14:40 WIBBayi berusia satu tahun kerap mengalami kondisi demam, Bunda. Tidak perlu panik dan khawatir, ada berbagai cara ampuh yang bisa Bunda lakukan untuk menurunkan panas mereka dengan aman.
Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), demam merupakan reaksi normal tubuh yang bermanfaat untuk melawan kuman. Meski banyak orang tua memberikan obat penurun panas untuk anak, perlu diperhatikan bahwa obat utama ketika Si Kecil demam adalah membuat mereka merasa nyaman.
Ketika anak demam, Bunda perlu memerhatikan aktivitas anaknya secara umum. Mulai dari kegiatan bermain, makan dan minum, hingga intensitas buang air kecil setiap tiga sampai empat jam.
Jika anak lebih sering tidur, malas minum, serta jarang bung air kecil, Bunda perlu segera membawa mereka ke dokter. Jika anak tertidur lelap, sebaiknya jangan membangunkan mereka untuk memberikan obat penurun panas.
Cara menurunkan panas bayi 1 tahun
Menurut dokter spesialis anak, dr. Nitish Basant Adnani BMedSc Sp. A, ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk menurunkan panas pada bayi usia satu tahun. Berikut ini Bubun bantu bagikan deretannya:
1. Berikan kompres
Hal pertama yang bisa Bunda lakukan untuk menurunkan panas pada bayi usia satu tahun adalah dengan memberikan kompres air hangat. Letakkan kompres ini pada dahi dan lipatan tubuh Si Kecil, ya.
"Kompres air hangat pada dahi dan lipatan tubuh, termasuk lipatan paha dan lipat ketiak. Apabila kondisi anak memungkinkan, dapat juga diajak untuk mandi air hangat. Hindari mengompres dengan air dingin atau alkohol," ungkap dr. Nitish ketika diwawancarai HaiBunda, baru-baru ini.
2. Berikan asupan cairan
Ketika bayi satu tahun mengalami panas tinggi, jangan sampai mereka dehidrasi atau kekurangan cairan. Jadi, selalu pantau asupan cairan anak.
"Pastikan anak tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan," papar dr. Nitish.
Lebih lanjut, dr. Nitish menyebut ada beberapa tanda dehidrasi pada Si Kecil yang demam. Berikut ini deretannya:
- Warna urine yang kuning pekat
- Tidak berkemih selama lebih dari 6 jam
- Mata tampak cekung
- Produksi air mata berkurang
- Bibir dan kulit tampak kering
3. Biarkan anak beristirahat
Saat anak mengalami demam tinggi, biarkan mereka mendapatkan istirahat yang cukup. Ketika anak beristirahat, maka kondisinya akan semakin cepat pulih.
4. Kenakan pakaian yang tipis
Dokter Nitish menyarankan agar Bunda segera mengganti pakaian Si Kecil ketika mereka mengalami demam. Pastikan bayi usia satu tahun memakai pakaian yang tipis dan hindari penggunaan jaket serta selimut.
5. Berikan makanan yang bernutrisi
Ketika bayi memasuki usia satu tahun, mereka sudah diperbolehkan mengonsumsi makanan bertekstur atau MPASI. Saat Si Kecil mengalami demam, Bunda tetap harus memberikan mereka makanan dengan jumlah nutrisi yang dianjurkan.
"Mengonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup, agar anak tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan," jelas dr. Nitish.
6. Jaga suhu ruangan
Dikutip dari laman Health Direct, Bunda bisa menjaga suhu ruangan agar bayi yang demam tetap merasa nyaman. Atur pendingin ruangan atau buka jendela kamar agar tidak pengap.
7. Bawa anak ke dokter
Dokter Nitish menyebut bahwa bayi berusia enam sampai 12 bulan yang memiliki suhu sekitar 38,8 derajat celcius harus segera dibawa ke dokter. Sementara itu, anak usia di atas satu tahun atau lebih perlu dibawa ke dokter jika suhunya lebih dari atau sama dengan 40 derajat celcius.
Obat penurun panas boleh diberikan pada anak berdasarkan anjuran dari dokter, Bunda. Dokter akan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi Si Kecil.
"Pemberian obat penurun panas harus sesuai dengan anjuran dari dokter. Apabila demam kesan menetap, segera bawa anak ke dokter untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut dan pemberian tata laksana yang tepat," ungkapnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Milestone Bayi 1 Tahun, Sudah Bisa Apa Saja?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mengenal Simian Line di Telapak Tangan Bayi dan Artinya
6 Terapi Cerebral Palsy untuk Anak, Ada yang Bisa Dilakukan di Rumah
Penyebab Sakit Gigi pada Anak, Kenali Gejala dan Pertolongan Pertama di Rumah
Jangan Buru-Buru Kasih Obat, Ini 7 Cara Alami Atasi Batuk Pilek pada Anak
TERPOPULER
Bukan Pemalu, Ini 5 Ciri Orang Pendiam yang Punya Kecerdasan Tinggi
Potret Gemas Zoe Bertoli Anak Patricia Gouw yang Baru Ultah ke-2
11 Tanda Suami Mulai Berubah dan Membuat Istri Merasa Diabaikan
12 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Perempuan yang Berjiwa Pemimpin
20 Contoh Soal TKA Bahasa Inggris Kelas 1-5 SD Beserta Kunci Jawabannya
REKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bukan Pemalu, Ini 5 Ciri Orang Pendiam yang Punya Kecerdasan Tinggi
Potret Gemas Zoe Bertoli Anak Patricia Gouw yang Baru Ultah ke-2
11 Tanda Suami Mulai Berubah dan Membuat Istri Merasa Diabaikan
12 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Perempuan yang Berjiwa Pemimpin
Selai Kacang dan Apel Jadi Menu Populer Diet Artis Korea, Benarkah Efektif?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Nggak Sempat Masak Saat Lembur? Siapkan Stok Lauk Ini
-
Beautynesia
3 Nasihat Klise Orang Tua Zaman Dulu yang Patut Didengarkan Generasi Muda
-
Female Daily
Seharian Kena Polusi? 4 Micellar Water Lokal Ini Bisa Jadi First Cleanser Andalan!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Foto Miss Austria yang Meninggal di Usia 22, Punya Riwayat Penyakit Jantung
-
Mommies Daily
Kenapa Laki-Laki Seperti Luke di Dracin Early Spring Sebaiknya Tak Dinikahi