PARENTING
Ternyata Ini Alasan Makin Banyak Anak Alami Rabun Jauh Menurut Studi
Asri Ediyati | HaiBunda
Senin, 16 Jun 2025 20:30 WIBRabun jauh bisa menimpa siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Tak hanya dialami orang tua, saat ini usia anak-anak yang mengalami rabun jauh tercatat meningkat dibanding sebelumnya.
Rabun jauh atau dalam istilah medisnya miopia adalah kondisi di mana bagian depan mata, memfokuskan sinar cahaya yang datang dari jarak jauh ke titik yang berada di depan retina.
Untuk Bunda ketahui, mata manusia bekerja seperti kamera tradisional. Bagian depan mata membelokkan cahaya sehingga gambar yang jelas akan difokuskan pada retina, jaringan di bagian belakang mata yang menangkap gambar seperti film di kamera tradisional.
Miopia menyebabkan penglihatan kabur karena sinar cahaya yang mengenai retina tidak fokus. Berbagai hal dapat menyebabkan masalah pemfokusan sinar cahaya ini, termasuk masalah pada lensa (bagian pemfokus di tengah mata) atau kornea (pelindung bening di bagian depan mata), atau mata yang terlalu panjang, Bunda.
Meskipun orang dengan miopia yang tidak diobati memiliki penglihatan kabur saat melihat jarak jauh, mereka sering kali memiliki titik pada jarak pandang dekat di mana objek terlihat jelas.
Studi ungkap alasan makin banyak anak alami rabun jauh
Para ahli mengungkap bahwa faktanya kini anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan dan di depan layar. Dilansir Parents, sebuah studi tahun 2021 di The Lancet menemukan bahwa pekerjaan dengan penglihatan dekat, baik dari telepon pintar, komputer, TV, membaca, atau belajar, dapat meningkatkan kemungkinan miopia. Namun, waktu layar pada perangkat pintar memiliki risiko yang lebih signifikan.
Penelitian menunjukkan peningkatan miopia setelah pandemi, dengan satu studi menunjukkan peningkatan 10,4 persen pada rabun jauh pada siswa di Tiongkok dari kelas satu hingga kelas enam antara tahun 2019 hingga 2020, Bunda.
Rupert Bourne, seorang profesor oftalmologi dan konsultan ahli bedah mata di Rumah Sakit Universitas Cambridge di Inggris meyakini bahwa seperti kebanyakan keluarga, kita melihat seberapa banyak waktu layar yang digunakan anak-anak dan sangat mungkin dampak pandemi berlanjut selama beberapa tahun setelah karantina wilayah.
Ketika anak-anak kita terbiasa melihat sesuatu dari dekat di layar dan merasa nyaman dengan komunikasi digital, dampaknya terus berlanjut.
Gejala miopia pada anak-anak
Dilansir Healthy Children, gejala miopia pada anak-anak meliputi:
- Keluhan penglihatan kabur (seperti tidak dapat melihat papan tulis di sekolah)
- Menyipitkan mata untuk mencoba melihat lebih baik
- Sering mengucek mata
- Sering sakit kepala
Diagnosis miopia
Jika anak tidak lulus pemeriksaan penglihatan di Puskesmas atau di sekolah, mereka mungkin menderita miopia. Untuk mendapatkan diagnosis, anak perlu menemui dokter mata atau dokter mata.
Mereka melakukan pemeriksaan mata dan meresepkan kacamata dan lensa kontak. Mereka juga mendiagnosis dan mengobati penyakit mata serta melakukan operasi mata.
Mereka melakukan pemeriksaan mata, meresepkan kacamata dan lensa kontak, serta memeriksa dan mengobati masalah penglihatan tertentu. Dokter mata dilatih untuk memastikan kacamata yang diresepkan oleh dokter mata atau dokter mata pas.
Cara melindungi anak agar tidak alami rabun jauh
Sebagai orang tua, Bunda tidak dapat mengendalikan segalanya. Namun, para ahli mengatakan ada cara untuk mencoba dan membatasi risiko miopia atau mencegah mata memburuk.
Awasi screen time
Main gadget tidak masalah. Namun, American Academy of Pediatrics (AAP) secara tradisional merekomendasikan batas waktu layar dua jam setiap hari untuk anak-anak.
Habiskan waktu di luar ruangan
Penelitian menunjukkan bahwa ketika anak-anak menghabiskan waktu di luar ruangan pada siang hari, mereka dapat menunda atau bahkan mencegah timbulnya miopia.
Dalam laporan tahun 2024, National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine mengatakan bahwa waktu di luar ruangan secara konsisten dilaporkan melindungi terhadap miopia, terutama di tahun-tahun yang lebih muda.
Jika anak-anak tidak melatih otot mata luar mereka, mereka dapat kehilangan kemampuan untuk fokus jauh dan luas.
Periksakan mata anak-anak secara teratur
Penting untuk menjadwalkan pemeriksaan mata rutin dengan dokter anak, dokter umum, dokter mata, atau penyedia layanan kesehatan terlatih lainnya. Miopia diobati dengan kacamata atau lensa kontak.
Demikian ulasan mengenai mopia atau rabun jauh pada anak-anak. Semoga informasinya membantu mengatasi atau bahkan mencegah anak mengalami rabun jauh.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tanda Anak Butuh Pakai Kacamata
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Anak Kebanyakan Main Gadget? Coba Rumus 20:20:20 untuk Cegah Rabun Jauh
Tanda dan Penyebab Mata Anak Minus, Bunda Perlu Kenali Sejak Dini
Penting Bun, Ketahui Jenis dan Tes Buta Warna pada Anak Yuk
7 Langkah Pertolongan Pertama Saat Mata Anak Kemasukan Pasir
TERPOPULER
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cantiknya Elif Anak Siti KDI Blasteran Turki, Tampil Slay saat Main Padel
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Pada 2030 Umat Islam akan Puasa Ramadan Dua Kali Setahun, Ini Penjelasannya
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Beruang atau Pegunungan yang Pertama Kamu Lihat? Ini Artinya...
-
Female Daily
Meal Prep Is The New Self-Care: Rahasia Cewek Produktif Anti Ribet Setiap Hari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Me Time Lebih Meaningful di Workshop Pottery & Reflective Session Jakarta
-
Mommies Daily
MD New Parents 101: Rekomendasi Sampo dan Sabun Bayi hingga Balita, Ada yang Punya Kandungan Ceramide dan Prebiotik!