HaiBunda

PARENTING

Terbukti pada 1000 Anak, Ini Kalimat Buat Anak agar Merasa Didengar & Dimengerti

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 22 Sep 2025 09:00 WIB
Ilustrasi Bunda dan Anak/Foto: Getty Images/kool99
Jakarta -

Anak Bunda pasti pernah menangis atau marah tanpa alasan yang terlihat jelas, bukan? Reaksi seperti ini sebenarnya adalah cara mereka meminta untuk didengar dan dimengerti.

Validasi merupakan cara supaya anak merasa aman dan nyaman untuk mengekspresikan perasaannya. Rasa aman ini akan membentuk komunikasi dan membangun hubungan yang sehat dengan Bunda.

Ketika anak sedang kesal, yang mereka butuhkan bukan hanya nasihat dari Bunda saja. Bunda perlu menunjukkan bahwa perasaan mereka dipercaya, sebelum mereka mulai bisa mencari jalan keluar dari masalah.


Dilasnir dari CNBC Make It, seorang spesialis kehidupan anak bersertifikat (Certified Child Life Specialist/CCLS) dan terapis berlisensi yang telah mendampingi ribuan anak melalui berbagai pengalaman, Kelsey Mora menerapkan pendekatan validasi untuk mendukung anak. Pendekatan yang diterapkan terbukti membantu anak merasa aman dan lebih siap menghadapi masalahnya sendiri.

Berikut ini terdapat bermacam kalimat validasi yang bisa digunakan berdasarkan usia, menurut Kelsey Mora:

Umur 0-2 tahun: "Bunda dan Ayah di sini, ya"

Untuk bayi dan balita, validasi lebih dirasakan lewat sentuhan, intonasi, dan kehadiran daripada sekadar kata-kata. Mereka perlu merasakan bahwa Bunda tetap dekat dan stabil walau situasinya sedang sulit.

Dengan mengatakan, "Bunda di sini" atau "Ayah di sini" sambil tetap berada di dekat mereka menunjukkan bahwa Bunda dan Ayah siap menghadapi kesulitan bersama anak. Pesan yang tersampaikan adalah, "Aku tidak akan pergi ke mana-mana. Kamu bisa mengandalkanku".

Umur 3-5 tahun: "Kamu belum siap meninggalkan taman dan itu membuatmu kesal"

Anak usia prasekolah sering kali menunjukkan perasaannya lewat tingkah lakunya, bukan dari kata-kata. Bunda bisa menamai apa yang terlihat agar mereka belajar mengenal dan mengungkapkan emosinya.

Tetap berikan batasan pada perilaku sambil memvalidasi perasaan anak, ya, Bunda. Misalnya, "Kamu melempar mainan karena frustrasi. Bisa enggak mencoba cara yang lebih aman?". Kalimat ini menunjukkan bahwa Bunda memahami dan menghargai emosi mereka.

Umur 6-9 tahun: "Wajar kok merasa kecewa"

Anak usia sekolah mulai merasakan emosi yang lebih kompleks, tetapi kadang mereka ragu apakah perasaannya itu valid atau tidak. Mereka membutuhkan orang tua yang bisa menamai dan menormalisasi emosinya, sehingga merasa wajar dan diterima.

Ketika emosi anak diakui dan diterima, mereka mulai merasa aman untuk mengeksplorasi perasaannya. Dari situlah, anak perlahan belajar menghadapi tantangannya dengan lebih percaya diri dan tenang.

Umur 10-12 tahun: "Kamu boleh merasa kecewa dan ingin mencari cara mengatasinya"

Anak yang sudah beranjak remaja lebih mampu menampung emosinya yang kompleks sekaligus memahami sudut pandang dari orang lain. Validasi di usia ini berarti mengakui perasaan mereka sambil memberikan kata-kata yang membantu mereka mencari solusi.

Setelah merasa divalidasi, anak biasanya bisa mulai memikirkan langkah selanjutnya. Dengan bantuan Bunda, mereka bisa menentukan cara terbaik dalam menghadapi masalahnya.

Umur 13 tahun ke atas: "Kedengarannya benar-benar sulit. Aku senang kamu bercerita padaku"

Remaja membutuhkan ruang untuk mengekspresikan emosinya tanpa merasa diremehkan atau buru-buru dicari solusinya. Dengan Bunda mendengar dan menghargai perasaan mereka tentu dapat memperkuat rasa aman dan koneksi emosionalnya.

Semakin mereka merasa aman dan didukung, semakin terbuka juga anak untuk berbagi pengalaman. Dengan kehadiran Bunda, mereka bisa lebih berani untuk mencari dukungan saat membutuhkannya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Penyebab Anak Merasa Pusing saat Bangun Tidur

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Menyusui Indah Ramadhani

4 Kalimat Langka yang Diucapkan Laki-laki saat Tulus Jatuh Cinta Menurut Psikolog

Mom's Life Amira Salsabila

5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia

Mom's Life Amira Salsabila

Cantiknya Elif Anak Siti KDI Blasteran Turki, Tampil Slay saat Main Padel

Parenting Nadhifa Fitrina

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sedang Merasa Dibenci Semua Orang? Ternyata Ini Maknanya Menurut Psikologi

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

11 Penyebab Perut Sakit saat Hamil, Tanda Bahaya & Cara Mengatasinya

5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK